Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Kabur dari Arya


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia Kara.Pengumuman bahwa dia lulus sidang.Itu berarti ia sudah mencapai apa yang ia impikan.


Bergelar sarjana adalah impiannya.Tepatnya impian ibunya.Sebisa mungkin Kara menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan tepat waktu.


"Ra,terima kasih ya.Ibuk seneng kamu lulus"


"Kara juga terima kasih.Ibuk sudah bekerja keras demi sekolah Kara.Maaf ya buk meskipun nilai Kara tidak memuaskan.Kara sudah berusaha yang terbaik"


"Apapun hasilnya.Ibu bangga sama kamu"


Tiba tiba air mata Ranti menetes.


"Ra"


"Ya buk.Kenapa ibuk menangis?"


"Kamu cepat sekali besarnya"


Membelai rambut Kara.


"Sebentar lagi kamu menikah,sudah jadi istri orang.Ibu pasti bakal kangen sama kamu.Kangen sama manjanya kamu.Kangen marah marah sama kamu"


Kara memeluk Ranti.


"Bu,nanti Kara bakal sering kesini kok.Ibuk jangan sedih ya"


"Ibuk nggak sedih Ra.Ibu terharu kamu mau menikah ya meskipun sedikit sedih kamu nanti tinggal sama suamimu.Tapi ibu seneeeeng banget kamu menikah dengan Pandu.Ibu suka punya calon mantu seperti Pandu.Semoga kalian bahagia ya nduk"


DEGG....


Dada Kara seolah dihantam ombak.Wejangan ibunya mengingatkan bahwa pernikahan ini hanya sementara.


***


Disebuah taman.Kara dan Pandu bertemu kembali sebelum orang tua Pandu resmi melamar dan menentukan tanggal pernikahan mereka.


"Miss Kara,besok sore orang tuaku rencananya mau berkunjung"


"Egh,,Pak Pandu apa bapak yakin akan pernikahan ini?"


"Ya saya sangat yakin"


Pandu menjawab mantab.


Panggilan kepada keduanya pun tidak bisa berubah semudah itu.Mereka kembali memanggil dengan sebutan Pak dan Miss.


"Oh ya.Miss Kara boleh meminta cerai jika memang miss menemukan laki laki yang tepat untuk mis"


Ucap Pandu dengan lantang.


Kara menelan pahit kata kata Pandu.


Biarlah Pandu beranggapan seperti itu.Meskipun Kara juga tidak yakin dengan perasaannya.Apakah akan bisa mencintai Pandu atau cerai karena mendapatkan laki laki yang pas untuknya.


Entahlah,yang Kara pikirkan.


Kara akan menggunakan waktu kontrak sebaik baiknya.Dia akan tetap menjadi gadis manis berpangkat istri dari seorang Pandu Yudhistira.Ya lakukan saja sesuka hatimu Kara.Apa yang kamu ingin lakukan pada pernikahan itu.Yang jelas jangan sampai ibuk kecewa.


Jika harus cerai,pikirkan benar benar alasan yang tepat.Agar Ibuk tidak kecewa dengan pernikahan ini.


"Pak Pandu"


Kara menatap Pandu.


"Apa bapak juga berniat mencari wanita lain?yang bapak cintai?"


Pandu mengalihkan pandangannya tidak ingin menatap Kara.Entah malu atau gugup.


"Aku tidak tau.Karena jatuh cinta tidak semudah itu"


Kara tersenyum kaku.Sebenarnya ingin sekali menertawakan dirinya sendiri.Kenapa mau menikah,jelas jelas pria didepannya ini adalah es batu.


Perasaan pria itu kepadanya tidak bisa diukur.Akan mencintainya atau berakhir dengan perceraian mengenaskan.

__ADS_1


Akan menjadi seorang janda diusia muda.


Tapi Kara yakin es batu juga lama kelamaan akan mencair.


Tiba tiba Pandu menggenggam tangan Kara erat.Seperti sepasang kekasing yang sedang berkencan di taman.Ada apa Pak Pandu tiba tiba bersikap seperti ini?


Kara gugup mengedarkan pandangannya.Jangan sampai ada yang memperhatikannya.


Tapi ternyata salah.Kara melihat soso Arya dari kejauhan.


Genggaman itu sangat hangat dirasakan Kara.Meskipun diiringi rasa takut karena Arya masih saja membuntutinya.


Kara akhirnya tau kenapa Pak Pandu tiba tiba menggenggam tangannya.


Pasti dia juga melihat Arya sedang berusaha membuntutinya.


Kara berharap Arya segera pergi,agar genggaman ini terlepas.


Sekitar sepuluh menit berlalu bukan waktu yang sebentar bagi Kara untuk berpura pura menjadi pasangan Kencan pada umumnya.


Pak Pandu masih terus menggenggam tangan Kara sambil mengobrol dengan segala ke kakuannya.


Tidak ada perasaan yang mendalam dihati Pak Pandu.Dia benar benar sedang berpura pura.Dia hanya ingin melindungi Kara dari pria jahat itu.


Ya,hanya itu tujuannya.Sejak awal Pandu sangat kasian melihat gadis itu mengalami kekerasan.Dia membayangkan jika adiknya Via dan Vio juga mengalami hal demikian.


Akan sangat menyayat hatinya.


Pandu beranjak menggandeng dan menarik tangang Kara.Mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu.


