
Setelah mendapat informasi dari anak buahnya Leo langsung berangkat mendatangi rumah sakit tempat Anthony di rawat
Leo sangat senang ketika anak buahnya dengan cepat mendapatkan semua informasi tentang Karin yang sangat ia butuhkan
"Selamat Sore ada yang bisa saya bantu" tanya seorang perawat yang saat ini duduk di meja administrasi
"Ruang inap VVIP di sebelah mana ya?"
"Oh lewat koridor ini lurus setelah itu belok ke kiri nanti di sana sudah ada petunjuknya" jelas perawat tersebut dengan ramah
"Oke makasih"
Leo pun mengikuti arahan yang sudah di sampaikan oleh suster
*Brukk
Leo tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga membuat bokong wanita tersebut terhempas dengan keras di atas lantai
"Duhhh kalo jalan liat-liat dong" wanita itu pun langsung memarahi Leo karena sudah menabrak dirinya
"Maaf" Leo membatu menarik tangan wanita tersebut membantunya untuk berdiri
"Mang-" ucapan wanita itu tiba-tiba terhenti
"Netta?" tanya Leo dengan ragu-ragu
"Leo" cicit Netta
"Ya ampun ketemu juga kita" tangan Leo langsung menarik lengan Netta ke dalam pelukannya, Leo sangat gembira bertemu dengan sahabat kecilnya
"Iya iya woy gue gak bisa napas tolong" saking girangnya Leo sampai membuat Netta hampir tidak bisa bernafas
"Sorry ta, gue kelewat seneng bisa ketemu lagi sama lo hahaha" Leo tertawa renyah
"Eh btw lo mau kemana?" tanya Netta sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan
"Gue mau jenguk papanya Karin, lah lo mau kemana?"
"Sama gue juga, yaudah yuk barengan, gue gak tau tempatnya, dari tadi gue cuma muter-muter di sini"
"Lo di sini dari kapan?"
Netta tampak berfikir "Dari jam tiga kayaknya" dari tadi Netta hanya berputar-putar di rumah sakit untung saja ia bertemu dengan Leo
"Sekarang udah jam empat, lo nyari kamar papanya Karin sejam masih aja nggak kelar-kelar" ejek Leo
"Kan gue belum pernah kesini jadi ya wajar dong kalo gue nggak tau" Netta menjawab dengan nada sewotnya
"Udah gede masih aja bodoh haha" kekeh Leo ia sangat senang menggoda Netta
__ADS_1
~
Sementara itu Karin kini sedang merebahkan dirinya bersama dengan Arsen di atas sofa, seminggu terus berada di rumah sakit benar-benar membuat tengah Karin terkuras
Tangan Karin memeluk tubuh Arsen dengan erat, posisi seperti ini benar-benar membantu Karin untuk mencharger energi di dalam tubuhnya
Di sela tidurnya Arsen mendengar suara pintu kamar yang terbuka, derap langka terdengar semakin mendekati dirinya
Karin terbangun untuk melihat siapa yang datang, rupanya Agnes datang ia berniat untuk menggantikan Karin untuk menjaga Anthony
"Mama udah sehat?" Karin bangun menghampiri mamanya
"Iya mama udah sehat, sekarang gantian ya mama aja yang jaga papa kamu"
Agnes memperhatikan wajah Karin yang terlihat semakin tirus, lingkaran hitam terlihat begitu jelas di bawah matanya
"Mah kenapa? udah mama jangan nangis ya" Karin mengusap air mata Agnes yang tiba-tiba menetes
"Mama nggak tega liat kamu sayang, kamu pasti capek"
"Udah gapapa ma jangan sedih, nanti Karin jadi ikut nangis" Karin menarik tubuh Agnes ke dalam pelukannya, dengan sekuat tenaga ia mencoba menahan air matanya agar tidak sampai menetes
"Kamu pulang ya istirahat, malam ini biar mama yang jaga papa"
"Tapi ma-"
Ya, dari beberapa hari yang lalu Karin memang sama sekali tidak mau meninggalkan papanya di rumah sakit, sekarang ia baru sadar jika ia tidak boleh egois dengan tidak memperdulikan kondisi Arsen
Karin akhirnya menuruti perintah Agnes, malam ini ia akan tidur di rumah
"Arsen"
Dengan perlahan Agnes membangunkan menantunya ia menepuk pelan lengan Arsen yang sedang tertidur pulas
"Sayang bangunin suami kamu, ajak pulang kalian harus istirahat di rumah"
Karin mengangguk mendengar ucapan mamanya
~
"Bener kan kamarnya yang nomer dua" Netta sedikit ragu ia takut jika nantinya masuk ke kamar yang salah
"Iya bener" sahut Leo dengan mantab
"Permisi"
*Ceklek....
"Halo tante" Netta menyapa Agnes yang kini sedang duduk di dekat suaminya
__ADS_1
Leo berjalan mengekor di belakang tubuh Netta
"Loh Netta, kamu kok bisa tau om ada di rumah sakit bukannya kata Karin kamu masih di luar Negeri"
"Karin kemarin ngasih tau Netta tante, katanya om kecelakaan jadi aku langsung balik ke sini" jelas Netta
"Oh iya tante, ini Leo temen Netta sama Karin dulu pas masih sekolah SD" imbuh Netta
"Halo tante saya Leo" ucap Leo untuk memperkenalkan dirinya
"Oh iya Leo, makasih ya udah repot-repot datang kesini buat jenguk papanya Karin"
"Sama-sama tante"
Agnes mempersilahkan Netta dan Leo untuk duduk di sofa
"Gimana tante kondisi om sekarang?" Netta terenyuh melihat banyaknya alat medis yang menempel di tubuh Anthony
"Om kamu belum bisa sadar, sepertinya karena pendarahan di otaknya yang cukup parah"
Netta terkejut mendengar keadaan Anthony karena kemarin saat menelfonnya Karin tidak memberi tahu jika keadaan ayahnya separah ini
"Ya ampun, semoga keadaan om segera membaik tante" Netta berusaha menguatkan dengan memeluk tubuh Agnes yang duduk di sampingnya
Hati Netta ikut merasa sedih karena ia sudah menganggap orang tua Karin seperti orang tuanya sendiri
Lama mereka berdua berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain
Leo berdiri menghampiri Anthony yang kini sedang tergeletak tak berdaya di atas ranjang rumah sakit
"Cepat sembuh om" gumam Leo
"Oh iya Karin ke mana tante kok nggak ada di sini" tanya Netta setelah melepas pelukannya
"Karin barusan pulang sama Arsen, tadi tante paksa biar istirahat di rumah"
Mendengar itu Leo menjadi sedikit kecewa karena ia gagal bertemu Karin
~
Sementara itu Karin dan Arsen kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, di dalam mobil Arsen terus memperhatikan Karin yang dari tadi hanya diam menatap pemandangan di luar jendela
Arsen tau tidak mudah bagi Karin untuk meninggalkan ayahnya di rumah sakit, Karin kini pasti sedang menghawatirkan kondisi papanya
Tatapan Karin begitu sayu ia seperti sedang kehilangan separuh dunianya, Karin menoleh saat Arsen menggenggam tangannya
"Jangan khawatir, papa pasti sembuh"
Karin hanya diam ia tidak mau membuka mulutnya sama sekali, karena jika berbicara ia pasti akan menangis
__ADS_1