
Di dalam mobil Karin hanya bisa diam melihat kemesraan dua manusia yang sedang ada di depannya ini
"Apa gue lompat keluar aja kali ya" gumam Karin yang sudah tidak tahan
Tanpa Karin sadari Arsen dari tadi terus memperhatikan dirinya dari kaca spion tengah mobilnya
Dalam hatinya Arsen ingin tertawa melihat ekspresi Karin yang terus cemberut dari tadi
Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan mobil Arsen akhirnya mulai memasuki daerah pegunungan
Karin seperti terhipnotis melihat keindahan alam yang ada di sekelilingnya
"Woaaaah sumpah adem banget" Karin melihat pepohonan rimbun yang tumbuh di samping jalan
Karin mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil sehingga angin yang begitu sejuk menyapu setiap helai rambutnya
"Surga dunia" gumam Karin sambil memejamkan matanya menikmati setiap hembusan angin yang begitu segar di wajahnya
Namun tiba-tiba Karin terkejut saat kaca mobil mulai tertutup
"Woy woy woy santai dong lo mau menggal kepala gue apa gimana ha !!" Karin memegangi lehernya yang hampir saja terjepit kaca di jendela
"Masuk angin" ucap Arsen singkat
Karin tak henti memaki Arsen di dalam hatinya, ia juga masih tidak menyangka hampir saja ia kehilangan kepalanya
Jalanan yang semula aspal kini berubah menjadi bebatuan
Karin masih bingung kemana Arsen akan membawanya
"*Jangan-jangan mereka berdua mau buang gue ke jurang biar mereka bisa nikah"
"Kalo gitu gue gak bisa lengah" gumam Karin dalam hati*
Mobil Arsen berhenti di sebuah lahan kosong yang cukup luas terlihat ada beberapa belas jejak ban mobil yang masih terlihat jelas di tanah
Arsen dan Laura turun terlebih dahulu dari dalam mobil
Sebelum turun Karin mencoba memperhatikan keadaan di sekitarnya sehingga jika dua orang itu memiliki niat jahat pada dirinya Karin bisa kabur dengan cepat
Melihat istrinya yang tidak kunjung turun Arsen pun terpaksa membuka pintu mobilnya
"Ayo turun"
"Lo mau buang gue di jurang ya" tuduh Karin
"Cepetan"
"Nggak mau, gue mau disini aja"
Arsen mulai kehabisan kesabaran ia langsung menggendong tubuh Karin membawanya keluar dari dalam mobil
"Woy lepasin" Karin mencoba memberontak dari gendongan Arsen
__ADS_1
Arsen menurunkan Karin dari gendongannya
Laura terlihat sangat marah saat Arsen menggendong Karin dari dalam mobilnya
"Sayanggg ayo" Laura menarik tangan Arsen agar seger masuk ke dalam hutan
Arsen pun bersama Laura berjalan masuk terlebih dahulu ke dalam hutan meninggalkan Karin sendirian di belakang
Karin melihat banyak pepohonan yang tumbuh tinggi di sekitarnya hutan ini terlihat begitu sunyi
"Anjir ngeri juga di tinggal sendirian di sini"
Dengan cepat Karin menyusul Arsen dan Laura yang sudah berjalan lumayan jauh di depannya
Karin takut jika tiba-tiba ada hewan buas yang akan menyerangnya ia pun berjalan tepat di belakang punggung Arsen
"Sayanggg liat deh ada kupu-kupu cantik banget" Laura menunjuk kupu-kupu yang berterbangan di depannya
Laura tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat bunga cantik yang hampir saja ia injak
Karin yang dari tadi hanya memperhatikan sekelilingnya tidak tau jika Laura dan Arsen berhenti alhasil ia harus menabrak punggung Arsen
"Bukkk"
Arsen pun reflek berbalik, ia melihat Karin yang sedang memegangi hidungnya
"Hey kamu gapapa??" tanya Arsen yang khawatir dengan hidung mancung Karin
