
Semua orang yang berada di pemakaman kini satu persatu pergi meninggalkan Karin yang masih duduk di sebelah nisan papa tercintanya
Agnes sudah di bawa pulang terlebih dahulu oleh kedua besannya karena keadaannya yang sudah tidak sadarkan diri ketika menyaksikan pemakaman suaminya
Hujan mulai turun membasahi tanah pemakaman yang belum juga kering, Arsen melindungi tubuh Karin dari tetesan air hujan dengan payung yang ada di tangannya
"Yuk pulang" ajak Arsen karena hujan semakin turun dengan deras
Karin menggeleng lemah ia tidak mau meninggalkan papanya sendirian di sini ia mau terus berada di samping makam Anthony
Arsen pasrah ia pun ikut duduk di samping Karin sambil memegangi payungnya agar tubuh Karin tidak basah
Karin terus mengusap air matanya yang terus menetes di pipinya, tubuh Karin kini terasa sangat lemas ia seperti kehilangan semua energinya untuk hidup
Hari sudah mulai terlihat gelap Arsen menggendong tubuh Karin mengajaknya pergi meninggalkan pemakaman yang kini sangat sepi
Tidak ada perlawanan sama sekali dari Karin, ia pasrah berada di gendongan Arsen
~
Mobil Arsen kini masuk ke dalam pekarangan rumah milik keluarga Jhonson yang sangat luas, semua mobil milik pelayat yang tadinya penuh kini sudah tidak ada satu pun
Di dalam mobil Karin dari tadi hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Arsen
Arsen menggendong tubuh Karin membawanya masuk ke dalam rumah, sampai di ruang tamu Arsen melihat Fernando yang kini sedang duduk di sofa
"Mama kemana pa?" tanya Arsen
"Ada di dalam kamar sama mertua kamu" jawab Fernando
"Yaudah Arsen naik ke atas dulu pa" pamit Arsen
Fernando melihat iba ke pada menantunya yang kini terlihat begitu terpukul dengan kepergian papanya
__ADS_1
Dengan hati-hati Arsen mendudukkan tubuh Karin di atas tempat tidurnya
"Ganti ya?" ucap Arsen karena baju yang Karin gunakan kini terlihat sangat kotor akibat terkena tanah dan air hujan
Tidak ada jawaban dari Karin ia hanya menatap wajah Arsen dengan tatapan kosong
Arsen menghembuskan nafas panjang kemudian ia berdiri mencari baju ganti untuk Karin
Dengan telaten Arsen melepas semua baju yang Karin gunakan dan menggantinya dengan baju yang lebih bersih
Setelah selesai Arsen merebahkan tubuh Karin agar bisa beristirahat dengan nyaman
~
Di lantai bawah Fernando menatap foto sahabatnya yang ada di dinding ruang tamu, hari ini masih terasa seperti mimpi ia masih tidak percaya sahabat baiknya kini pergi meninggalkan dirinya dengan begitu cepat
Arsen menuruni anak tangga menyusul papanya yang kini sedang duduk sendirian
"Kenapa pa?"
"Kamu harus bisa memegang janji yang kamu ucapkan untuk menjaga Karin"
Arsen kembali mengingat janjinya yang ia ucapkan sebelum papa mertuanya meninggal
"Iya pa, Arsen gak bakal ninggalin Karin"
"Papa pegang ucapan kamu Arsen"
"AAAKKHHHHHH....."
"PYARRR"
Arsen dan Fernando sontak terkejut mendengar suara jeritan dan benda jatuh yang berasal dari dalam kamar Karin
__ADS_1
Meraka berdua langsung berlari menaiki anak tangga karena takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dengan Karin
Arsen mencoba membuka pintu kamar yang ternyata di kunci dari dalam
"Pa di kunci" ucap Arsen khawatir
"Dobrak aja!"
Arsen mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar Karin
*BRAAAKKKK
Akhirnya pintu kamar tersebut bisa terbuka Arsen melihat semua barang yang ada di dalam sudah jatuh berantakan, mata Arsen terus mencari Karin yang ternyata sedang duduk di pojok kamar sembari mendekap foto mendiang papanya
Fernando berdiri di depan pintu ia tidak berani untuk masuk ke dalam kamar ia tau kini mental menantunya pasti sangat terguncang karena kehilangan orang yang paling ia sayang
Arsen melangkah dengan perlahan mendekati Karin yang duduk di lantai diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun
Karin menatap wajah Arsen dengan mata yang terlihat sayu seperti tidak ada harapan hidup sama sekali
"Ayo naik ke kasur" ajak Arsen dengan mengulurkan tangannya pada Karin
Tangan Arsen membantu Karin untuk berdiri, Arsen mengangkat tubuh Karin dengan hati-hati ia berusaha menghindari pecahan kaca yang berserakan di atas lantai
Kali ini Arsen tidak akan meninggalkan Karin sendirian ia takut jika istrinya itu akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya
Dengan lembut Arsen mengelus kepala Karin ia berharap hal ini bisa membatu Karin untuk menjadi lebih tenang
Tak lama mata Karin mulai terpejam Arsen tersenyum melihat usahanya yang akhirnya berhasil membuat Karin merasa tenang
Arsen menarik selimut untuk menutupi tubuh Karin dan memeluknya dengan erat agar Karin tidak bisa pergi kemana-mana
"Good night, mimpi yang indah cantik" bisik Arsen setelah mencium kening Karin
__ADS_1