Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
Jika Velin Kembali Bagaimana?


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian itu, Alea lebih banyak diam, bahkan ia bersikap cuek pada Sean selama satu minggu ini.


Tidur saja biarpun satu ruangan Alea seperti tidak kenal dengan Sean, ia tetap tidur di sofa. Bahkan selalu tidur lebih dulu dari Sean, saat ini ia tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya? Karena ulah Sean membuat Alea marah dan kecewa.


Sean yang tidak menepati perjanjian pernikahannya, Sean itu bodoh dia malah menanam benih di rahimku.


Pagi yang cerah Alea sudah bangun lebih dulu, ia pun sudah mandi dan berdandan dengan cantik.


Sedangkan Sean sedang memakai jas karena mau berangkat ke kantor, melihat Alea kembali acuh dan seperti orang tidak kenal. Helaan nafas kasar pun keluar dari mulut Sean.


"Aku tahu aku salah, karena aku melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan, aku minta maaf Al," katanya dan satu tangannya menahan tangan Alea, rasanya tidak tahan di abaikan selama satu minggu ini.


Alea mengibaskan tangan Sean, tapi Sean dengan kuat menahan tangan Alea.


"Al, jangan seperti anak kecil!" pintanya dengan nada sedikit menekan.

__ADS_1


Alea akhirnya mengarahkan pandangannya ke Sean, lalu menatap kedua manik mata Sean dan tatapan itu cukup tegas.


"Aku tidak seperti anak kecil, aku hanya marah padamu. Kamu melakukan hal ini tanpa berpikir panjang, bagaimana jika aku hamil? Lalu kekasih pujaan hatimu pulang, aku yang paling yang terluka dan kelak jika benih ini tumbuh, benih ini juga akan ikut terluka," ujar Alea pada Sean.


"Aku akan bertanggung jawab, kamu tidak usah khawatir!" jawab Sean enteng.


"Dengan apa? Dengan uang atau kamu akan memisahkan aku dengan benih ini nanti jika benih ini benar-benar tumbuh," cecar Alea sangat marah pada Sean.


"Tidak semua hal bisa di selesaikan dengan uang Tuan Sean, jangan anggap enteng semua masalah yang ada! Aku hanya takut hamil, aku tidak siap dengan semua ini," tangis Alea pecah, membuat Sean diam tapi reflek ia langsung menarik tubuh mungil Alea ke dalam pelukannya.


"Nasi sudah menjadi bubur, mari kita ikuti takdir saja!" kata Sean pada Alea, aku akan menebus kesalahanku padamu Lea.


"Jika kamu sampai hamil, aku janji aku tidak akan memisahkan kamu dengan anakmu nanti," janji Sean pada Alea.


Dalam hati Alea, suatu saat Velin akan datang kembali dan pastinya aku akan menjadi orang asing, mungkin Sean juga tidak akan menganggap aku lagi dan akhirnya aku harus pergi.

__ADS_1


Sean terus memeluk Alea, biarpun ia sudah melakukan kesalahan tapi ia akan menjadi orang yang bertanggung jawab.


Setelah beberapa lama, Sean melepaskan Alea dari pelukannya.


"Aku tidak percaya dengan janji, karena janji bisa kapan saja di ingkari," kata Alea dengan nada sendu dan terdengar lemas.


"Lalu aku harus bagaimana? Aku akan buktikan semuanya Lea," kata Sean dengan mantap dan yakin.


Alea menatap Sean, tatapannya kali ini cukup dalam.


"Jika Velin kembali bagaimana?" tanyanya pada Sean, seketika Sean terdiam.


Kini kedua manusia itu saling diam satu sama lain, pikiran Sean langsung menjadi bingung.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2