
Laura tersenyum puas setelah melihat respon Arsen saat bertemu dengan dirinya
"Sebentar lagi kamu akan jadi milikku sayang"
Tangan Laura menyentuh perutnya yang kini masih rata, matanya terpejam sejenak merasakan keberadaan calon bayinya yang masih sebesar buah jeruk
"Maaf ya sayang mama harus melakukan ini, demi masa depan kamu" lirih Laura
Sedangkan di dalam mobil Karin kini sedang merengek minta digendong oleh suaminya, mereka berdua baru saja sampai di rumah
"Yang gendong" rengek Karin
"Iya cintaku" Arsen menoel pipi istrinya yang menggemaskan
Arsen turun dari dalam mobil berjalan menuju istrinya yang duduk di kursi sebelah
Karin sudah merentangkan kedua tangannya seperti anak kecil yang minta di gendong oleh ayahnya
"Kamu kenapa tiap hari tambah gemes sih yang" ujar Arsen
"Ihhh ayo buruan gendong"
Tangan Arsen dengan mudah mengangkat tubuh istrinya membawanya masuk ke dalam kamarnya
Saat menaiki tangga Arsen sedikit mengerutkan alisnya
"Yang kamu agak gendut ya sekarang"
"Emang berat ya?"
"Enggak juga sih, masih berat cintaku padamu wkwkwk" kekeh Arsen menggoda istrinya
Arsen perlahan meletakkan tubuh istrinya dengan lembut di atas tempat tidur
"Mau kemana?" Ujar Karin menahan lengannya yang masih melingkar di leher suaminya
"Nggak kemana-mana sayang, kenapa hmmm" Arsen menciumi wajah istrinya
"Sini aja tidur sama aku" Karin menarik leher suaminya sehingga membuat Arsen sedikit menindih tubuh istrinya
"Dengan senang hati sayang" Arsen menggeser tubuh istrinya yang manja
Karin dengan tidak sabar langsung memeluk dan mengendus wangi tubuh suaminya
Tangan Karin masuk ke dalam kaos dan menggerayangi dada bidang suaminya
"Yang" panggil Arsen dengan suara serak saat merasakan hembusan nafas hangat Karin di telinganya
Tingkah Karin yang berani membuat tubuh Arsen panas dingin menahan gejolak nafsu yang tiba-tiba muncul di dalam dirinya
__ADS_1
"Sekarang udah mulai nakal ya" Arsen membalik tubuh istrinya hingga kini berada di dalam kungkungannya
Arsen duduk di atas pinggang istrinya lalu membuka baju yang ia gunakan sehingga memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang terpahat dengan sempurna
Karin menatap tubuh suaminya dengan tatapan mendamba, tangannya dengan perlahan mulai menyentuh otot perut suaminya yang keras
"****" umpat Arsen tidak tahan dengan perlakuan istrinya
Dengan gerakan cepat Arsen menahan kedua tangan karin yang dari tadi terus menggoda dirinya
"Diam dan nikmati saja sayang" bisik Arsen tepat di telinga istrinya
Tubuh Karin meremang, Arsen langsung menyambar bibir manis istrinya yang selalu membuatnya ketagihan,
Karin kewalahan membalas ciuman suaminya yang begitu panas
Arsen melepaskan ciumannya saat merasakan nafas istrinya yang mulai tersengal
Bibir Arsen kini turun menciumi ceruk leher istrinya sehingga meninggalkan begitu banyak tanda kepemilikan di sana
Tubuh Karin menggelinjang menahan rasa nikmat saat tangan besar suaminya meremas dua aset miliknya dari dalam baju yang ia gunakan
Karin tidak bisa melakukan apapun selain mendesah karena Arsen mencekal kedua tangannya di atas kepalanya
Keringat mulai membasahi wajah Karin, tiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya membuat tubuhnya terasa semakin panas
Arsen menenggelamkan wajahnya di dada istrinya, ia memainkan dua bola kenyal tersebut dengan gemas sampai membuat sang pemilik gelagapan
"Sayang Ahhh..." Karin melenguh saat mulut Arsen mulai menghisap dan memainkan ****** miliknya, Arsen kini mirip seperti anak bayi yang menyusu pada ibunya
Setelah puas bermain di dada istrinya tangan Arsen kini pindah turun ke bawah, ia menarik celana yang di pakai istrinya dengan tidak sabaran
Kini tubuh Karin sudah tidak menggunakan pakaian apapun, tampak sangat mulus dan terawat
Arsen pun tak mau kalah ia dengan cepat melepas celana yang masih tersisa di tubuhnya
Meskipun sudah sering melakukan hal seperti ini Karin masih ternganga setiap kali melihat senjata milik suaminya yang berukuran besar
"Kenapa hmm takut? padahal kamu udah sering ngerasain ini kenapa masih takut" Arsen menuntun tangan istrinya untuk memegang senjata miliknya yang sudah mengeras
Karin masih heran karena milik suaminya yang sebesar ini ternyata bisa masuk ke dalam miliknya
"Argghhh" Arsen mengerang merasakan kenikmatan saat tangan istrinya bermain-main dengan senjata miliknya
"Sudah cukup sayang, sekarang nikmati permainan ku"
Arsen menggoda dengan menggesek-gesek kan senjatanya di area sensitif istrinya
"Yang jangan gitu" gumam Karin yang mulai kehilangan akalnya
__ADS_1
"Apa sayang" ujar Arsen ia tau istrinya kini sudah tidak tahan
"Masukin"
Arsen tersenyum melihat istrinya yang kini sudah gelesotan tidak karuan
"Apanya sayang" bisik Arsen semakin menggoda di telinga istrinya
"Punya kamu masukin" Ujar Karin dengan nada memohon pada suaminya
Arsen tersenyum puas mendengar perkataan istrinya yang memohon kepadanya
bless
Arsen memasukkan separuh senjatanya ke dalam milik istrinya yang terasa sangat nikmat
Ahhhh....
Karin mendesah merasakan penyatuan dengan suaminya yang terasa sangat nikmat
Arsen mulai bermain dengan lembut namun *******-******* yang keluar dari mulut Istrinya membuat ia menjadi gila
Ahhh Ahhh Ahhh
Karin semakin mendesah tidak karuan ketika Arsen bermain dengan begitu cepat di atas tubuhnya
"Sayang ahhh aku mau keluar"
Arsen semakin mempercepat tempo permainannya hingga akhirnya Karin mencengkram erat punggung suaminya dadanya membusung saat merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa
Nafas Karin tersengal, Arsen tak memberi jeda istrinya untuk mengambil nafas ia kembali menggempur tubuh istrinya tanpa ampun
Arsen mengalungkan kedua kaki Karin di pundaknya, hentakan pinggul Arsen yang semakin keras membuat Karin tidak berdaya ia hanya bisa pasrah menerima kenikmatan yang diberikan oleh suaminya
Sampai akhirnya Arsen menekan senjatanya sangat dalam, mengerang dan memeluk tubuh istrinya dengan erat saat ia berhasil mencapai puncak kenikmatannya
Karin merasakan cairan hangat suaminya yang mengalir memenuhi miliknya
Arsen ambruk di atas tubuh istrinya, Karin menyeka kening suaminya yang di penuhi peluh keringat
"Terimakasih sayang" lirih Arsen ia pun tertidur sembari mendusel di leher istrinya
Karin memeluk tubuh suaminya, sebelum ia ikut masuk ke dalam mimpi
...****************...
Jangan lupa like dan vote cerita ini ya
sorry author jarang up lagi sibuk banget ðŸ˜
__ADS_1