Pandu dan Kara meninggalkan taman.


Seperti dugaan Pandu,Arya pasti tidak tinggal diam.Dia akan mengikuti kemana mereka pergi.Entah apa yang akan Arya lakukan.


Yang jelas akan membuat Kara tidak nyaman.


Pandu meningkatkan kecepatan motornya.Arya pun berbuat demikian.


Menarik tangan Kara agar Kara berpegangan erat dipinggangnya.Semata mata agar Kara tidak terjatuh karena dia akan meningkatkan kecepatan motornya lagi.


Kara terkejut Pandu menarik tangannya.Posisi Kara sekarang menjadi erat memeluk Pandu dari belakang.Dengan diiringi easa takut karena Arya mengejar mereka.


Kara tau Pandu akan membuat Arya kehilangan jejak.


Tangannya mencengkram erat jaket yang digunakan Pandu.Rasa takut menyelimuti.


Pandu masuk kedalam basement sebuah gedung.Gedung itu adalah tempat tinggalnya.Ya Pandu membawa Kara ke apartemennya.


Masuk ke dalam lift Kara sampai tidak sadar masih erat menggenggam tangan Pandu.Merasa takut jika Arya bisa menemukan mereka.


Namun Pandu sudah melonggarkan tangannya.


"Sudah aman lepaskan tanganmu"


Kara terkejut.Malu wajahnya memerah dan dengan cepat menarik tangannya.


"Eghh,,maaf"Tangannya berubah dingin karena gugup.


"Pak kita mau kemana?"


"Kerumahku"


Hey apa yang akan kau lakukan.Kita belum menikah.Meskipun sudah menikah itupun hanya kontrak.


Tidak,jangan lakukan itu.


Aku masih perawan.Aku tidak mau melakukan itu sebelum menikah.


Ingin sekali Kara meneriakam itu ke telinga Pandu.Tapi dia berfikir terlalu percaya diri.


Memangnya dia punya gairah terhadap wanita?


Sikap dinginnya.Tidak mudah diajak bercanda.Bahkan aku belum pernah melihatnya tersenyum saat bersamaku.

__ADS_1


Ya benar.Dia pasti tidak punya gairah terhadap wanita.Diusianya yang sudah berkepala tiga.Belum juga menikah.


Kara sibuk dengan pikirannya sendiri.Hingga tak sadar sudah sampai dilantai empat.Disana terdapat beberapa pintu.


Mereka memasuki pintu bernomor 0310.Tempat tinggal Pandu.


"Masuklah"


Pandu membuka pintu setelah menekan kode di smartlock.


Kara mengedarkan pandangannya.Melihat dari tatanan apartemen ini sudah bisa dinilai.


Bahwa Pandu orangnya rapi,bersih dan rajin membaca.Diujung ruangan ada rak yang berisi banyak buku buku.


Tidak seperti dirinya yang malasbelajar.Hari harinya hanya musik nyanyi musik dan nyanyi lagi.


Pertama kali masuk yang dilihat sofa yang sangat simpel sebagai ruang tamu sekaligus ruang Tv.Maklum apartemen sederhana.


Disebelahnya ada dapur kecil minimalis.Kitchen set yang juga serba minimalis.


Ada lorong disana sepertinya itu akses menuju kamar dan ruangan lainnya.


"Silahkan duduk,mau minum apa?"


"Apa saja"


Kara duduk di sofa minimalis berwarna abu abu tua.


Wangi sofa tercium sangat lembut dipenciumannya.


Wah Pak Pandu juga suka wewangian.Biasanya laki laki akan cuek dengan hal seperti ini.


Wanginya juga sangat lembut.Tapi beda sekali dengan sikap dinginnya.Tidak mencerminkan dirinya.


Kara masih mengomentari apartemen Pandu dalam hatinya.


Dari warna cat tembok yang manly.Bahkan tidak ada hiasan yang mempercantik ruangan ini.Nah kalau ini sangat sesuai dengan kepribadiannya.


Sangat tidak kreatif.Paling tidak ada vas bunga dimeja atau di samping TV.


Mungkin akan terasa hidup jika ada lukisan atau beberapa fotonya menghiasi dinding.


Ahhh Pak Pandu mana mungkin pernah berfoto.Dia kan kaku orangnya.


"Apa rumahku jelek?"


Suara Pandu mengejutkan pikiran bodohnya.


"Egh ti tidak Pak.Apa desain interiornya bapak sendiri yang memilih?"


"Ya.Minumlah"


Pandu meletakan segelas jus dingin rasa mangga.


"Terima kasih pak"


Kara meraih gelas jus itu.Meneguknya beberapa tegukan membasahi tenggorokannya.


Pandu belum membuka obrolan kenapa dia membawanya ke apartemennya.


Kara pun jadi bingung mau berbicara apa.


^^^^^^^^


Terima kasih sudah mengikuti dengan setia novel PKPG.


Jangan lupa dukung author dengan cara tinggalkan jejak like,komen dan vote.Jangan lupa rate bintang 5 nya juga ya dear.


Karena kesibukan di dunia nyata sehingga up episode agak terlambat.


Tapi saya mohon kalian sabar menunggu.


Author akan berusaha segera menyelesaikannya beberapa episode yang seharusnya sudah up.

__ADS_1


Terima kasih semuanya.


__ADS_2