
Arsen terus berjalan mondar-mandir merasa cemas dan tidak tenang memikirkan istrinya yang tak kunjung pulang ke rumah padahal hari sudah sore
Namun tiba-tiba langkah Arsen terhenti saat matanya melihat sebuah mobil yang berhenti tepat di depan gerbang rumahnya
Seketika hati Arsen terasa sangat lega dan senang saat melihat istri tercintanya yang sedari tadi ia tunggu turun dari dalam mobil tersebut,
Rupanya pemilik mobil tersebut adalah Netta sahabat dekat istrinya
Arsen berlari menghampiri dan memeluk tubuh istrinya
"Sayang kamu dari mana?" ujar Arsen yang tampak begitu khawatir
Karin tidak membalas ucapan suaminya ia hanya menatap wajah tampan yang kini ada di depannya dengan tatapan tajam, ia masih kesal dengan perbuatan suaminya yang masih menyimpan foto mantannya
"Sayang tunggu aku mau jelasin" Arsen mengacak rambutnya kesal karena Karin langsung pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan dirinya begitu saja
Karin masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya, ia sangat kesal melihat wajah suaminya
Tubuh Karin sudah terasa sangat lengket ia pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Sedangkan di depan pintu Arsen kini kebingungan karena Karin mengunci pintu kamarnya dari dalam
"Sayang kenapa di kunci" teriak Arsen dengan suara lantang sambil menggedor-gedor pintu kamarnya
Namun tidak ada sahutan dari dalam
"Yang dengerin dulu penjelasan ku" ujar Arsen dengan suara memelas
Di dalam kamar mandi Karin kini sedang berendam di dalam bathtub, wangi sabun yang ia gunakan membuat otaknya sedikit rileks
Karin menatap ke arah langit-langit kamar mandi yang berwarna putih, pikirannya kembali melayang jauh memikirkan sebuah pigura kecil yang tak sengaja ia temukan tadi pagi di laci meja kerja suaminya
"Apa Arsen masih gamon ya sama Laura, sampai fotonya aja masih di simpan rapi di meja kerjanya" gumam Karin menduga-duga
Ada dua kemungkinan yang terjadi bisa saja ucapan Netta tadi benar mungkin Arsen lupa untuk membuang foto tersebut, namun bisa juga Arsen sengaja masih menyimpan foto tersebut karena ia masih mencintai Laura
Dua kemungkinan tersebut terus berputar di kepala Karin, membuatnya sedikit pusing
Tak terasa hampir satu jam lebih Karin berendam busa sabun yang sebelumnya penuh di dalam bathtub kini perlahan mulai menghilang entah kemana
Karin keluar dari dalam kamar mandi ia melihat jam yang bergelantungan di tembok sudah menunjukkan pukul tujuh malam
Drttt
Suara ponsel yang berdering membuat Karin melangkahkan ke arah tempat tidur untuk mengambil tas miliknya
"Siapa sih telfon-telfon" ujar Karin dengan nada tidak suka
__ADS_1
Namun ekspresi wajah tidak sukanya berubah ketika melihat nama Netta yang muncul di layar ponselnya
"Hallo, woy gimana udah baikan belum?" cerocos Netta
"Belom"
"Hah kenapa belom aja dari tadi"
"Gue males liat mukanya"
"Ih dasar idiot, lo tu harusnya dengerin dulu penjelasan dari laki lu siapa tau cuma salah paham"
"Besok aja gue masih gak mood"
Terdengar suara Netta menghela nafas panjang setelah mendengar jawaban Karin
"Yaudah serah lo deh, bye!" ujar Netta kesal lalu mengakhiri panggilannya
Karin melempar ponsel miliknya sembarangan di atas kasur, setelah itu ia pergi untuk mengganti pakaiannya
Sementara itu Arsen masih setia menunggu istrinya untuk membuka pintu kamarnya, meskipun suda berjam-jam Arsen masih setia menunggu istrinya
