Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
episode 15.Mulai Ada Rasa


__ADS_3

"Ya wajarlah cewek,cewek hatinya lembut mudah tersentuh,yang tidak wajar itu cowok yang suka nangis!itu baru namanya gag wajar.Lirih Claire dengan penuh keberanian.


"Udah berani ngelawan kamu sekarang ya Claire!Ucap Adrian sembari menarik rambut Claire meskipun tidak terlalu kuat tetapi sedikit menyakitkan bagi Claire.


"Maaf Tuan aku sedikit keceplosan, tolong jangan tarik rambutku rasanya sangat sakit.Sahut Claire sambil menahan tangan Adrian diatas kepalanya.


"Makanya jangan berani ngelawan kamu!?jangan sok-sok an deh ngelawanku segala,ini akibatnya kalau kamu menentangku.Kamu dibawah kendaliku sekarang,kalau mau terbebas tolong bayar hutang2 pamanmu beserta bunganya!"Ketus Adrian sambil melepaskan tangannya di rambut Claire.


Claire mengusap -ngusap kepalanya yang terasa sakit .Ia memilih berdiam diri daripada bannyak bicara.


"Sampai kapan aku harus begini ?bahkan aku tidak tahu caranya untuk kabur.Tapi jika aku kabur aku takut Tante akan mencariku dan Adrian melakukan hal-hal yang jahat kepada keluargaku.Oh Tuhan kuatkan aku menghadapi ujian ini,ikhlaskan hati ini menjalani semua ketetapan Engkau,hamba yakin engkau memberikan ujian ini karena hamba sanggub.Hamba yakin suatu saat nanti akan ada kebahagiaan yang menanti hamba walaupun hamba sendiri tidak tahu kapan hari itu datang.Bathin Claire penuh harapan dan doa kepada sang Khalik.


Claire sibuk merapikan rambutnya namun ia tidak lagi peduli dengan apa yang Adrian lakukan.Sampai akhirnya suara dering ponsel milik Adrian membuatnya kaget.


"Siapa sih,nelfon- nelfon gag tau orang lagi dijalan.Gerutu Adrian sambil mengambil ponselnya.


"Saat mengambil ponsel raut wajah nan di gin itu berubah seperti sedang kebingungan sampai membuat Claire yang duduk disampingnya keheranan melihat perubahan mimik muka Adrian.


Lalu Adrian langsung membalas omongan yang ada di telfon disaat mobil masih berjalan.Dengan ketusnya Adrian menjawab


Dari mana kamu mendapatkan nomorku?


"jawab Adrian sembari membalas omongan seorang wanita dari balik telfon.

__ADS_1


Itu sangat mudah bagiku Adrian.Kamu jangan menganggap lemah diriku,ingat bukan Nadya namanya kalau tidak bisa mendapatkan nomor seorang Adrian.Balas perempuan tersebut dengan angkuhnya.


Oh ya bisakah kita bertemu?"Hannya membahas mengenai pekerjaan ,jadi kamu jangan khawatir.Sahut Nadya dibalik telfon.


"Baiklah kalau itu memang urusan pekerjaan kamu bisa langsung share lokasinya padaku.Sudah ya, aku lagi nyetir .Dengan tegas Adrian langsung mematikan ponselnya dan kembali fokus menyetir.


Claire yang sejak tadi tidak sengaja menyimak obrolan Adrian dengan seorang wanita.Apalagi telfon Adrian sebelah kiri tepat disebelah Claire jadi amat jelas terdengar apa isi percakapan mereka berdua.Hingga membuat Claire bertanya-tanya?".


Siapa yang berbicara dengan Adrian?"apakah seorang wanita?eh tunggu -tunggu kenapa aku sekepo ini


,kenapa juga aku jadi penasaran ?Tidak-tidak,tidak seharusnya aku ikut campur urusan pria dingin ini.Meskipun ia bertemu dengan wanita lain.Gumam Claire mulai merasa aneh dalam hatinya.


Sesampainya ditempat yang dituju.Claire langsung turun tanpa menunggu Adrian turun.Namun tiba-tiba Adrian melepaskan dompetnya tepat mengenai kepala Claire hingga membuat Claire terkejut dan menringis kesakitan.


"La terus aku harus ngapain?"lagian inikan udah sampai dirumah.Gimana sih?


