Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 59 mencintai orang yang salah


__ADS_3

Dengan perasaan campur aduk Arsen pergi meninggalkan Karin sendirian di rumah, tapi di sisi lain Arsen juga tidak tega membiarkan Laura yang sedang menangis kesakitan, apalagi Laura tidak memiliki siapa-siapa selain dirinya


Arsen sebenarnya sudah lama ingin mengakhiri hubungannya dengan Laura tapi ia takut jika ia akan di nilai sebagai orang jahat karena meninggalkan Laura begitu saja


*Tok Tok Tok


Arsen mengetuk pintu apartemen Laura, tak lama Laura muncul dari balik pintu dengan kondisi yang sangat menyedihkan


"Kamu kenapa ha?" Arsen begitu terkejut melihat penampilan Laura yang acak-acakan


Laura yang ditanya seperti itu pun hanya diam, ia hanya berlari ke pelukan Arsen sambil kembali terisak


"Laura kamu kenapa?"


Tidak ada jawaban dari mulut Laura ia malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Arsen


Bertanya secara terus-menerus tidak ada gunanya sekarang, Arsen hanya bisa menenangkan Laura dengan mengelus punggungnya


Melihat mata Laura yang begitu bengkak Arsen yakin ini bukan karena masalah sakit kepala biasa, pasti ada sesuatu yang terjadi pada Laura hingga membuat ia menangis seperti ini


"Udah ya" Arsen terus berusaha untuk menenangkannya Laura


Arsen melepaskan pelukan tubuhnya dari Laura, ia menatap wajah Laura dengan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran apa yang sebenarnya terjadi


"Kamu cerita ke aku, ada yang ganggu kamu, kenapa penampilan kamu jadi acak-acakan banget kayak gini?"

__ADS_1


"Kepala ku sakit sampai aku nggak bisa ngapa-ngapain selain nangis" ucap Laura yang tak sepenuhnya berbohong karena terus menangis membuat kepalanya terasa pusing


~


Di sisi lain Karin tersenyum kecut menatap makanan yang belum sama sekali di sentuh oleh Arsen


Karin menekan dadanya yang terasa sakit, setetes air mata tiba-tiba jatuh di pipinya Karin merasa kasihan dengan dirinya sendiri


Ternyata mencintai seseorang yang jelas-jelas hatinya sedang di miliki oleh orang lain itu sangat menyakitkan


Harusnya dari awal Karin sudah sadar jika pernikahannya dengan Arsen hanyalah sementara sehingga tidak seharusnya ia menggunakan hatinya


Karin membuang semua makanan yang ada di meja ke dalam tempat sampah, ia bahkan tidak perduli jika Arsen akan marah ke padanya


*klek


Karin melihat ponselnya yang berada di atas meja nakas sebelah tempat tidurnya, Karin mengambil ponsel tersebut untuk menghubungi Netta, karena Karin pikir mungkin berbicara dengan Netta bisa membuat perasaannya menjadi lebih baik


*Tuuuuuttttt tuuuuuuut


Suara sambungan telfon yang tak kunjung di jawab oleh Netta


"Hallo Rin"


"Nett gue..." Karin tidak sanggup melanjutkan ucapannya yang terdengar kini hanyalah suara isak tangis yang membuat Netta khawatir

__ADS_1


"Rin lo kenapa? gue samperin ya?"


"Enggak usah, udah malem" tolak Karin ia takut terjadi sesuatu pada Netta karena hari sudah malam sehingga bahaya jika perempuan keluar sendirian


"Lo kenapa Rin, ayo cerita sama gue"


"Gapapa Nett, gue cuma sedih karena kasihan sama diri gue sendiri" ucap Karin dengan suara parau


"Arsen?" feeling seorang sahabat memang tidak pernah salah, Netta menduga semua ini pasti ada kaitannya dengan Arsen


"Haha udah ketebak banget ya" kekeh Karin namun Netta dengan jelas bisa menangkap kesedihan di setiap kata yang Karin ucapkan


"Sebenarnya dari dulu gue mau ngingetin elo, tapi kayaknya gue terlambat sekarang, saat ini lo harus inget Rin, pernikahan yang kini elo jalanin sama Arsen itu hanya pernikahan kontrak, jadi gue gak mau elo jatuh cinta beneran sama dia karena menurut gue dia juga gak cocok sama elo" tegas Netta


Karin tertampar dengan ucapan Netta harusnya memang dari awal ia tidak perlu melibatkan hatinya, di sini Karin lah yang salah karena mencintai orang yang seharusnya tidak perlu ia cintai


~


Pukul satu dini hari Arsen baru saja kembali dari apartemen milik Laura, sebelum naik ke kamar Arsen pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil minuman di dalam kulkas


Arsen menengguk minuman yang ada di tangannya sampai habis tak bersisa, saat membuang botol minumannya Arsen tidak sengaja melihat makanan yang ia masak di dalam tong sampah


"Lho kenapa? apa rasanya nggak enak?" gumam Arsen kecewa


Setelah itu Arsen bergegas naik ke lantai atas namun ia mengerutkan dahinya saat melihat pintu kamar yang terkunci dari dalam

__ADS_1


"Duhh kenapa lagi nih" gumam Arsen


__ADS_2