
Agnes sedang memasak makanan kesukaan Karin entah ia tiba-tiba rindu makan bersama dengan anak kesayangannya itu
Tak lupa Agnes juga menyiapkan tumisan sayur tauge untuk meningkatkan kesuburan Karin agar cepat hamil
Di usia saat ini Agnes memang sudah sangat mendambakan kehadiran malaikat kecil di perut Karin ia ingin segera menimang cucu
Setiap ikut arisan Agnes selalu merasa iri melihat teman-temannya yang dengan bahagia menceritakan tingkah lucu cucu mereka
"Semua udah siap, sekarang tinggal ganti baju aja" ucap Agnes senang
Agnes memasukkan semua kotak makanan yang sudah ia siapkan ke dalam tas kain berwarna hitam setelah itu ia akan segera bersiap-siap dan pergi mendatangi Karin di butiknya
~
Arsen baru saja selesai melakukan pertemuannya dengan Leo, sebelumnya Arsen mengira jika kerja sama antara perusahaan miliknya dan Leo akan gagal karena mengingat hubungan mereka yang tidak terlalu bagus
Namun ternyata Leo sangat profesional bahkan ia sama sekali tidak menyinggung soal urusan pribadi mereka berdua
Arsen dan Daren kini masuk ke dalam mobil untuk kembali ke kantor
"Hallo Honey"
Arsen sedikit terkejut saat melihat Laura yang berada di dalam ruang kerjanya
"Kamu kok nggak bilang kalo mau datang"
"Aku mau ngasih surprise buat kamu" ucap Laura sambil gelendotan di lengan Arsen
"Gimana liburannya hmm" tanya Arsen
"Seruu banget, tapi kapan-kapan aku mau pergi berdua sama kamu nanti kita liburan bareng terus nginep di villa berdua"
"Oke, kalo kerjaan aku udah selesai ya"
"Tapi kapan selesainya...?" tanya Laura dengan sedikit merengek
"Nanti sayang" tangan Arsen mengelus rambut Laura dengan lembut
"Kita makan di luar yuk aku kangen makan siang bareng kamu" ajak Laura
"Okey ayok" Arsen pun berdiri mengangkat bokongnya yang baru saja ia hempaskan di atas sofa
~
Restoran yang sedang Arsen dan Laura datangi sangat ramai hampir tidak ada tempat duduk yang bisa mereka dapatkan untungnya masih ada satu meja kosong yang tersisa
"Honey itu ada meja kosong di ujung sana" tangan Laura menunjuk ke arah meja kosong yang berada di paling pojok restoran
Laura pun menarik tangan Arsen agar cepat menempati meja tersebut sebelum keduluan orang lain
Di tengah keriuhan para pengunjung yang lain Arsen kini sedang sibuk dengan isi kepalanya sendiri
Arsen mulai meresapi rasa yang ada di dalam hatinya saat bersama dengan Laura
Ya Arsen merasakannya sekarang, merasakan perbedaan yang begitu kentara saat ia bersama dengan Laura dan Karin
Arsen mulai menyadari jika getaran yang ia rasakan di dadanya sangat berbeda ketika bersama Karin
Jika Arsen sekarang benar-benar jatuh cinta dengan Karin lalu selama ini apa perasaan Arsen sebenarnya kepada Laura
__ADS_1
Menurut Arsen masalah ini lebih sulit untuk di pahami ketimbang masalah perusahaannya ia bingung dengan dirinya sendiri
Laura mulai menyadari sikap Arsen yang tiba-tiba menjadi pendiam
"Kenapa honey hmmm?" Laura menggenggam tangan Arsen yang di letakkan di atas meja
Arsen sedikit terkejut dengan sentuhan Laura di tangannya
"Gapapa sayang, tiba-tiba kepikiran kerjaan di kantor" bohong Arsen
Laura kini mulai merasa terancam ia takut jika Arsen sudah mulai tidak mencintainya dan berpaling ke pada Karin
"Kayaknya memang udah waktunya untuk menjauhkan Karin dari hidup Arsen" gumam Laura dalam hati
~
Agnes kini sudah sampai di depan butik milik putri tercintanya
Sebelum berangkat ia sudah menelfon Karin untuk memastikan anaknya sedang berada di butik atau tidak
