
Karin mengerjapkan matanya ia tersenyum ketika melihat wajah Arsen yang sedang tertidur pulas di depannya
Dengan hati-hati Karin berusaha bangun dari tempat tidur agar tidak menganggu Arsen yang masih terlelap
Setelah kejadian tadi malam Arsen langsung menggendong tubuh Karin dan membawanya masuk ke dalam kamar untuk tidur berdua
Tidak ada penolakan dari Karin mungkin karena ia terlalu terlena dengan ciuman yang Arsen berikan kepadanya
Karin kini berdiri di depan cermin kamar mandi sambil memegangi bibirnya yang ranum
Ciuman Arsen yang begitu lembut masih terngiang-ngiang di dalam kepalanya untung saja Karin tadi malam masih bisa menahan dirinya sehingga tidak sampai melakukan hal yang lebih dalam dengan Arsen
Setelah dari kamar mandi Karin kini turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ia sengaja tidak membangunkan Arsen karena sekarang merupakan hari libur
Saat sedang asik memasak Karin di kejutkan dengan sebuah tangan yang tiba-tiba berada di pinggangnya
"Pagi" ucap Arsen yang kini sudah berdiri di samping Karin tanpa mengenakan bajunya
"P-pagi" balas Karin dengan sedikit terbata karena merasa grogi saat melihat Arsen yang berdiri di dekatnya
Arsen pergi mengambil beberapa buah telur dari dalam kulkas kemudian menggorengnya di atas kompor
Di belakang Karin dengan susah payah menelan ludahnya sendiri melihat punggung lebar Arsen yang tampak kokoh
Setelah mereka berdua selesai sarapan Arsen mengajak Karin untuk pergi bersamanya
Awalnya Karin menolak namun Arsen memaksa sehingga akhirnya Karin pun menurut
______
Ternyata Arsen membawa Karin untuk menonton film di bioskop kini mereka berdua sedang mengantri untuk membeli tiket
Di samping Karin terdapat seorang pria yang terlihat terus memperhatikan Karin dari tadi, pria itu menggunakan topi hitam dan masker yang menutupi wajahnya
Gelagat aneh pria tersebut membuat Karin mulai tidak nyaman, mata pria aneh tersebut terus melihat tubuh Karin dari atas sampai bawah
Tangan Karin mulai meremas ujung kemejanya ia takut melihat pria yang kini berada di sampingnya itu
__ADS_1
Sedangkan Arsen dari tadi tidak menyadari sesuatu yang terjadi pada Karin karena ia asik dengan ponsel yang ada di tangannya
Karin menghembuskan nafas lega saat antrian di barisannya mulai berjalan maju sehingga ia tidak sejajar lagi dengan pria aneh tersebut
Arsen memilih untuk menonton film horor KKN desa penabuh yang kini sedang viral dan di gandrungi oleh banyak orang
Setelah mendapatkan tiket Arsen dan Karin pun mulai memasuki ruang bioskop
______
Sementara itu seorang laki-laki yang sedang menggunakan topi berwarna hitam tampak baru saja keluar dari dalam lift
Pria tersebut langsung masuk ke dalam mobilnya yang sedang terparkir rapi di basement
"Hah akhirnya" gumam pria tersebut tampak lega setelah melepaskan topi dan masker yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya
tanpa ada yang mengetahui pria itu adalah Rey yang dengan tidak sengaja bertemu dengan Arsen saat di bioskop tadi
"Oke juga tuh cewek" gumam Rey dengan seringai jahatnya
"Kayaknya gue sekarang punya target baru nih untuk menghancurkan Arsen"
Melihat pandangan mata Arsen pada Karin yang penuh cinta membuat Rey yakin jika ia bisa menggunakan Karin untuk menghancurkan Arsen
~
"AAAAAAA!"
Teriakan para penonton yang ada di dalam bioskop membuat telinga Arsen sedikit berdengung
Rasanya Arsen ingin mengusir mereka semua sehingga ia bisa menonton film horor yang ada di depannya dengan tenang
Arsen melirik ke arah tempat duduk Karin yang berada di samping
Film sudah di putar hampir setengah jalan, Arsen kira Karin seorang wanita pemberani karena dari tadi ia sama sekali tidak mendengar jeritan atau pun teriakan ketakutan dari mulut wanita tersebut
Ternyata dari awal film di putar Karin hanya diam dan memejamkan matanya sambil menggunakan earphone yang dapat mengisi seluruh gendang telinganya
"Pffttttt" Arsen berusaha untuk menahan bibirnya yang ingin tertawa
__ADS_1
"Di ajak ke bioskop bukannya nonton malah merem wkwk" kekeh Arsen
"Rinnn...."
"Karinnnn"
Arsen berusaha untuk membangunkan Karin yang sedang tertidur karena film yang diputar sudah selesai
"Rin kamu ngiler!"
Ucap Arsen yang berhasil membuat Karin langsung bangun dan mengusap bibirnya
"Loh orang-orang pada kemana??" tanya Karin yang baru saja bangun dan melihat ruangan bioskop yang kini sangat sepi hanya tinggal mereka berdua di dalamnya
"Mereka udah bubar, lagian kamu sih dari tadi ketiduran" Arsen mencubit hidung Karin gemas
Setelah selesai nonton, kini gantian Karin yang mengajak Arsen untuk pergi ke suatu tempat
"Mau kemana??" tanya Arsen saat Karin dengan semangat menarik tangannya menuju parkiran
"Udah ayo ikut aja" perintah Karin
Arsen pun memberikan kunci mobilnya pada Karin ia membiarkan wanita yang duduk di sampingnya itu untuk menyetir
"Udah siap??" tanya Karin setelah selesai memasang sabuk pengamannya
"Yes!"
Karin dengan semangat menginjak pedal gas sehingga mobil Arsen kini melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi
"Rin pelan-pelan aja"
Arsen merasa ngeri setiap Karin menyelip mobil yang ada di depannya
Sepertinya kini Arsen mulai menyesali keputusannya saat membiarkan Karin menyetir mobilnya
"Rin kayaknya aku aja yang bawa mobilnya biar kita berdua selamat"
"Udah diem aja bentar lagi kita udah sampai"
__ADS_1
"Dari tadi kamu bilang sebentar terus tapi nggak sampai-sampai tau gini aku langsung pulang aja" omel Arsen