Kini giliran ponsel Arsen yang bergetar ternyata panggilan tersebut berasal dari mama mertuanya, dengan cepat Arsen pun mengangkat telfonnya
"Iya hallo ma"
"Sudah ma, tadi sore Karin pulang"
"Syukur lah kalo gitu, mama bisa tenang sekarang"
"Kalian udah baikan?" sambung Agnes
"belum ma, Karin masih belum mau ngomong" ujar Arsen dengan nada putus asa
"Arsen kamu harus sabar ya, Karin emang gitu kalo ngambek susah di ajak ngomong"
"Iya ma, doain ya ma supaya Karin mau denger penjelasan dari Arsen"
"Iya nak, yaudah kalo gitu kamu istirahat dulu mama tau kamu pasti capek"
"Iya ma, makasih ma"
Sepertinya malam ini terpaksa Arsen harus tidur di luar sendirian
~
Gelapnya malam kini sudah berganti dengan cahaya matahari yang mulai muncul, pagi ini Karin bangun dengan suasa berbeda karena suaminya tidak ada di sebelahnya
__ADS_1
Karin mengusap wajahnya, memikirkan suaminya tadi malam tidur dimana, lalu kenapa Karin tidak mendengar suara ketukan dari pintu kamar, apakah suaminya sudah tidak perduli kepadanya, memikirkan hal itu membuat hati Karin kembali jengkel
Dengan kasar Karin menyingkap selimut yang gunakan, setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya
krughh
Karin meraba perutnya yang kelaparan, ia baru ingat jika dari kemarin siang ia belum makan apa-apa, ia pun bersiap untuk membuat sarapan di dapur
Saat membuka pintu kamarnya Karin terkejut melihat Arsen yang tidur di lantai sambil menyenderkan kepalanya di tembok, rupanya dari tadi malam suaminya ada di depan kamarnya
Hati Karin mencelos tidak tega melihat suaminya seperti ini, muncul rasa bersalah yang kini memenuhi rongga dadanya
Karin memegang wajah suaminya yang masih tertidur pulas
"Jangan tinggalin aku Rin " gumam Arsen lirih yang masih bisa di dengar oleh Karin
Karin mengusap air mata yang muncul dari sudut mata suaminya, entah apa yang di lakukan Karin di dalam mimpi sampai membuat mata Arsen yang masih terpejam mengeluarkan air mata
"Sayang bangun" Karin menepuk pelan pipi suaminya
Mata Arsen perlahan terbuka, samar-samar ia melihat istrinya yang kini ada di depan wajahnya
Karin kaget saat Arsen tiba-tiba langsung memeluk tubuhnya
"Sayang maafin aku, kamu jangan pergi" ujar Arsen sambil menangis
Ini pertama kalinya Karin melihat suaminya menangis di depan matanya
Sebesar ini kah cinta Arsen pada Karin sampai-sampai ia menangis karena takut jika Karin akan pergi meninggalkan dirinya
Arsen memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat, ia tidak mau istrinya itu kembali meninggalkan dirinya seperti kemarin, Arsen tidak tau bagaimana ia bisa hidup tanpa ada Karin di sisinya, Karin kini seperti satu-satunya energi yang bisa membuat Arsen hidup di dunia ini
"Maaf" kata itu berulang kali terus terulang dari mulut Arsen
"Kenapa foto itu masih ada?" tanya Karin dengan suara bergetar sambil menatap manik mata suaminya
"Aku lupa untuk membuangnya, maaf sayang aku gak ada niat sama sekali untuk nyakitin hati kamu, aku udah nggak ada perasaan apa-apa lagi buat Laura"
"Aku cuma cinta sama kamu" ucap Arsen dengan tulus
Mendengar jawaban dan ungkapan cinta dari Arsen membuat hati Karin merasa lega kemarahan yang ada di hatinya langsung menguap pergi entah kemana, Karin pun tersenyum dan langsung menciumi seluruh wajah suaminya
...****************...
Hay maaf baru up lagi ðŸ˜
jangan lupa like komen dan vote cerita ini ya
__ADS_1
nanti malam janji author bakal up lagi