Dengan semangat Agnes membawa tas berisi bekal makanan yang sudah ia buat tadi di rumah
"Halo selamat siang Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu karyawan Karin
"Saya mamanya Karin, boleh saya masuk?" tanya Agnes meminta izin pada karyawan butik untuk masuk ke dalam ruang kerja Karin
"Oh iya boleh Bu, Ibu Karin juga kebetulan masih ada di dalam, silahkan masuk Bu"
"Terimakasih ya"
Tak lupa Agnes mengucapkan terimakasih sebelum ia pergi
*Tok tok tok
"Iya masuk" sahut Karin dari dalam
"Haloo anak cantik mama"
"Wahhh mama Karin kangen banget tau sama mama"
Karin langsung berlari dan memeluk tubuh Agnes
"Nihh mama udah siapin makan siang buat kita berdua"
Agnes mengeluarkan beberapa kotak makanan yang sudah dia bawa dari rumah
"Ihh... mama masak apa ini" tangan Karin menunjuk tumis tauge dengan geli
"Nah ini makanan khusus buat kamu biar cepet hamil" ucap Agnes membuat Karin melongo
"Ya ampun mama, mau makan tauge setiap hari juga gak bakal bisa hamil, orang aku sama Arsen nggak pernah ngapa-ngapain" gumam Karin
"Ayo kamu makan ini yang banyak"
"Ihhhh mama nggak mau kayak cacing" Karin benar-benar geli melihat tumisan tauge yang ada di atas nasinya
Karena jengkel Agnes pun dengan paksa langsung menyuapkan tumis tauge tersebut ke dalam mulut Karin
"WAAAAA MAMA GAK MAU!" teriak Karin histeris
__ADS_1
~
Anthony baru saja menyelesaikan pekerjaannya, merasa memiliki waktu senggang ia pun mencoba menelfon istrinya
*Tuuuuuut tuuuuuuuut
Dengan raut wajah yang tampak bahagia ia dengan sabar menunggu sang istri untuk mengangkat telfonnya
"Iyaaa halo paa"
"Mama lagi dimana?" tanya Anthony
"Papa tolong mama jahat paaaa!" teriak Karin mencoba mengadu ke pada papanya
Anthony pun mengerutkan dahinya saat mendengar teriakan Karin
"Mama lagi sama Karin?"
"Iya pa, mama ada di butik, kenapa pa?"
"Nggak papa ma, papa cuman pengen telfon mama aja"
"Papa udah makan belum, ini mama sama Karin lagi makan siang berdua"
"Mama tega banget nggak ngajak papa" Anthony mulai merajuk pada istrinya
"Ya kan papa sibuk"
"Yaudah papa samperin ke butik, jangan makan dulu ya tunggu papa datang"
"Iya pa buruan ya, Karin udah kelaparan nih" ucap Agnes yang membuat Karin geleng-geleng kepala
Anthony kini bersiap untuk pergi namun saat baru membuka pintu sekretarisnya sudah menghadangnya di depan
"Saya mau pergi dulu ya" ucap Anthony
"Baik pak, nanti setelah makan siang bapak harus kembali karena ada rapat penting bersama para klien pak"
"Tunda saja ya, saya ada urusan penting"
"Baik pak" ucap Sekretaris tersebut
Anthony mulai meninggalkan perusahaan ia kini sedang berada di dalam mobil dengan supir pribadinya
Ponsel Anthony bergetar ternyata ada sebuah pesan dari Karin
"PAPA CEPETAN MAMA KANGEN"
Anthony terkekeh setelah membaca pesan tersebut, meskipun sudah menikah Karin ternyata masih seperti anak kecil
"Pak Dadang agak cepet dikit ya nyetirnya"
Pak Dadang yang tak lain adalah supir pribadi Anthony pun mengangguk menuruti perintah bosnya
Namun naas saat mobil ingin menyalip kendaraan di depannya dari arah berlawanan muncul sebuah truk tangki yang melaju dengan kecepatan tinggi
"PAK DADANG AWAS DI DEPAN!!!" teriak Anthony
"BRAAAAAAKKKKKK"
__ADS_1
Kecelakaan pun tak dapat di hindari mobil yang di tumpangi oleh Anthony bertabrakan dengan truk tangki yang melaju sangat cepat dari arah berlawanan tersebut, benturan yang sangat keras mengakibatkan mobil itu sampai terbalik dan hancur