Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
Apa Ini Rasa Nyaman?


__ADS_3

Sean dan Alea langsung masuk ke dalam kamar, entah apa yang akan terjadi selanjutnya?


Kedua sejoli itu sudah masuk ke dalam kamar, namun terlihat keduanya sama-sama canggung padahal ehem-ehem di antara mereka sudah terjadi tapi masih saja malu-malu.


Di ruangan yang bernuansa serba putih ini terjadilah keheningan di antara dua sejoli yang entah mau ngapain? Mau pegangan tangan takut salah, mau ciuman apalagi, ya padahal sudah halal tapi ada alasan keduanya sama-sama tak berkutik. Bag patung yang belum di kasih nyawa dua sejoli ini.


"Bedebah kenapa kamu bicara seperti itu pada Kakek? Lagian, aku kan hanya istri sementara," ujar Alea cukup sinis dengan tatapan marah pada Sean.


"Aku ini suamimu, panggilah yang benar! Apa kamu mau hukum di atas ranjang?" Sean begitu kesal pada Alea, enak saja di panggil bedebah laki-laki setampan aku.


Sekarang Sean sudah berani mengancam Alea dengan hukuman di atas ranjang, membuat Alea takut, ya enak sih tapi Sean bagi Alea sangat ganas ketika berada di atas ranjang.


"Hukuman macam apa yang selalu di lakukan di atas ranjang?" cebik Alea dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Hukuman bagi pasangan yang sudah halal, bukankah itu hal yang wajar dan sering kali terjadi di antara suami dan istri," ujar Sean pada Alea. Senyumannya itu sangat manis, membuat Alea sedikit meleleh tapi dia tetap saja menatap Sean dengan sinis, galaknya istri satu ini.


"Hanya suami sementara, jika kekasihmu datang, aku ini akan menjadi orang lain bagimu," kata Alea pada Sean.


Hati Sean bergetar hebat saat mendengar kata-kata Alea, ia teringat akan Belinya gadis yang ia cintai selama ini.


Velin, iya Sean sadar cepat atau lambat Velin pasti akan kembali.


Bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal ini? Dia juga seorang wanita, pasti dia akan kecewa saat tahu kekasihnya telah menikahi wanita lain tanpa sepengetahuan dia.


"Cepat atau lambat dia akan datang, lalu aku juga akan pergi dari hidupmu," kata Alea, gadis cantik ini merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi miring, ia menyelimuti tubuhnya dan hanya kepala saja yang kelihatan.


Dalam hati Sean, aku mengerti akan kekhawatiran Alea. Aku ini terlalu sakrah, aku tidak menepati apa yang ada di dalam perjanjian sebelum aku dan Alea menikah, maafkan aku Alea. Aku tahu aku salah, tapi aku tidak akan menjadi laki-laki brengsek dan apapun yang terjadi aku akan selalu bertanggung jawab padamu.

__ADS_1


Sean merebahkan tubuhnya di samping Alea, ia memeluk Alea yang ada di dalam selimut dengan penuh kehangatan. Berharap Alea akan sedikit jauh lebih tenang.


Saat merasakan pelukan Sean ada rasa yang sulit di jelaskan oleh Alea. "Apa ini sebuah rasa nyaman?" batinnya dalam hati.


"Tidurlah! Jangan banyak berpikir, kalau pun benihku tumbuh di dalam rahimmu aku akan mempertanggung jawabkan semuanya," bisik Sean sebagai pengantar tidur Alea.


Alea hanya diam, ia memejamkan matanya dan berusaha tidur nyenyak malam ini. Untuk ke depannya nanti, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Aku hanya bisa pasrah, tapi jika suatu saat aku harus pergi dari hidupnya Sean ya aku pasti akan pergi.


Entah akan seperti apa kelanjutan cerita mereka berdua?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2