Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 78 Ngambek


__ADS_3

Arsen kembali ke dalam ruangannya, ia bingung karena tidak menemukan keberadaan istrinya


"Sayang"


"Sayang"


"Karin"


Arsen memeriksa seluruh sudut ruangannya, tapi ia tidak bisa menemukan istrinya di sana


Mata tajam Arsen melihat sebuah pigura yang tergeletak di atas meja kerjanya


"Sialan" umpat Arsen, Karin pasti kini salah paham gara-gara melihat foto tersebut


Tangan Arsen menyambar pigura yang ada di atas meja dan membuangnya langsung ke dalam tempat sampah


Sebenarnya Arsen sudah membuang semua barang-barang yang berhubungan dengan Laura, namun sepertinya pigura itu tadi terselip sehingga masih berada di dalam laci meja, Arsen sama sekali tidak ada niat untuk masih menyimpan foto tersebut


Arsen meraba ponsel yang ada di dalam kantung celananya, ia mencoba untuk menghubungi nomor istrinya


Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di dalam luar jangkauan


"Argh sial!" Arsen mengacak rambutnya ia semakin pusing karena ponsel Karin tidak bisa di hubungi


Arsen memutuskan untuk pulang, mungkin istrinya kini sudah berada di rumah


Suasana hati Arsen sangat tidak tenang, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang cukup padat


"Di mana kamu sayang, maafin aku, maafin kebodohanku" gumam Arsen terus menyalahkan dirinya sendiri


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh tiga menit mobil Arsen kini sudah tiba di pekarangan rumahnya, ia segera turun berlari masuk ke dalam rumahnya


"Sayang"


"Sayang kamu dimana?" teriak Arsen dengan suara baritonnya


Arsen berlari naik ke lantai dua, ia mencoba memeriksa kamar namun nihil ternyata istrinya juga tidak ada


Perasaan Arsen semakin cemas, ia bingung dimana istrinya berada


"Mama" gumam Arsen, mungkin istrinya pulang ke rumah orang tuanya


Tangan Arsen mencari ponsel di dalam saku celananya, ia pun mencoba menghubungi mama mertuanya


Tuttttt Tutttt Tutttt


"Iya hallo Arsen, ada apa nak?"


"Mah, Karin ada di rumah mama nggak?"


"Nggak ada sayang, kenapa? kalian berdua berantem?"


"Karin salah paham ma"


"Ya ampun Karin, ya sudah coba kamu cari di rumah netta biasanya kalo ada apa-apa Karin pasti ke sana"

__ADS_1


"Iya ma"


"Mama kirim alamatnya ya"


"Iya ma, makasih ma"


"Iya nak, hati-hati"


Arsen berlari masuk ke dalam mobilnya, ia berharap semoga Karin benar-benar berada di rumah netta


Setelah mama mertuanya mengirimkan alamat netta Arsen pun langsung menjalankan mobilnya pergi untuk mencari istrinya


Tak berselang lama mobil Arsen pun tiba di depan gerbang rumah Netta, Arsen bingung karena rumah Netta terlihat sangat sepi seperti tidak ada satu pun penghuninya


Arsen turun mencoba menekan bel yang berada di samping gerbang,


"Cari siapa mas?" tanya seorang satpam yang baru saja muncul dari balik pintu gerbang


"Netta nya ada pak?"


"Wah non Netta nya sudah pergi mas dari kemarin, hari ini belum ada pulang"


"Ya sudah terimakasih pak"


"Iya sama-sama mas"


Arsen memukul setir mobilnya dengan keras, ia tidak tau harus mencari istrinya ke mana


drttt drttt


"Halo mah"


"Gimana nak?"


