
Sore ini Arsen berniat untuk pulang lebih cepat ia sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan kantornya
Karin tadi sudah menelfonnya jika ia sekarang sedang berada di rumah mamanya
Arsen pun berniat langsung menyusul ke sana karena ia sudah sangat merindukan istrinya
Namun saat baru saja keluar dari ruangannya Arsen merasakan ponsel yang ada di saku celananya bergetar ia pun berhenti dan memeriksa ponselnya
Laura calling
Arsen mengerutkan keningnya melihat nama Laura yang terpampang di layar ponselnya
"Iya halo"
"Kamu dimana sayang" tanya Laura dengan suara yang lemah seperti sedang sakit
"Aku di kantor ada apa?" Arsen sedikit khawatir takut Laura kenapa-napa
"Aku butuh kamu"
Arsen sedikit tidak tega ia pun memutuskan untuk pergi ke apartemen Laura
Namun sebelum pergi Arsen menghubungi Karin terlebih dahulu ia terpaksa berbohong jika ada pekerjaan yang membuatnya harus lembur di kantor
"Selamat sore pak" sapa beberapa satpam yang berjaga di depan lobi perusahaan
"Sore" jawab Arsen singkat
Tak mau membuang-buang waktu Arsen langsung menjalankan mobilnya pergi ke apartemen Laura
Setelah sekitar dua puluh menit akhirnya Arsen tiba di apartemen, namun tanpa Arsen sadari dari kejauhan ada seseorang yang dengan sengaja memotret dirinya saat baru keluar dari dalam mobilnya
Arsen menaiki lift menuju lantai dua puluh di mana kamar apartemen milik Laura berada
*Ting Tong
Arsen memencet bel agar Laura segera membuka pintu untuknya
*Ceklek
Tiba-tiba Arsen merasa sedikit gelagapan melihat Laura yang kini hanya menggunakan baju **** berbahan tipis yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya
Tangan Laura menarik kemeja Arsen agar masuk ke dalam apartemen
"Aku pikir kamu sakit" ucap Arsen dingin karena merasa di bohongi oleh Laura
__ADS_1
"Aku emang sakit" jawab Laura sambil menarik tubuh Arsen agar duduk di sofa
Karin berdiri mengambil kotak obat yang ada di dalam laci meja, baju yang Laura gunakan sangat pendek sehingga Arsen bisa melihat dalaman yang Laura gunakan saat sedang membungkuk
Arsen menghembuskan nafas panjang ia memejamkan matanya berusaha mengontrol dirinya
Laura datang membawa sebuah kotak obat di tangannya, ia duduk tepat di samping Arsen
Arsen terkejut saat melihat Laura yang membuka bajunya dan memperlihatkan punggungnya
"Bantuin olesin ini tangan aku nggak sampai" Laura memberikan sebuah salep pada Arsen untuk di oleskan di punggungnya yang terluka
Arsen dengan ragu menerima salep tersebut
Laura kini berpindah posisi memunggungi Arsen
Arsen mengoleskan salep yang lumayan banyak di punggung Laura agar ia bisa segera pergi
"Dah selesai" ucap Arsen setelah selesai mengobati punggung Laura
Laura pun berbalik ia sengaja berpura-pura menjatuhkan baju yang ia gunakan untuk menutupi buah dadanya
"Ehhh" ucap Laura saat buah dadanya tidak tertutup apapun
Entahlah bukannya tergoda Arsen malah merasa jijik saat melihat aset milik Laura yang lumayan mont*k
"Sial ternyata nggak mempan" umpat Laura kesal karena gagal memancing Arsen
Tak habis akal Laura pun berdiri menuju dapur ia membuat sebuah minuman spesial untuk Arsen
"Nih kamu pasti haus kan sayang" ucap Laura memberikan segelas minuman dingin untuk Arsen
Setelah melihat keadaan Laura yang baik-baik saja Arsen pikir mungkin ini waktu yang tepat untuk berbicara mengenai hubungannya dengan Laura
Arsen ingin mengakhiri semuanya dengan Laura ia ingin hidup bahagia bersama Karin, Arsen baru sadar selama ini ia sama sekali tidak memiliki rasa cinta untuk Laura
Tanpa curiga Arsen meminum minuman yang ada di meja ia meneggak minuman itu hingga habis tak bersisa
Laura tersenyum puas melihat Arsen yang begitu mudah masuk ke dalam jebakannya
Perlahan-lahan Arsen mulai merasakan kepalanya tiba-tiba terasa pusing dan berat, Arsen mencoba mempertahankan kesadarannya ia samar-samar melihat wajah Laura yang tersenyum licik ke arahnya
"****" Arsen mengumpat sebelum jatuh pingsan tidak sadarkan diri
"Yeay bagus akhirnya rencana kedua berhasil" ujar Laura girang
__ADS_1
Laura tersenyum puas melihat Arsen yang kini sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh obat yang sudah ia campurkan ke dalam minumannya
Dengan sekuat tenaga Laura membawa Arsen masuk ke dalam kamarnya
*bruk
Laura menidurkan Arsen di atas tempat tidur miliknya
"Inget Arsen kamu hanya milik aku" ucap Laura penuh dengan ambisi
Perlahan Laura melepas kemeja yang Arsen gunakan hingga tubuh Arsen menjadi telanjang dada
Tangan Laura menelusuri otot-otot tubuh Arsen yang sangat menggoda
Laura sangat bahagia karena bisa melakukan apapun sekarang bahkan ia bisa dengan bebas menikmati tubuh Arsen
Waktu pun cepat berlalu kini Arsen perlahan membuka matanya ia baru saja sadar setelah hampir enam jam tidak sadarkan diri
Jantung Arsen seperti ingin keluar saat menyadari ia dan Laura kini sedang tidur tanpa menggunakan sehelai pakaian pun
"Oh Tuhan apa yang terjadi"
"Sialan dasar bodoh" umpat Arsen merutuki kebodohannya sendiri karena dengan mudah masuk ke dalam jebakan Laura
Arsen dengan cepat menggunakan pakaiannya yang sudah berserakan di lantai, ia ingin segera pergi dari sini
Dengan kepala yang masih terasa pusing Arsen memaksa dirinya untuk berjalan meninggalkan apartemen Laura
Arsen melampiaskan amarahnya dengan memukul stir mobilnya
"AKHHHHH SIALAN" teriak Arsen putus asa ia tidak mau jika nanti harus kehilangan Karin ia sangat mencintai istrinya
Arsen tidak menyangka jika Laura akan berbuat selicik ini untuk bisa mendapatkan dirinya
Pukul satu malam Arsen baru sampai di rumah mertuanya, ia masuk dan melihat Karin yang kini sedang tertidur pulas di atas sofa ruang tamu
Pasti dari tadi Karin khawatir karena dirinya tak kunjung pulang
Arsen mengangkat tubuh Karin dan memindahkannya ke dalam kamar
Karin terbangun saat Arsen dengan perlahan meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur
"Kamu baru pulang" tanya Karin dengan setengah mengantuk
Arsen tidak sanggup mengeluarkan suaranya ia hanya mengangguk menanggapi pertanyaan istrinya
__ADS_1
"Aku mandi dulu" Ucap Arsen lalu masuk ke dalam kamar mandi
Di dalam kamar Mandi Arsen mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar semua bekas sentuhan Laura hilang di tubuhnya, ia tidak mau ada wanita lain yang menyentuh tubuhnya selain Karin