
Dari tadi Arsen hanya diam duduk di atas sofa sambil memperhatikan Karin yang sibuk dengan pekerjaannya
Desain yang Karin buat kali ini adalah sebuah gaun pengantin yang di minta khusus oleh kliennya, meskipun sedikit susah namun Karin sangat senang karena ia bisa di percaya oleh kliennya untuk membuat gaun pengantin yang indah di hari spesialnya
Namun ada sebuah kendala saat Karin ingin menggunakan laptopnya yang tiba-tiba sema layarnya menjadi hitam
"Loh kok jadi gini"
Arsen pun datang menghampiri Karin
"Kenapa?" tanya Arsen yang berdiri di belakang kursi Karin
"Nggak tau tiba-tiba mati"
Arsen mencoba membantu Karin mengotak atik laptopnya
Jantung Karin kembali terasa bergetar saat posisi Arsen kini begitu dekat dengan dirinya bahkan jika Karin menoleh sedikit ia bisa mencium pipi Arsen
Karena jarak yang begitu dekat aroma parfum Arsen sampai tercium jelas di hidung mancung Karin
"Oh My God, wangi bangettt"
"Udah nih" ucap Arsen setelah selesai memperbaiki laptop Karin
"Huftt" akhirnya Karin bisa merasa lega saat tubuh Arsen sedikit menjauh darinya
"Tok tok tok" suara ketukan dari pintu ruangan Karin
"Masuk" sahut Karin
"Halooo" Leo masuk dengan membawa sebuah bucket bunga mawar berwarna merah
Senyum Leo memudar setelah ia melihat Arsen yang ternyata kini berada di dalam ruangan Karin
Leo tersenyum sinis saat ia melihat tatapan tidak suka yang Arsen berikan kepadanya
Karin menyadari suasa di dalam ruangannya yang tiba-tiba terasa tidak enak
"Eh Leo ngapain tumben kesini?"
"Oh iya kenalin ini Arsen suami gue" ucap Karin yang memperkenalkan Arsen pada Leo
__ADS_1
Leo menjulurkan tangannya namun tidak di balas oleh Arsen
Arsen malah berjalan melewati Leo kemudian mengambil jas miliknya yang ada di atas sofa
"Aku balik ke kantor" pamit Arsen pada Karin lalu pergi
"Duhh kenapa sih ni orang, kadang baik kadang kurang ajar" gumam Karin
Karin menjadi canggung ia merasa tidak enak pada Leo akibat perbuatan Arsen
"Oh iya nih buat lo" Leo memberikan bucket bunga yang ia bawa pada Karin
"Oh i-iya makasih"
"Eh btw nanti malem lo free nggak" tanya Leo
"Emm free aja sih, kenapa emang?"
"Makan malem yuk berdua" ajak Leo
Leo tersenyum menunggu jawaban Karin
"Boleh"
"Yess! berarti nanti malem lo gue jemput ya?" ucap Leo senang
"Oke"
Tanpa Karin dan Leo sadari di balik pintu Arsen masih setia berdiri mendengarkan percakapan mereka berdua
Arsen mengepalkan tangannya ia merasa tidak suka dengan Leo yang berusaha mendekati Karin
______
Daren baru saja menghempaskan bokongnya di Kursi kerjanya setelah selesai mengatur semua jadwal Arsen yang kacau akibat kelakuan bosnya itu
"Haduh ya ampun punya bos gini amat"
Tenaga Daren seperti sudah terkuras habis dari tadi ia harus mendengarkan omelan para klien akibat Arsen yang seenaknya membatalkan meeting penting perusahaan
Daren memejamkan matanya sebentar sambil menyenderkan punggungnya di kursi kerja miliknya
"Ehem"
__ADS_1
"Ck siapa sih ganggu banget" ucap Daren kesal dengan suara deheman yang ia dengar
"EHEMM!"
"KYAAAA.....! p-pak Arsen" teriak Daren yang terkejut karena melihat bos-nya yang tiba-tiba sudah berduri di depan meja kerjanya
Daren buru-buru berdiri dari kursi kerja yang ia duduki
"Ikut saya" perintah Arsen pada sekretaris pribadinya
Dengan langkah cepat Daren mengikuti Arsen yang masuk ke dalam ruang kerjanya
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Duduk" ucap Arsen sambil memberi isyarat pada Daren untuk duduk di sofa
"Baik pak" Daren pun kembali menuruti perintah bosnya
Mata Daren terus melihat ke arah Arsen yang sedang mondar mandir di depannya
"Pernah nggak kamu tiba-tiba ngerasa nggak suka?" tanya Arsen membuat Daren mengerutkan keningnya
"Nggak suka? nggak suka apa pak?" Daren tidak paham dengan maksud Arsen
"Gini emmmm...." Arsen tampak berfikir jari tangannya mengetuk-ngetuk dagunya
"Kamu nggak suka liat cewek sama cowok"
"Ohhhh cemburu?"
"Cemburu??"
"Iya, bapak lagi cemburu??" tebak Daren
"Enggak"
"Terus??"
Arsen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak bisa menjawabnya pertanyaan Daren
"Udah-udah kamu balik ke depan, saya masih banyak kerjaan" usir Arsen agar Daren kembali ke mejanya
Dengan wajah bingung Daren pun keluar dari ruangan Arsen
__ADS_1
"Nih pak bos kenapa sih, kok jadi gak jelas begini" gumam Daren