"Ga ada mah, Arsen bingung harus cari Karin kemana"


"Kamu pulang aja, biarin istri kamu nenangin diri dulu nanti dia pasti pulang"


"Iya ma"


"Hati-hati"


"Iya mah, Arsen pulang dulu"


Sementara di sisi lain Karin kini sedang duduk seorang diri di atas sebuah kursi yang berada di sebuah taman, ia menunggu Netta yang sudah ada di perjalanan untuk menjemputnya


Wajah Karin terlihat sangat muram, mata indahnya kini terlihat tampak kosong untungnya kondisi di taman lumayan sepi sehingga tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang


Dari jauh Karin dapat melihat Netta sahabat tercintanya itu sedang berlari-lari menghampiri dirinya


"Rin hah... hah... hah..." panggil Netta sembari mengatur nafasnya


Karin hanya diam tidak mengucapkan apapun, matanya memandang wajah sahabat yang ada di depannya dengan tatapan sendu


"Rin elo kenapa ege" ujar Netta merasa khawatir melihat keadaan sahabatnya

__ADS_1


*Huaaaaa


Karin sudah tidak tahan lagi, ia pun menumpahkan tangisannya di pundak sahabatnya


"Elo kenapa Rin, gue kaget lo tiba-tiba telfon nyuruh gue dateng ke sini" Netta mengelus lengan sahabatnya


"Arsen Nett bikin gue sakit hati"


"Kenapa laki lu Rin, awas aja klo berani macem-macem sama elo"


"Gue tadi ikut Arsen ke kantornya, pas udah sampai ternyata gue di tinggal meeting sebentar"


"Terus" potong Netta tidak sabaran


"Gue kan bosen di tinggal sendirian jadi gue iseng buka lanci kerja dia, eh taunya gue gak sengaja nemu foto dia sama Laura yang masih di simpen di sana" jelas Karin


Mendengar penjelasan tersebut Netta menjadi sangat kesal, ia bingung kenapa Arsen masih menyimpan foto mantannya padahal kata Karin Arsen sudah mengakhiri hubungannya dengan Laura


"Dasar babi, bisa-bisanya dia nyakitin sahabat gue" gumam Netta dadanya sudah di penuhi emosi yang membara


Namun seketika Netta membuang rasa emosinya jauh-jauh dari dalam hatinya, Ia sadar jika sahabatnya kini sudah menikah sehingga sebisa mungkin ia tidak boleh menjadi kompor agar emosi sahabatnya tidak semakin tersulut


"Tapi Rin mungkin aja laki lu kelupaan mau buang tu foto"


"Gue nggak tau Nett, tapi hati gue sakit banget" ujar Karin sambil terus menangis


Netta berusaha untuk menenangkan Karin dengan mengelus punggung sahabatnya itu


"Lo dari tadi siang di sini?"


Karin mengangguk, pasalnya ia tidak tau harus pergi kemana


"Nanti lo balik kan ke rumah laki lo?" tanya Netta yang di jawab gelengan kepala oleh Karin


"Gue nginep di rumah lo aja ya?"


"Ih jangan, bukannya gue gak mau lo nginep tempat gue Rin, tapi mending lo balik aja ke rumah, lo selesaikan masalah lo sama Arsen baik-baik"


"Gue yakin Arsen sekarang pasti kelimpungan nyariin elo" sambung Netta


Setelah perbincangan yang cukup lama Karin pun akhirnya mau untuk di antar pulang oleh Netta, kini mereka berdua sudah berada di perjalanan menuju ke rumah


Di dalam mobil tidak ada yang mau memulai pembicaraan Netta hanya sesekali melihat ke arah sahabatnya yang kini sedang diam sibuk dengan pikirannya sendiri


Setelah beberapa menit mobil kuning milik netta kini sudah tiba di depan rumah Karin


"Lo nggak mau mampir?"


"Enggak deh, buruan turun tuh laki lo udah nungguin di depan teras" ujar Netta


Karin menarik nafas dalam-dalam, ia bersiap untuk bertemu suaminya yang kini sudah stand by menunggunya


"Makasih Nett udah mau nganterin gue balik"


"Iya sama-sama Rin, dah sana turun lama banget dari tadi"

__ADS_1


"Kampret iya sabar ini gue juga mau turun"


__ADS_2