Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 49 Rey


__ADS_3

Karin bangun dan merasakan lengannya yang terasa kebas


"Arsen"


"Arsen ayo bangun"


Tangan Karin mencoba menepuk pelan pipi Arsen yang masih tertidur pulas di pelukannya


Namun bukannya bangun Arsen malah semakin menenggelamkan wajahnya di leher jenjang milik Karin


"Lima menit lagi" ucap Arsen lalu kembali masuk ke dalam alam mimpi


"Pegel nih badan gue dari tadi ditindih mulu" keluh Karin yang mulai merasakan pegal di seluruh tubuhnya


Sudah hampir setengah jam Karin hanya diam menunggu Arsen yang tak kunjung bangun


*Ceklek


Tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Karin hampir jantungan


"Sayang udah bangun ternyata" ucap Felicia yang baru saja membuka pintu


"Loh mama kapan datangnya"


"Udah dari tadi mama disini, kalian berdua tidurnya pules banget jadi mama nggak mau bangunin" jelas Felicia pada menantunya


Karin merasa malu karena mertuanya melihat dirinya tidur memeluk tubuh Arsen


"Arsen ada mama"


"Arsen! ayo bangun" bisik Karin di telinga Arsen agar cepat bangun


"Arghhh... aku masih ngantuk" Arsen malah merengek seperti anak kecil yang tidak mau di bangunkan oleh ibunya


Felicia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Arsen yang malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Karin


Karin hanya bisa pasrah sampai Arsen mau bangun

__ADS_1


"Maaf ya sayang Arsen emang gitu kalo lagi sakit jadi kayak anak kecil"


"Iya mah, Karin minta maaf ya soalnya gak bisa bangun nemenin mama"


"Gapapa sayang, kalo gitu mama pulang dulu ya" akhirnya Felicia pamit untuk pulang


"Hati-hati mama, maaf Karin nggak bisa anter mama ke depan"


"Iya gapapa sayang, mama pergi dulu ya kapan-kapan kalian berdua main dong ke rumah mama"


"Iya ma oke"


Felicia pun pulang dengan hati yang gembira


______


Laura kini sedang berada di sebuah apartemen milik Rey yang merupakan Kekasihnya


Mereka berdua kini sedang berada di atas tempat tidur tanpa menggunakan pakaian, ya mereka berdua memang baru saja selesai memadu cinta


Rey merupakan kekasih Laura jauh sebelum Laura mengenal Arsen saat di bangku perkuliahan


Sampai akhirnya Rey memutuskan pertemanan begitu saja dan menyimpan dendam yang sangat dalam kepada Arsen karena perusahaan ayahnya harus bangkrut akibat perbuatan licik Fernando yang menipu ayahnya


Rey masih ingat ia sering menyewa beberapa orang yang ia bayar hanya untuk mengajar Arsen habis-habisan


Namun dendamnya tidak berakhir begitu saja saat masih kuliah Rey tanpa sengaja pernah melihat foto Laura yang sedang bersama satu kelompok ospek nya dan ternyata Arsen berada di satu jurusan dengan Laura


Dari sana Rey dengan sengaja menyuruh Laura mendekat Arsen untuk menguras harta dan membalaskan rasa sakit hatinya


"Sayang, sampai kapan aku harus terus berhubungan dengan Arsen" tanya Laura pada kekasihnya


"Sampai dendam ku benar-benar terbalaskan sayang"


"Tapi aku nggak mau lama-lama"


"Bentar lagi sayang, kamu harus tetap bantuin aku buat hancurin hidup Arsen"

__ADS_1


Laura kadang bosan menuruti ambisi Rey untuk terus balas dendam kepada Arsen, namun karena Laura sangat mencintai kekasihnya ia tak ada pilihan selain mengikuti semua rencananya


Dalam hati Laura sempat terselip rasa bersalah pada Arsen karena selama berhubungan dengannya Laura selalu di perlakukan dengan sangat baik, namun lagi-lagi Laura harus menepis rasa bersalahnya agar Rey dapat segera membalaskan dendamnya


______


Di atas meja makan kini sudah tertata rapi beberapa jenis makanan yang sudah Karin siapkan untuk dirinya dan juga Arsen


"Arsen ayo makan" teriak Karin dari lantai bawah


Namun tidak ada sahutan dari Arsen


"Kemana sih jangan-jangan masih tidur nih orang" gerutu Karin


Tidak mau menunggu lama Karin pun naik ke lantai atas untuk memanggil Arsen agar segera turun ke bawah untuk makan malam


Karin membuka pintu kamarnya namun tidak menemukan Arsen di sana


"Kok nggak ada" gumam Karin sambil merapikan selimut yang ada di atas tempat tidurnya yang sedang berantakan


Karin baru saja berbalik ia langsung di kejutkan dengan kemunculan Arsen yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi


"AAAAAASTAGA!" Karin berteriak cukup kencang sampai membuat telinga Arsen berdengung


"Ngapain sih ngagetin aja!" omel Karin sambil memegangi dadanya


Arsen pun hanya cengengesan mendengar omelan Karin


"Ayok makan, udah gue siapin tu di bawah"


"Aku ganti dulu" Arsen berjalan masuk ke dalam walk-in closed untuk berganti pakaian karena dari tadi ia hanya menggunakan handuk saja yang melilit di pinggangnya


"Mau ikut??"


Mata Karin melotot mendengar ucapan Arsen yang sengaja menggodanya


"Idihhh ogaahh banget" teriak Karin langsung keluar dari dalam kamarnya

__ADS_1


Arsen pun terkekeh mendengar ucapan Karin


__ADS_2