
Karin kini tengah bersiap untuk pergi makan malam bersama Leo
Karin tampak begitu cantik menggunakan dress berwarna hitam yang terlihat sangat indah berpadu dengan kulit putihnya
sementara itu Arsen kini masih setia berada di dalam ruang kerjanya meskipun sudah malam ia tidak ada niatan untuk beranjak dari meja kerjanya
seluruh karyawan sudah pulang sejak sore tadi sehingga Arsen kini berada di kantor sendirian
Biasanya Daren akan tetap berada di kantor menemani Arsen sampai pekerjaannya selesai, namun hari ini Arsen menyuruh sekretaris pribadinya itu untuk pulang terlebih dahulu
Arsen memang sengaja tidak pulang ke rumah karena ia tidak mau melihat Karin dan Leo pergi bersama, lebih baik ia melihat tumpukan dokumen perusahaan yang ada di mejanya
Duduk di kursi kerja lama-lama membuat punggung Arsen terasa pegal, ia pun menutup kembali dokumen yang ada di tangannya dan meletakkannya di atas meja
Arsen berjalan menuju sofa untuk merebahkan dirinya, ia menggunakan lengannya sebagai bantal kepalanya
Mata Arsen menghadap ke arah langit-langit ruang kerjanya, pikirannya melayang jauh entah kemana memikirkan masa depannya dengan Laura dan juga perasaan yang kini ia rasakan pada Karin
Ucapan Felicia kembali terngiang-ngiang di kepala Arsen jika sampai kapanpun kedua orang tuanya tidak akan merestui hubungannya dengan Laura terutama mamanya
"Cemburu??" gumam Arsen lirih
Arsen kini mencoba memikirkan kembali ucapan Daren tadi siang
"Masak iya cemburu??" tanya Arsen pada dirinya sendiri
Rasa yang Arsen rasakan pada Karin sangat berbeda dengan yang ia rasakan saat bersama dengan Laura
Arsen baru menyadari jika selama ini ia sama sekali tidak pernah merasa cemburu pada Laura
Tapi Arsen heran kenapa ia malah merasa cemburu pada Karin, apa iya Arsen mulai ada menyimpan rasa pada istri kontraknya itu
Arsen menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran aneh yang ada di dalam otaknya
Tidak mungkin Arsen mencintai Karin karena sudah ada Laura di hatinya
Dari pada pusing Arsen memilih memejamkan matanya untuk tidur
______
Mobil Leo mulai masuk kedalam pekarangan rumah Arsen dan Karin, di depan teras Karin sudah siap menunggu kedatangan Leo untuk menjemputnya
Leo turun dari dalam mobilnya ia terlihat begitu tampan menggunakan stelan hitam yang pas di tubuh atletisnya
"Loh warnanya sama" ucap Karin saat menyadari warna dress yang ia gunakan sama dengan stelan yang Leo pakai
"kayaknya kita jodoh" jawab Leo yang di hadiahi Karin cubitan kecil di lengannya
"Aduh aduh aduh sakit"
"Haha maaf, yaudah yuk berangkat" ajak Karin
Leo pun berjalan lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Karin
__ADS_1
"Makasih" ucap Karin sambil tersenyum
Setelah Karin masuk Leo pun menutup pintu mobilnya dengan hati-hati
Leo menyetir mobil dengan kecepatan sedang ia ingin berlama-lama menikmati waktunya bersama Karin
"Rin" panggil Leo dengan suara lembutnya
"We kenapa??"
