Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 47 Makan Malam Bersama Leo


__ADS_3

Karin kini tengah bersiap untuk pergi makan malam bersama Leo



Karin tampak begitu cantik menggunakan dress berwarna hitam yang terlihat sangat indah berpadu dengan kulit putihnya


sementara itu Arsen kini masih setia berada di dalam ruang kerjanya meskipun sudah malam ia tidak ada niatan untuk beranjak dari meja kerjanya


seluruh karyawan sudah pulang sejak sore tadi sehingga Arsen kini berada di kantor sendirian


Biasanya Daren akan tetap berada di kantor menemani Arsen sampai pekerjaannya selesai, namun hari ini Arsen menyuruh sekretaris pribadinya itu untuk pulang terlebih dahulu


Arsen memang sengaja tidak pulang ke rumah karena ia tidak mau melihat Karin dan Leo pergi bersama, lebih baik ia melihat tumpukan dokumen perusahaan yang ada di mejanya


Duduk di kursi kerja lama-lama membuat punggung Arsen terasa pegal, ia pun menutup kembali dokumen yang ada di tangannya dan meletakkannya di atas meja


Arsen berjalan menuju sofa untuk merebahkan dirinya, ia menggunakan lengannya sebagai bantal kepalanya


Mata Arsen menghadap ke arah langit-langit ruang kerjanya, pikirannya melayang jauh entah kemana memikirkan masa depannya dengan Laura dan juga perasaan yang kini ia rasakan pada Karin


Ucapan Felicia kembali terngiang-ngiang di kepala Arsen jika sampai kapanpun kedua orang tuanya tidak akan merestui hubungannya dengan Laura terutama mamanya


"Cemburu??" gumam Arsen lirih


Arsen kini mencoba memikirkan kembali ucapan Daren tadi siang


"Masak iya cemburu??" tanya Arsen pada dirinya sendiri


Rasa yang Arsen rasakan pada Karin sangat berbeda dengan yang ia rasakan saat bersama dengan Laura


Arsen baru menyadari jika selama ini ia sama sekali tidak pernah merasa cemburu pada Laura


Tapi Arsen heran kenapa ia malah merasa cemburu pada Karin, apa iya Arsen mulai ada menyimpan rasa pada istri kontraknya itu


Arsen menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran aneh yang ada di dalam otaknya


Tidak mungkin Arsen mencintai Karin karena sudah ada Laura di hatinya


Dari pada pusing Arsen memilih memejamkan matanya untuk tidur


______


Mobil Leo mulai masuk kedalam pekarangan rumah Arsen dan Karin, di depan teras Karin sudah siap menunggu kedatangan Leo untuk menjemputnya


Leo turun dari dalam mobilnya ia terlihat begitu tampan menggunakan stelan hitam yang pas di tubuh atletisnya


"Loh warnanya sama" ucap Karin saat menyadari warna dress yang ia gunakan sama dengan stelan yang Leo pakai


"kayaknya kita jodoh" jawab Leo yang di hadiahi Karin cubitan kecil di lengannya


"Aduh aduh aduh sakit"


"Haha maaf, yaudah yuk berangkat" ajak Karin


Leo pun berjalan lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Karin

__ADS_1


"Makasih" ucap Karin sambil tersenyum


Setelah Karin masuk Leo pun menutup pintu mobilnya dengan hati-hati


Leo menyetir mobil dengan kecepatan sedang ia ingin berlama-lama menikmati waktunya bersama Karin


"Rin" panggil Leo dengan suara lembutnya


"We kenapa??"


