Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
02


__ADS_3

hampir 2 jam mereka berdua menonton sinetron namun tiba-tiba entah kenapa Raka mengalami pusing kepalanya seperti ditusuk banyak jarum dia mulai kehilangan kesadaran dan pingsan


"mas mas " dara menepuk pipi suaminya namun Raka masih pingsan


darah pun segera mengambil minyak dan mencoba untuk membangun Raka dengan minyak kayu putih tersebut tapi Raka tak kunjung bangun ia malah semakin panik karena melihat nafas Raka mulai sesak dia ditambah lagi dengan aki Raka yang mengalami kejang tanpa pikir panjang darah segera menelpon Joe asistennya , sering menunggu asistennya datang dara memasang selang oksigen tapi itu tidak mempan


" mas kamu kenapa sih padahal tadi baik baik aja kok gini " dara menangis


hampir 20 menit dara melihat Raka berkeringat tubuhnya kejang nafasnya juga tak karuan


" maaf nyonya saya terlambat " Joe datang dengan tergesa-gesa


" cepat Joe aku takut jika mas Raka " dara tidak bisa menahan tangisnya air matanya jatuh terus menerus


Joe mengangkat tubuh Raka kekursi roda Raka masih dengan selang oksigen


" yaampun den Raka kenapa non " bibik dan mang Ujang keluar dari kamar


" nanti aja bik ini darurat " ujar Joe


mendorong kursi roda dara mengekor dengan wajah sebam nya


" kasihan ya mang non sama den Raka " ujar bibik


" ya semoga den Raka baik baik saja " ujar mang Ujang


Joe menyetir dengan sangat cepat hingga mereka sampai di rumah sakit


" sus tolong suami saya " ujar dara


" tuan Raka ,tuan Joe " ujar dokter Rifan


poster pun segera mengangkat tubuh Raka dan memindahkannya ke berangka dokter masuk ke ruang UGD


Joy pun meminta darah untuk tenang dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja


" ini semua salahku " Isak dara menangis di pelukan asistennya itu


"nyonya tenang saja semua akan baik-baik saja" Joe menenangkan majikanya itu


hampir 30 menit


cara dokter pun keluar dan juga suster dokter Rifan pun menghampiri dara


" dok gimana suami saya ?" dara bangkit dari duduknya


" tenang Raka udah baik baik aja hanya sekarang saya butuh persetujuan dari kamu untuk memasangkan NGT kepada Raka kamu setuju ?" dokter Rifan


" maksud dokter mas Raka harus makan menggunakan selang yang dimasukkan melalui tenggorokan menuju lambung apa nggak ada cara lain?" darah dibuat semakin syok


tidak darah hanya itu jalan satu-satunya agar Raka bisa tetap makan ataupun minum itu pun kalau kamu setuju


kalau begitu lakukan saja jika itu memang yang terbaik untuk mas Raka


oke baiklah kalau begitu kami akan segera melakukannya dan memasangkan NGT


iya hampir satu minggu sudah Raka berada di rumah sakit Dara masih setia menemaninya


" mas udah 7 hari loh kamu belum sadar nggak bosen apa tidur dulu aku kangen kalau kamu marah-marah kamu kasar ke aku aku lebih suka kamu yang suka bentak-bentak aku salah-salahin aku aku kangen kamu mas "


ucap Dara memegang tangan Raka Dara sangat sedih melihat mereka menggunakan selang oksigen banyak sekali alat di tubuhnya yang menempel


tiba-tiba tangan mereka bergerak air matanya menetes darah pun segera mengambil dokter


dokter Rifan pun segera masuk dan memeriksa Raka

__ADS_1


" gue seneng banget loh lu udah sadar" ujar dokter rifan ke Raka


Raka pun tak mampu menjawab ucapan dari Rifan sahabatnya mungkin karena ia masih baru sadar dan melihat banyak sekali alat yang menempel di tubuhnya begitu juga selang oksigen yang sangat mengganggu


"dara kalau gitu saya permisi mau cek pasien yang lain semangat jaga suaminya ya "ucap dokter


" iya dok terima kasih banyak" setelah itu dokter Rifan pun pergi meninggalkan mereka


" mas akhirnya kamu bangun udah 7 hari loh pas di rumah sakit" cap darah yang kemudian duduk kembali di kursi


"hehuuuhuhuhuhu" Raka yang ingin sekali melepaskan selang oksigen tersebut


" mas mau lepas ini bentar"darah pun melepaskan selang tersebut Raka pun mencoba untuk bicara


" k e n a p a i n i?" Raka bertanya dengan suara yang masih belum terlalu kuat ia menanyakan kenapa dirinya harus dipasangkan selang di leher


" maaf ya mas semua ini dilakukan buat kebaikan mas kata dokter ini agar mas bisa makan " ucap Dara sedikit sedih


Raka merasa sedih karena dirinya sekarang harus mengalami hal ini lagi air matanya mulai menetes


" mas mas boleh nangis apapun yang terjadi aku akan tetap ada di sini di sisi mas buat menjaga mas mas tenang aja tapi aku nggak bakal ninggalin mas kok" ucap dara memeluk suaminya


Raka pun menangis sejadi-jadinya ia merasa dirinya sudah tidak berguna lagi


sekarang terlihat darah sedang memasukkan susu ke dalam selang agar kakak tidak kekurangan nutrisi


" t e r i m a k a s i h " ujar Raka kepada dara


"nggak usah begitu mas sudah kewajiban saya sebagai seorang istri" udara pun juga mengelap tubuh Raka megantikan pempers setelah itu darah menyelimuti Raka kembali dengan selimut


namun baru saja darah duduk tiba-tiba bau tak sedap mulai tercium yaitu dari tubuh Raka Raka ternyata pup


