
Kriiiiiinggggg.....
Alarm Karin berbunyi tepat pukul tujuh pagi, dengan malas tangan Karin meraba-raba jam yang ada di atas meja nakas samping tempat tidurnya
"Aaaakkkkkk" Karin merenggangkan semua otot-ototnya
Pagi ini Karin bangun tidur dengan bada yang terasa segar mungkin karena tidurnya tadi malam yang sangat nyenyak
Dengan semangat Karin menyibakkan selimut yang ia pakai, tak lupa Karin membuka jendela agar udara segar bisa masuk ke dalam kamarnya
Hari ini merupakan hari minggu, Karin berniat untuk menikmati waktu liburnya untuk bersenang-senang di rumah saja seharian
"Okey mari kita awali hari yang cerah ini dengan sarapan nasi goreng yang enak" Karin berbicara dengan dirinya sendiri
Namun sebelum sarapan Karin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu
Sedangkan Arsen ternyata sudah bangun lebih awal, di lantai bawah Arsen kini sedang membaca buku sambil melihat pemandangan luar dari jendela
Selesai mandi dan berganti pakaian Karin langsung turun menuju dapur untuk membuat sarapan
"Wow" gumam Karin matanya seketika membulat melihat Arsen yang sedang menutupi wajahnya dengan buku
Karin pergi menuju dapur ia berjalan tanpa suara agar Arsen tidak melihatnya
Arsen mulai mencium bau lezat yang membuat perut sixpack nya keroncongan
"Karin pasti sedang memasak"gumamnya
Arsen melekatkan bukunya di atas meja kemudian ia berjalan menghampiri Karin yang sedang memasak di dapur
Sampai di dapur Arsen hanya diam, ia memperhatikan Karin yang sedang memasak dan berdiri memunggunginya
Menurut Arsen kecantikan Karin lebih terpancar saat sedang memasak seperti ini ia pun tersenyum samar
Karin begitu semangat untuk memasak hari ini, ia sangat serius memasukkan bumbu-bumbu agar nasi gorengnya benar-benar enak dan sempurna
Setelah selesai Karin berbalik untuk mengambil piring yang ada di belakangnya
"YA TUHAN!!!" Teriak Karin spontan membuat Arsen ikut terkejut
"Ngapain?" Karin memegangi dadanya untuk saja ia tidak melempar Arsen dengan spatula panas yang ia pegang
Arsen hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang terasa gatal
Karin menyajikan dua piring nasi goreng untuk dirinya dan juga Arsen
"Nihh" Karin menyodorkan piringnya ke pada Arsen
"Wahh makasih" Arsen menghirup aroma lezat nasi goreng yang ada di piringnya
Karin hanya tersenyum melihat tingkah Arsen yang seperti anak kecil
Mereka berdua pun sama-sama pergi duduk di meja makan untuk menyantap nasi goreng mereka
"Bilang ya kalo nggak enak" ucap Karin saat Arsen baru saja menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya
__ADS_1
Karin menantikan pendapat Arsen terkait masakannya, namun ekspresi wajah Arsen sama sekali tidak bisa di tebak oleh Karin, Arsen hanya memperlihatkan wajah datarnya
"Gimana???"