"Lo cantik banget sumpah" mulut Leo gatal ia tidak bisa menahan pujiannya pada Karin


"Apasih gue tendang juga lo ya" ucap Karin berusaha menahan rasa malunya akibat pujian dari Leo


Leo terkekeh melihat Karin yang menjadi salah tingkah


"Lo kok jadi makin cantik sih Rin"


"Leoo gue jadi maluuuu" Karin menutup wajahnya yang memerah


Tingkah Karin membuat Leo malah semakin gemas padanya


Setelah selesai menggoda Karin mobil Leo kini sampai di sebuah restoran mewah bintang lima yang sangat terkenal


"Bentar" ucap Leo lalu keluar dari dalam mobil


Ternyata Leo ingin membukakan pintu untuk Karin sebelum keluar dari dalam mobil


"Makasih" ucap Karin beserta senyum manis nya yang membuat hati Leo porak poranda


Karin pun dengan senang hati menggandeng lengan kekar Leo


Leo dan Karin berjalan bersama masuk ke dalam restoran mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih


Seorang pelayan datang untuk memberitahu letak meja yang sudah di pesan oleh Leo


Leo menarik kursi dan mempersilahkan Karin untuk duduk


"Lo mau makan apa Rin" tanya Leo saat pelayan memberikan buku menu padanya


"Aku ngikut aja deh" ucap Karin


"Oke" Leo pun memesan makanan untuk dirinya dan Karin


Setelah pelayanan pergi Leo kini mulai mengeluarkan kejutan yang akan ia berikan pada Karin


Leo mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih dari dalam sakunya


Karin mengerutkan keningnya saat Leo menyodorkan kotak berwarna putih itu kepadanya


"Buat siapa" tanya Karin


"Elo lah siapa lagi"


"Tapi ultah gue masih lama"

__ADS_1


"Yahh anggep aja itu hadiah pernikahan lo dari gue"


"Dulu gue dateng gak bawa apa-apa soalnya wkwk" sambung Leo sambil terkekeh


Karin pun mengambil kotak putih tersebut dan ingin membukanya namun di hentikan oleh Leo


"Buka di rumah aja jangan disini"


"Ihhh gue jadi takut jangan-jangan lo ngasih gue bom" tuduh Karin


"Enggak lah yang bener aja"


Karin pun tertawa melihat wajah kesal Leo


______


Arsen terbangun dari tidurnya, tidur di sofa membuat badannya terasa pegal, Arsen mengambil ponselnya yang ada di atas meja ternyata sekarang sudah jam sembilan malam waktunya bagi Arsen untuk pulang


Dengan langkah gontai Arsen berjalan keluar dari ruangannya, suasana kantor sangat sepi dan gelap karena memang tinggal Arsen sendirian yang belum pulang


Sampai di depan lobi Arsen baru melihat jika di luar sedang turun hujan yang lumayan deras


Dua satpam yang sedang berjaga dengan sigap memayungi Arsen yang akan masuk ke dalam mobilnya


"Terimakasih" ucap Arsen lalu menjalankan mobilnya pergi meninggalkan perusahaan


Jalanan terlihat sedikit lenggang tidak banyak kendaraan yang melintas karena sedang hujan


Arsen merasakan mobilnya mulai terasa tidak enak ia pun menepikan mobilnya di pinggir jalan benar saja mobil Arsen pun langsung mati


"SHITT!!"


"Mobil sialan!"


Arsen pun mengeluarkan sumpah serapahnya


Terpaksa Arsen keluar untuk memeriksa mesin mobilnya


Tubuh Arsen pun menjadi basah kuyup akibat di guyur oleh hujan yang turun semakin lebat


"Uhuukk Uhukkk"


Arsen terbatuk-batuk saat ia membuka kap mesin mobilnya yang tiba-tiba mengeluarkan asap


Padahal setiap bulan Arsen tidak pernah lupa untuk menservis mobilnya tapi kenapa masih bisa mogok seperti ini


Dengan tubuh yang sudah basah kuyup Arsen kembali masuk ke dalam mobilnya, jalanan tempat Arsen berada kini sangat sepi tidak ada kendaraan satu pun yang melintas


Kesialan yang di alami oleh Arsen malam ini tidak berhenti di situ saja, saat ia ingin menghubungi Daren untuk menjemputnya ternyata ponselnya malah mati karena kehabisan baterai


Tidak ada yang bisa Arsen lakukan selain menunggu seseorang menolong dirinya, lama-lama tubuh Arsen mulai menggigil kedinginan


Arsen menelusuri seluruh bagian yang ada di dalam mobil namun tidak ada satu barang pun yang bisa ia gunakan untuk menghangatkan tubuhnya


"Ahhhh benar-benar sial"

__ADS_1


__ADS_2