Aneh!"sahut Claire berusaha melawan. Tapi tiba-tiba dirinya teringat akan ancaman Adrian jika dirinya melawan akan merasakan akibatnya,hingga membuat Claire terdiam dan mematung.


"Ya ampun bodoh bnget sih aku,sampai -sampai keceplosan lagi ngomongnya.kalau nanti aku disiksa lagi sama pria sombong ini,bisa berabe urusannya.Apa yang harusku lakukan,gerutu Claire didalam hatinya sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Tiba-tiba Adrian menjawab dengan lantang ocehanku,Heh sini kamu !aku sudah pernah bilang kamu jangan pernah ngelawan apapu ucapanku,eh malah semakin besar kepala kamu!budeg atau apa sih nih orang, dibilang satu kali gag ngerti-ngerti lama-lama aku bisa eneg nih melihat wanita ini.


Adrian sekilas melihat dari lekukan tubuh Claire yang tampil sempurna dan menggoda seperti body gitar spanyol,terlontarkanlah perkataan yang tidak enak di dengar dari mulut pria arrogan ini.Kalau dilihat-lihat tubuhmu sangat indah dan bagus tapi jangan senang dulu aku tidak tertarik.Atau aku buat tubuhmu untuk permainan bagiku.Ancam Adrian sambil mencekal lengannya Claire.

__ADS_1


Mendengar hal itu,membuat mata Claire membulat dengan sempurnanya.Sampai ia menelan air ludahnya sendiri.Oh tidak,apa maksud dari perkataan Adrian barusan ?apakah aku akan dijadikan budak pelampiasan nafsu belaka?apa yang harus ku lakukan ya Tuhan?" apalagi akhir-akhir ini hati ini mulai peduli dengan pria arrogant ini.Kalau ini adalah rasa cinta,tolong hapuskan rasa ini ya Tuhan!"Bathin Claire penuh dengan kecemasan.


Seketika lumanan Claire buyar,pria arrogant yang yang tidak punya hati ini menarik lengan Claire dengan kasar tanpa belas kasihan sedikitpun.Claire terkejut dan terhennyak kesakitan.


Cepat ikut denganku,jangan ngelamun disini"paksa Adrian sembari menarik paksa tangan lembut Claire.


Ingin menolak,tapi tidak ada daya karna Adrian selalu mengancam dengan hutang-hutang paman.


Adrian menarik tangan Claire hingga sampai kedalam rumah,lalu pria ini langsung melucuti pakaiannya satu persatu sampai membuat Claire kebingungan Dan gagal paham.


Apa yang harus ku lakukan ya Tuhan.?pria itu ingin merenggut kesucianku,aku belum siap.aku belum sanggup dan aku tidak ingin mahkotaku direnggut paksa,aku belum nikah dan aku gag mau berbuat dosa .Gumam Claire tak henti-hentinya mengeluh dan kebingungan.


Dengan berlahan Adrian mendekati Claire dalam keadaan pakaian sudah lepas hannya celana pendek boxer yang menutupi tubuh atletis pria arrogant tersebut.Sambil membawa pakaian yang sudah dilucuti tadi,Adrian semakin mendekati Claire sampai jarak mereka begitu dekat sampai membuat Claire berjalan mundur dan menelan air ludahnya sendiri.


Dalam keadaan yang super tegang,Adrian dengan santai melontarkan perkataan ini !"ayo cepat cuci semua pakaianku ini.Perintah Adrian sambil melempar pakaian ke muka Claire.


Dengan sangat terkejut,Claire menghembuskan nafas leganya perlahan saat ini ia menyadari jika ia terlalu berlebihan memikirkan hal-hal yang buruk.


"Untung saja,ucapan Claire sambil mengusap dadanya yang penuh dengan kebingungan tadi sudah berakhir.


Tapi kenapa aku berpikiran aneh ?"mana mungkin dia akan menyentuhku tampang sangar gitu gag ada baik-baiknya.Mengapa juga aku disuruh nyuci baju segala,hari pada udah malam lagi,benar-benar kelewatan nih orang.Bathin Claire yang masih berdiri mematung sambil memegang baju kotor Adrian.


Melihatt hal itu,sontak membuat Adrian keheranan karena gadis itu belum juga melaksanakan tugas yang diberikannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2