Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 63 Perhatian


__ADS_3

Hari demi hari berlalu tak terasa sudah hampir satu bulan Anthony pergi meninggalkan putri dan istri tercintanya


Karin mulai menjalani harinya seperti biasanya, kini ia kembali bekerja di butik miliknya, tangan Karin terasa sedikit kaku memegang pensil setelah cukup lama beristirahat dan tidak melakukan apapun di rumah


*Drttt... Drttt...


Ponsel Karin bergetar terlihat ada sebuah pesan masuk dari Arsen


"Semangat 😘❤️"


Karin tersenyum membaca pesan dari Arsen yang dikirim lengkap dengan emoticon bergambar hati


Hampir setiap hari Arsen selalu mengirim pesan singkat pada Karin seperti ini, semenjak Anthony meninggal sikap Arsen pada Karin berubah, ia menjadi lebih perhatian dan posesif pada Karin


Karin menggelengkan kepalanya gara-gara membaca pesan dari Arsen barusan, membuat ia jadi lupa dengan pekerjaan yang harus segera ia selesaikan


~


Sedangkan di tempat lain Laura kini sedang berada di sebuah supermarket untuk belanja beberapa keperluannya


Dengan sedikit kesusahan ia mendorong troli yang sudah lumayan terisi dengan barang belanjaannya


Saat ingin membayar di kasir mata Laura melihat Rey yang sedang berjalan bergandengan mesra dengan seorang wanita


Dengan cepat Laura berjalan untuk mengejar Rey


"Rey!" panggil Laura dengan nyaring membuat beberapa pengunjung yang lain melihat ke arahnya


"Kamu siapa ha?" tanya Laura sambil menunjuk ke arah wajah wanita yang sedang berdiri di samping Rey


"Lo apa-apaan sih" ucap wanita tersebut


Rey memasang wajah tidak suka pada Laura


"Kenapa, Lo nggak usah ganggu gue lagi!"


Dengan cepat Rey menepis tangan Laura yang ini memegang lengannya


"Jangan pernah sentuh gue!" ucap Rey dengan jijik


"Rey kamu boleh benci aku tapi anak ini butuh kamu" ucap Laura dengan suara yang bergetar


Tiba-tiba Rey berjalan mendekat, Laura bisa merasakan aura yang penuh kemarahan dan kebencian


Rey dengan kasar meremas lengan hingga membuat Laura merasa sangat kesakitan


"Sepertinya lo emang pengen gue yang bunuh anak sialan itu dengan tangan gue sendiri" bisik Rey membuat tubuh Laura meremang

__ADS_1


Tangan Laura berusaha untuk melindungi perutnya yang masih terlihat rata


"Gimana kalo gue sekalian bunuh kalian berdua hmmm"


Tubuh Laura semakin bergetar mendengar ancaman Rey yang benar-benar menakutkan


Tangan Rey menarik lengan Laura hingga membuatnya terjatuh di lantai, dengan tega Rey langsung meninggalkan Laura yang sedang kesakitan


~


Di kantor Arsen kini sedang senyum-senyum sendiri di dalam ruangannya sambil melihat pesan yang tadi sudah ia kirimkan pada Karin


*Tok... Tok... Tok...


Arsen dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar saat Daren masuk ke dalam ruangannya


"Ini pak ada berkas yang harus bapak periksa"


"oke"


Setelah selesai menyerahkan berkas Daren pun kembali ke meja kerjanya


"Daren" panggil Arsen saat sang sekretaris ingin keluar dari ruangannya


"Iya pak"


"Kosongkan jadwal saya setelah makan siang"


"Baik pak" sambung Daren


Dalam hati Arsen bersorak kegirangan karena setelah ini ia bisa datang menemui Karin di butiknya


*Drttt ... Drttt ....


Arsen merasakan ponsel yang ada di dalam sakunya bergetar, ia melihat ternyata Laura yang meneleponnya


"Oh ****" umpat Arsen ia lupa jika masih ada Laura di hidupnya


"Sayanggg aku sakit" ucap Laura saat Arsen mengangkat panggilannya


"Kamu di mana?" tanya Arsen


"Apart kamu kesini ya temenin aku"


Arsen merasa bersalah karena tidak memperhatikan keadaan Laura padahal ia adalah kekasihnya


"Aku kesana"

__ADS_1


~


"Lauraa"


*Tok... Tok...Tok..."


"Laura"


*Ceklek


Seketika rasa bersalah yang Arsen rasakan menjadi semakin parah saat melihat keadaan tubuh Laura kini yang semakin kurus


"Maafin aku" ucap Arsen saat memeluk tubuh Laura


"Gapapa honey, ayo masuk"


Arsen melihat luka lebam yang ada di lengan Laura


"Ini kenapa?"


Laura kaget saat Arsen tiba-tiba memegang lengannya yang terasa sakit akibat ulah Rey


"Gak papa tadi nggak sengaja kepentok meja" bohong Laura


Laura mengajak Arsen untuk duduk di atas sofa


"Kamu kenapa nggak pernah hubungin aku lagi honey" ucap Laura membuat Arsen sedikit gelagapan


"Sorry sayang urusan di kantor banyak banget" Arsen mengelus rambut Laura


"Jangan-jangan kamu udah nggak cinta sama aku ya?"


"Enggak lah jangan ngaco" ucap Arsen


Laura menidurkan kepalanya di atas pangkuan Arsen


Dengan lembut Arsen mengelus kepala Laura, Arsen meneliti setiap tubuh Laura yang kini terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya


"Kamu udah ke rumah sakit?" tanya Arsen


"Udah, kata dokter aku nggak papa cuma di suruh banyak istirahat aja honey"


Arsen membuka aplikasi online untuk memesan makanan, hari ini ia akan makan siang bersama Laura saja


"Jangan lupa makan"


Arsen terkejut melihat pesan yang dikirim Karin kepadanya, karena ini pertama kalinya Karin mengirim pesan berisi perhatian yang di tujukan kepadanya

__ADS_1


"Siap❤️❤️❤️"


Arsen membalas pesan Karin dengan penuh cinta


__ADS_2