"Kenapa punggung lo keras banget sih, gue kayak nabrak batu"
"Makanya lain kali kalo jalan itu liat depan bukannya liat kiri kanan"
"Makanya kalo jalan jangan berhenti mendadak" balas Karin tidak mau kalah
Karena terlalu gemas Arsen tanpa sadar mencubit pipi Karin padahal ada Laura yang sedang berdiri di belakangnya
Karin pun langsung melotot, ia takut Laura akan salah paham dengannya
"Eitssss lepasin sakit woy!" Karin melepaskan tangan Arsen dari pipinya
Setelah sadar dengan apa yang ia lakukan Arsen pun menggaruk kepalanya yang tentunya tidak gatal
Wajah Laura sudah seperti banteng yang akan mengamuk
"Yuk sayang lanjut lagi" Arsen menggandeng tangan Laura ia sengaja berusaha membuat Kekasihnya agar tidak marah padanya
"Wkwk mamam tuh" Karin berusaha menahan dirinya agar tidak tertawa melihat tingkah konyol Arsen
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka bertiga mendengarkan suara air yang terdengar sangat deras
"Ohh ternyata mereka mau ke air terjun, kirain mau apa-apain gue tadi"
Karin berubah menjadi begitu semangat ia sudah tidak sabar melihat air terjun yang indah
__ADS_1
Suara air terjun semakin terdengar jelas di telinga Karin
Yang awalnya di belakang kini Karin malah berjalan menyalip Arsen dan Laura sehingga ia kini berjalan memimpin di depan
Arsen tersenyum samar melihat Karin yang begitu kegirangan
Karin tidak bisa menyembunyikan wajah takjubnya melihat keindahan alam yang luar biasa di depannya
tanpa menunggu Arsen dan Laura terlebih dahulu, Karin langsung turun ke bawah mendekat ke air terjun
"Awas hati-hati" Teriak Arsen yang tentunya tidak di gubris sama sekali oleh Karin
Arsen hampir saja jantungan saat melihat Karin yang juga hampir terpeleset karena tidak sabaran
"Sayanggg gendong" Rengek Laura karena jalan yang ia lewati sangat licin
Akhirnya Arsen pun menggendong tubuh kekasihnya di punggungnya, dengan hati-hati Arsen berjalan menyusul Karin yang sudah ada di bawah
Sesampainya di bawah Laura langsung meminta Arsen untuk memotretnya
Bak seorang model profesional Laura langsung bergaya di bawah air terjun
Berbeda dengan Laura, Karin sama sekali tidak mengeluarkan ponselnya ia hanya sibuk menikmati keindahan air terjun yang begitu luar biasa baginya
Arsen sibuk kini sedang sibuk memotret Laura dengan kamera yang sengaja ia bawa
Karena capek berjalan kini Karin memilih untuk duduk di atas batu besar sambil bersantai
"Arsen kayaknya sayang banget sama Laura"gumam Karin saat melihat Arsen yang dengan sabarnya meladeni Laura
"Kapan ya gue bisa gitu juga"
Arsen sudah selesai meladeni Laura kini giliran dirinya yang harus menikmati keindahan air terjun juga, sedangkan Laura kini sibuk foto sendiri dengan ponselnya
Dengan perlahan Arsen mulai mendekat ke bawah air terjun ia ingin berendam di sana
Tanpa di duga Arsen terpeleset sehingga ia tercebur ke dalam air
"Byuuuurrrr"
"Ehhh Arsen!" teriak Karin dari atas batu
Laura pun menoleh mendengar teriakan Karin, mereka berdua langsung berlari ke bawah air terjun
"Sayanggg kamu dimana! " teriak Laura karena Arsen tidak ada
"Astaga jangan-jangan Arsen tenggelam" gumam Karin
"Gimana ini" ucap Laura yang terlihat begitu mencemaskan Arsen
Karin juga bingung apa yang bisa ia lakukan sekarang untuk menyelamatkan Arsen
__ADS_1
"ARSENN!!!" Karin berteriak sekuat tenaga agar Arsen dapat mendengarnya