" bentar ya mas " dara kembali membuka Pampers Raka ternyata benar ia pup dara mengelap bagian bawah dan mengoleskan salep agar kulit Raka tidak iritasi karena hampir 1 bulan ia mengunakan pempers


" mas nggak usah minta maaf aku bosen loh dengerinya mendingan mas marahin saya Saya lebih suka" setiap Dara sambil membenarkan selimut


" iya nanti aku marahin kamu ya tapi nggak ada sini di rumah" mendengar ucapan itu darahku tersenyum


hampir 2 minggu sudah Raka berada di rumah sakit ini ia sudah diperbolehkan pulang


tuan nyonya mobilnya sudah siap" ujar Joe


setelah mereka menaiki mobil melewati macetnya jalanan akhirnya mereka sampai di mansion


selamat datang tuan nyonya ujar bibi dan juga meng Ujang


" iya bi ujar dara kita mau ke atas dulu" saudara dan mendorong kursi roda suaminya menuju lift untuk naik keatas


"den Joe barangnya biar saya aja yang bawah" kejar mang Ujang kemudian mengambil tas tersebut dan membawanya ke kamar atas


" mas Joe mau minum apa biar bibi buatin?" kepada Joe


"oh nggak usah repot-repot bisa soalnya mau ada urusan ke kantor takutnya nanti telat soalnya mau ada meeting ya udah ya bi saya pamit tolong jagain Tuan sama nyonya"ujar Joe ke bibik


"oalah ya udah mas Joe hati-hati di jalan"


kalau gitu saya pamit ya bi " gue pun pergi meninggalkan mension mewah tersebut


kembali lagi ke pasangan suami istri tersebut


"mas kamu butuh sesuatu? "tanya dara


kepada suaminya


"aku mau naik ke kasur "Raka

__ADS_1


dara pun mengangkat tubuh Raka ya semakin hari tubuh akan semakin kurus itu yang membuat dara mudah untuk mengangkatnya


"ada lagi mas?"


"ada aku mau kamu temenin aku di sini sekalian baca ini aku cerita novel romantis gitu lagi pengen dengar cerita" ucap Raka tersenyum getir


"kamu suka baca novel ya udah ntar ya aku ambil"dara pun mengambil beberapa novel ya Raka memang punya banyak novel ya hampir ratusan buku novel yang ia miliki di ruang baca


darah pun membacakan sebuah novel romantis gerakan pun mendengarkan cerita tersebut hingga ia tidur terlelap


lihat Raka yang sudah tidur darah pun bangkit dari tempat tidur dan duduk di sofa memandangi Raka


dia berpikir apa kamu mungkin akan bisa sembuh seperti sedia kala jika seperti ini keadaannya makan saja ia harus melalui selang bahkan dia tidak bisa merasakan apa yang terjadi pada dirinya aku takut jika Raka akan pergi meninggalkanku enggak enggak enggak darah apaan sih yang kamu pikirin


jam menunjukkan pukul 01.00 siang


Dara pun membawa segelas susu untuk Raka darah segera memasukkan tersebut ke dalam selang agar apa bisa mendapatkan nutrisi


"mas kamu ''ternyata benar Pampers yang mereka gunakan untuk membuat kasur menjadi basah dan dipenuhi dengan pup Raka


"ya ampun mas " udara segera mengangkat tubuh Raka ke toilet dan kloset tidak lupa darahmu memasangkan sabuk agar digunakan tidak melorot


mas tunggu di sini ya aku mau bersihin tempat tidur dulu sekalian jadi sprei


nggak usah biarin aja kamu suruh bibi aja


gak usah mas aku bisa sendiri kamu tuh nggak ada di sini nggak akan lama kok


"nggak perlu kamu telepon juga suruh tempat tidur baru"


"what ! mas itu kan buang-buang uang kalau masih bisa dibersihin apa harus" dara berkacak pinggang


"darah uang aku nggak akan habis hanya karena beli satu ranjang kamu lupa suamimu ini siapa?" Raka dengan wajah sok cool nya


"iya iya Raka Lia Winata Wijaya Kusuma yang terhormat saya tahu ada siapa ya udah kalau gitu saya telepon Joe dulu" dara pun pergi meninggalkan suaminya di kamar mandi


melihat wajah darah seperti itu membuat Raka terkekeh


"dia sangat lucu kalau kesal " Raka senyum senyum sendiri


" mas gak perlu beli baru semua udah bersih sekarang kamu aja yang belum " dara datang membawa handuk


" ya tapi kan udah di bilang tadi !"


" udah lah mas buang-buang uang tau " dara megosok tubuh suaminya dengan sabun lalu menguyur dengan air


"dingin banget " Raka


" udah selesai " dara membungkus tubuh suaminya dengan handuk dan memindahkannya ke kursi roda


" tunggu ya aku ambil pakian kamu " dara segera mengambil pakian,lalu memindahkan suaminya ke ranjang


dara mulai megosok minyak kayu putih di perut Raka dan kaki setelah itu salep di bagaian bawah tidak lupa pempers lalu pakian


" nah sekarang kamu sudah tampan" puji dara


" memang dari lahir " sombong Raka


"eleh " dara ingin pergi tapi


"dar tunggu temenin disini " Raka dengan wajah sok sedihnya


" ya sambil aku pijit ya " dara duduk di kasur dan memijat tangan juga kaki meski Raka tak merasakan apapun ia tetap memijat tapi dara mulai mengantuk dan ia tidur di atas dada bidang suaminya Raka pun membiarkan istrinya tidur lalu ia juga tidur


halo sayang nya aku maaf ya kalau masih ada typo hehhehe jangan lupa untuk like vote pokoknya sampai ketemu di cerita berikutnya

__ADS_1


__ADS_2