"Lo cantik banget sumpah" mulut Leo gatal ia tidak bisa menahan pujiannya pada Karin
"Apasih gue tendang juga lo ya" ucap Karin berusaha menahan rasa malunya akibat pujian dari Leo
Leo terkekeh melihat Karin yang menjadi salah tingkah
"Lo kok jadi makin cantik sih Rin"
"Leoo gue jadi maluuuu" Karin menutup wajahnya yang memerah
Tingkah Karin membuat Leo malah semakin gemas padanya
Setelah selesai menggoda Karin mobil Leo kini sampai di sebuah restoran mewah bintang lima yang sangat terkenal
"Bentar" ucap Leo lalu keluar dari dalam mobil
Ternyata Leo ingin membukakan pintu untuk Karin sebelum keluar dari dalam mobil
"Makasih" ucap Karin beserta senyum manis nya yang membuat hati Leo porak poranda
Karin pun dengan senang hati menggandeng lengan kekar Leo
Leo dan Karin berjalan bersama masuk ke dalam restoran mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih
Seorang pelayan datang untuk memberitahu letak meja yang sudah di pesan oleh Leo
Leo menarik kursi dan mempersilahkan Karin untuk duduk
"Lo mau makan apa Rin" tanya Leo saat pelayan memberikan buku menu padanya
"Aku ngikut aja deh" ucap Karin
"Oke" Leo pun memesan makanan untuk dirinya dan Karin
Setelah pelayanan pergi Leo kini mulai mengeluarkan kejutan yang akan ia berikan pada Karin
Leo mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih dari dalam sakunya
Karin mengerutkan keningnya saat Leo menyodorkan kotak berwarna putih itu kepadanya
"Buat siapa" tanya Karin
"Elo lah siapa lagi"
"Tapi ultah gue masih lama"
__ADS_1
"Yahh anggep aja itu hadiah pernikahan lo dari gue"
"Dulu gue dateng gak bawa apa-apa soalnya wkwk" sambung Leo sambil terkekeh
Karin pun mengambil kotak putih tersebut dan ingin membukanya namun di hentikan oleh Leo
"Buka di rumah aja jangan disini"
"Ihhh gue jadi takut jangan-jangan lo ngasih gue bom" tuduh Karin
"Enggak lah yang bener aja"
Karin pun tertawa melihat wajah kesal Leo
______
Arsen terbangun dari tidurnya, tidur di sofa membuat badannya terasa pegal, Arsen mengambil ponselnya yang ada di atas meja ternyata sekarang sudah jam sembilan malam waktunya bagi Arsen untuk pulang
Dengan langkah gontai Arsen berjalan keluar dari ruangannya, suasana kantor sangat sepi dan gelap karena memang tinggal Arsen sendirian yang belum pulang
Sampai di depan lobi Arsen baru melihat jika di luar sedang turun hujan yang lumayan deras
Dua satpam yang sedang berjaga dengan sigap memayungi Arsen yang akan masuk ke dalam mobilnya
"Terimakasih" ucap Arsen lalu menjalankan mobilnya pergi meninggalkan perusahaan
Jalanan terlihat sedikit lenggang tidak banyak kendaraan yang melintas karena sedang hujan
Arsen merasakan mobilnya mulai terasa tidak enak ia pun menepikan mobilnya di pinggir jalan benar saja mobil Arsen pun langsung mati
"SHITT!!"
"Mobil sialan!"
Arsen pun mengeluarkan sumpah serapahnya
Terpaksa Arsen keluar untuk memeriksa mesin mobilnya
Tubuh Arsen pun menjadi basah kuyup akibat di guyur oleh hujan yang turun semakin lebat
"Uhuukk Uhukkk"
Arsen terbatuk-batuk saat ia membuka kap mesin mobilnya yang tiba-tiba mengeluarkan asap
Padahal setiap bulan Arsen tidak pernah lupa untuk menservis mobilnya tapi kenapa masih bisa mogok seperti ini
Dengan tubuh yang sudah basah kuyup Arsen kembali masuk ke dalam mobilnya, jalanan tempat Arsen berada kini sangat sepi tidak ada kendaraan satu pun yang melintas
Kesialan yang di alami oleh Arsen malam ini tidak berhenti di situ saja, saat ia ingin menghubungi Daren untuk menjemputnya ternyata ponselnya malah mati karena kehabisan baterai
Tidak ada yang bisa Arsen lakukan selain menunggu seseorang menolong dirinya, lama-lama tubuh Arsen mulai menggigil kedinginan
Arsen menelusuri seluruh bagian yang ada di dalam mobil namun tidak ada satu barang pun yang bisa ia gunakan untuk menghangatkan tubuhnya
"Ahhhh benar-benar sial"
__ADS_1