"Enakk!" Arsen mengacungkan dua jempolnya pada Karin
Karin tidak bisa menahan senyumnya ia benar-benar senang saat Arsen memuji masakannya
"Honeyyyyyyyyy"
Karin dan Arsen menoleh melihat Laura tiba-tiba datang ke rumah
"Hissss pagi-pagi udah merusak suasana" gumam Karin tidak suka
Tanpa di suruh Laura langsung mengambil duduk di samping Arsen
Dengan seenaknya Laura langsung mengambil piring nasi goreng milik Arsen
"Sini honey biar aku suapin kamu"
"Makasih sayang" ucap Arsen
Terpaksa Karin harus makan dengan melihat kemesraan Arsen dan Laura yang ada di depannya
"Oh Tuhan ujian apalagi ini" gumam Karin dalam hatinya
"Ya ampun honey kenapa makannya sampai belepotan gitu" Laura menyeka bibir Arsen dengan tisu
"Ishhh dasar manusia alay"
Rasanya Karin ingin segera pergi dari hadapan dua manusia yang sedang di mabuk cinta ini
"Ihhhh emang kenapa kan kamu pacar aku, masak gak boleh hemmm" Laura merangkul lengan Arsen dengan manja
"Ya enggak gitu sayang" Arsen mengecup kening Laura dengan sayang
Karin sudah tidak tahan lagi ia pun segera bergegas pergi meninggalkan meja makan
"Bisa gila gue" gumam Karin
Saat Karin sedang mencuci piring Laura tiba-tiba datang menghampirinya
"Nih sekalian yaa" Laura dengan seenaknya menaruh piring kotor di depan Karin
"Nggak gue capek, cuci aja sendiri bye!" Karin meninggalkan Laura di dalam dapur sendirian
"Enak aja nyuruh gue seenaknya" gumam Karin yang merasa kesal dengan perlakuan Laura yang seenaknya
Arsen melihat Karin yang keluar dari arah dapur dengan wajah yang terlihat begitu kesal
"Mau kemana??" Arsen memegang tangan Karin yang sudah bersiap menaikkan tangga
"Gak usah Kpo!!!" Sentak Karin
Bukannya melepaskan tangan Karin, Arsen malah semakin mempererat pegangannya , Arsen tidak mau Karin pergi meninggalkan dirinya
"Ehhh lepasin dong tangan gue sakit"
__ADS_1
"Dengerin...."
"Honeyyyyyy kamu ngapain pegang-pegang tangan Karin" Sahut Laura yang baru saja keluar dari dalam dapur
"Tuh dengerin kata pacar lo"
Arsen akhirnya melepaskan tangannya, Karin pun langsung pergi masuk ke dalam kamarnya
Hancur sudah rencana Karin untuk menikmati hari liburnya di rumah dengan damai sejahtera
kedatangan Laura benar-benar merusak suasana hati Karin menjadi sangat tidak baik
"Woaaaahhhh bener-bener mereka berdua merusak hari indahku"
"Apa gue keluar rumah aja"
"Tapi mager banget keluar"
"Arrgghhh Arsen Laura bener-bener sialan"
*Tok tok tok
Saat sedang asik mengumpat Karin mendengar Suara ketukan dari pintu kamarnya
"Kenapa lagii!!" Karin semakin kesal ia sampai meninju udara yang ada di sekitarnya
Karin mengatur nafasnya agar emosinya bisa mereda
"Tenang Karin sabar" Karin berusa menenangkan dirinya
Karin membuka pintu kamarnya ia melihat Arsen yang sedang tersenyum padanya
"Kenapa senyum-senyum ha?" Karin curiga Arsen punya niat jahat pada dirinya
"Yuk ikut"
"Kemana??"
"Udah deh yuk buruan" Arsen menyeret Karin begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari sang empunya
"Eh eh woy bisa santai kali" Karin kesusahan mengimbangi langkah Arsen yang begitu cepat menuruni tangga
Di dalam mobil Laura sangat kesal melihat dari kejauhan Arsen yang sedang memegang lengan Karin
Arsen mendorong tubuh Karin masuk ke dalam mobil
"Eh gue mau di bawa kemana, jangan-jangan kalian berdua sekongkol mau jual gue"
Laura memutar bola matanya malas mendengar ocehan Karin yang ada di kursi belakang
Tak lama Arsen juga masuk ke dalam mobil ia duduk di depan bersama Laura
Dari kaca spion mobil Karin dapat melihat ekspresi wajah Laura yang mengejeknya karena duduk di bangku belakang
"Sialan nih dua kambing congek bikin gue jadi obat nyamuk" gumam Karin dalam hati
"Honeyyy kenapa kamu ngajak Karin, kan aku mau kita pergi berdua aja honeyyy" rengek Laura membuat telinga Karin terasa panas
__ADS_1
"Kasian Karin di rumah sendirian sayang" ucap Arsen
"Cihh lagian siapa juga yang mau ikutan jadi obat nyamuk pasangan alay kayak gini, mending tidur gue" gumam Karin dalam hatinya