Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Kapan Menikah?


__ADS_3

"Asik sekali ngobrolnya,lagi pada ngobrol apa?"


Yunda menyusul Kara dan Pandu duduk diteras.


Suasana malam pedesaan,diiringi suara jangkrik dan kodok.Gemericik air parit dari pinggir rumah Yunda.


Menambah syahdu malam itu.


Kara tersenyum sipu.


"Ah tidak bu,kata pak eh mas pandu teh buatan ibu enak sekali"


Kara gugup karena harus mulai mengganti panggilannya.


Pandu tertawa dalam hati mendengar panggilan baru dari Kara.Kara menginjak kaki Pandu dibawah meja.


"egh..iya bu.Karena Pandu kangen teh buatan ibu"


Sahut Pandu.


"Ahh kamu bisa saja,Oh iya dik Kara mengajar apa di sana?"


Tanya Yunda si ibu berjiwa muda itu.



(Yunda ibu Pandu,usia tidak muda namun gayanya kece.selalu berjiwa muda)


"Saya mengajar ekstrakurikuler musik dan seni suara bu"


"Wah hebat ya,Pandu tidak pernah cerita kalau punya teman sehebat kamu lho dik Kara.Pengen sebenarnya Pandu cerita tentang pacar gitu,ibu kan berharap pengen lihat Pandu menikah"


"Tidak hebat bu,Kara juga harus banyak belajar juga.Mas Pandu tidak perlu cerita ke ibu,kan ibu sudah ketemu sendiri.Iya kan Mas"


Kara menyikut Pandu.


"Egh,,iya bu"


"Maksudnya apa dik Kara ini pacarnya Pandu?"


Menatap Kara lalu menatap Pandu.


"Benar Ndu?"


Pandu tersenyum.


"Benar bu,Kara pacarnya Pandu"


Mendengar itu hati Kara berdegub kencang karena sedang berpura pura.

__ADS_1


Tamparan mendarat dipaha Pandu.


"Dasar anak nakal,kenapa tidak bilang dari tadi"


Yunda tertawa lebar tampak senang mendengarnya namun menjengkelkan jika Pandu tidak terus terang bahwa ia sudah memiliki pacar.


"Maaf bu,mungkin Mas Pandu malu"


"Dasar kamu ya Ndu,sudah lama kalian pacaran?"


"Sudan Lama"


Jawab Pandu.


"Baru"


Jawab Kara bersamaan dengan Pandu.


"Yang benar yang mana"


Sahut Yunda.


"Maksud Kara,meskipun sudah lama tapi seperti baru pacaran saja bu"


Kara mencari alasan klise.


Kara dan Pandu tersenyum malu.


"Jadi kapan rencana kalian menikah?"


Pertanyaan Yunda mengangetkan Kara dan Pandu.


"Egh..anu bu.Pandu belum membahas ini dengan ibunya Kara juga"


Sahut Pandu sedikit gugup tak menyangka ibu bakal menanyakan pernikahan secepat ini.


"Ndu,jangan menunggu lama.Cepat lamar Kara dan kalian menikahlah.Usia kamu sudah 31tahun lho Ndu.Mau nunggu sampai kapan lagi?"


Cecar Yunda.


Kara pun tak menyangka pembicaraan jadi serumit dan se serius ini.


"Iya bu,Mas Pandu juga bilang akan secepatnya bicara sama ibu Kara.Hanya saja ibu Kara sedang sibuk.Jadi belum sempat bertemu dengan mas Pandu"


Alasan Kara yang tiba tiba muncul begitu saja dipikirannya.


Pandu semakin berdebaran jantunya melakukan sandiwara ini,kenapa ibu membicarakan pernikahan secepat ini.Padahal dengan ibunya Kara saja belum pernah bertemu sama sekali.Kenal keluarganya juga tidak.


Hanya sedikit tau cerita tentang Kara dari Farhan,karena Farhan meminta bantuan pada Pandu untuk menolong Kara terlepas dari belenggunya dengan Arya.

__ADS_1


"Ndu nanti biar ibu bicarakan juga ini dengan Mas mu ya,Saka pasti senang mendengar ini"


Saka adalah kakak laki laki Pandu yang tinggal di Semarang.


Kara menginjak lagi kaki Pandu dibawah meja dan tersenyum kaku.


"Via dan Vio juga pasti akan senang sekali"


Lanjut Yunda menyebutkan adik kembar Pandu.


"Nanti saja bu kalau Pandu sudah bicara dengan ibunya Kara,Pandu mohon jangan bilang ke Mas Saka dulu"


Bujuk Pandu agar ibunya jangan terlalu berantusias karena ini semua hanya pura pura demi menolak perjodohan secara halus.


Setelah obrolan yang tak pernah mereka sangka,Pandu dan Kara pamit pulang karena sudah malam.


"Bu,Pandu pamit ya"


Pandu mencium punggung tangan ibunya.


Yunda pun mengusap kepala Pandu.


"Iya hati hati ya le"


(Le:panggilan sayang orang lebih tua ke yang muda kepada anak laki laki jawa)


"Kara juga pamit ya bu,terima kasih sudah dibawain oleh oleh.Nanti Kara sampaikan ke ibu Kara"


Kara juga mencium punggung tangan Yunda.


"Iya Nduk cah ayu,terima kasih juga sudah mau kesini.Titip Pandu disana,tolong diingatkan kalau Pandu nggak bener.Salam untuk ibumu juga"


Yunda mengusap kepala Kara.


(Nduk:Panggilan sayang orang tua ke yang muda untuk anak perempuan jawa-Nduk Cah Ayu:Nduk anak cantik)


Setelah berpamitan,Pandu dan Kara pun kembali ke kota.


Tujuan pertama Pandu mengantar Kara pulang.


Lalu Pandu akan langsung pulang kerumahnya karena perjalanan jauh cukup melelahkan.


***Terima kasih sudah membaca novel PKPG.


jika berkenan author mohon dukungan dari para pembaca tersayang.


Tinggalkan jejak,like,komen dan vote sebagai bentuk apresiasi kepada author.


enjoy reading***.

__ADS_1


__ADS_2