
-POV Kara-
Aku merasa terharu atau merasa menyedihkan.
Menikah karena tidak saling mencintai.
Ya aku tidak mencintai pak Pandu dan begitu juga pak Pandu.
Kita menikah karena menyelamatkan diri kita masing masing.
Awalnya hanya berpura pura menjadi pacar pak Pandu didepan ibunya.Tapi malah jadi menikah begini.
Aku sudah menjadi istri seorang Pandu
Pak,maaf jika aku berniat mengingkari pernikahan kontrak ini.
Aku akan berusaha menjadi istri yang baik,aku harap kau menyadari itu Pak.
Mulai kau mengucapkan ijab qobul dan saksi berkata sah.Mulai detik itulah aku ingin berusaha membangun cinta anatar kita.
Pak,ketauilah bahwa aku begini karena merasa kau orang yang mampu melindungiku.
Mungkin hatiku masih milik Arya meskipun sudah tak utuh lagi.Namun sisanya masih miliknya dan setengahnya lagi kosong.
Malam ini seharusnya menjadi malam yang sangat ditunggu tunggu oleh setiap pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan.
Tapi aku tidak merasakan apapun.
Senang tidak.
Sedih juga tidak.
Entahlah,perasaan ini kosong.Yang membuat beda mau tidak mau malam ini harus ada laki laki di dalam kamarku.
Hari ini cukup lelah,tak menunggu lama aku mandi membersihkan tubuhku setelah acara selesai.Keringat dan make up ingin ku hempas agar terbuang bersama aliran air di pembuangan.
Ya Tuhan,bagaimana ini?
Aku harus apa?
Apa aku harus tidut seranjang dan dibatasi bantal guling?
Apa pak Pandu yang akan tidur dilantai?
oh tidak kasian dia.
Lalu.Apa iya harus aku yang tidur dilantai?aku kan gampang masuk angin.
Itu juga tidak mungkin.
Aduuhh bagaimana ini?
Baiklah kuputuskan aku mengambil koleksi bed cover di lemariku.
Aku letakan dikursi.Lalu aku bingung sekali bagaimana mengatakan ini pada pak Pandu.
"Pak ini bed cover untuk tidur bapak"
Kataku lirih belajar mengucap jika pak pandu keluar.
Ahh tidak,tidak begitu itu tidak sopan.
__ADS_1
"Pak biar aku saja yang tidur dilantai"
Ucapku lirih lagi takut pak pandu mendengarnya dari kamar mandi.Sambil meragakan mengangkat bed cover ditanganku.
Ahhh..bingung.
Aku berharap pak Pandu lama menyelesaikan mandinya.Agar aku leluasa berpikir,daritadi salah tingkah mondar mandir di dalam kamar.
Lebih baik aku keluar kamar dulu siapa tau mendapatkan ide.
Ku acak rambutku frustasi.
***
"Buk,ibuk lagi apa?"
Kataku saat melihat ibuku sedang duduk kursi meja makan.
Sedang merapikan beberapa barang disana.
"Hey Ra,sini sayang duduk"
"Kara bantu ya buk"
"Ya,tapi jangan capek capek ya.Ini kan hari bahagiamu"
Aku hanya membalas senyuman.Tidak ingin mengiyakan karena merasa membohongi ibunya.
Ya,aku membohongi ibu sampai sejauh ini.
"Nggak apa apa buk,ibuk juga jangan capek capek.Kan masih banyak yang bantuin"
Saat itu ada Mbok Inah dan teman temannya yang memang diundang untuk membantu membereskan semuanya.
Aku dan ibuku ngobrol hal hal receh yang mengundang tawa kami.
Kulihat malam ini raut wajah ibuku memang lebih bahagia dri biasanya.Meskipun aku tau dia sangat lelah karena mengurus pernikahanku.
Aku tidak pernah melihat ibuku se sumringah ini
Memang ibuku wanita yang energik dan penuh semangat.Tapi malam ini berbeda.
Tak lama kemudian pak Pandu keluar kamar setelah selesai mandi.
Ya ampun.Demi apaaaaa?!!!Dia terlihat lebih tampan dari biasanya.
Entahlah apa yang tiba tiba merasuki diriku.Spontan menatap pak Pandu yang baru saja keluar dari kamar.
Hampir saja aku pingsan.Dan menjijikannya diriku sampai sampai aku menelan ludahku.
Postur tubuh yang tinggi dan atletis.Rambut setengah basah disir rapi.
Dengan baju santai,celana pendek berwarna krem dan kaos polos berwarna hitam.
Wajahnya bersih tampak segar karena habis mandi.
Cepat aku menyadarkan diriku dan memalingkan pandanganku.
Aku akan malu setengah mati kalau sampai tau aku menatapnya.
Ya Tuhan dia malah mendekat ke arahku dan ibuku.Mau apa dia?
__ADS_1
"Buk"
Sapa pak pandu.
"Eh Mas Pandu.Sini sini duduk sini"
Ibuku menyambut ramah dan menyuruhku menyiapkan minuman hangat untuk kami.
Aku pergi ke dapur dan disana ada Mbok Inah.
Pada akhirnya,mbok Inah lah yang membuatkannya untuk kami.
Aku,Ibuk dan Pak Pandu ki duduk di kursi sebuah meja makan yang tidak terlalu besar itu.
Aku bisa melihat jelas wajah pak Pandu yang duduk tepat dihasapanku.
Grogi?iya ternyata aku grogi.
Ohh demi apa.Pak Pandu wangi banget.Wanginya tercium saat aku mulai duduk dihadapannya meskipun ada pembatas meja makan.Tapi wanginya bisa sangat aku nikmati.Dia pakai parfum apa?
Aku menyukai wangi ini.Sekarang ada satu hal lagi yang ku sukai dari pak Pandu.
Sekarang sudah ada dua yang kusukai darinya.
Pertama adalah perlindungan darinya yang membuatku nyaman.Dan yang kedua yaitu parfumnya.
Sumpah demi apa ini membuatku ingin mencium dan mencium wanginya.
Tak lama Mbok Inah datang membawa tiga cangkir teh hangat untuk kami.
"Monggo,silahkan teh hangatnya diminum.Buat ngilangin capek"
Mbok Inah meletakan teh satu persatu dihadapan kami.
"Terima kasih mbok"
Kataku.
"Terima kasih ya mbok"
Ucap Pak Pandu dan dia tersenyum secara spontan pada mbok Inah.
Ya Tuhan dia ini sedang akting atau tidak.
Ini pernikahan kontrak,tapi bisa bersikap ramah pada orang dirumah ini.Seolah olah dia memang bahagia dengan pernikahan ini.
Dan lihat senyumnya.Apa aku harus menambahkan saty lagi daftar sukaku padanya.Menjadi tiga point kesukaanku pada dirinya.
Hey pak Pandu,jangan sampai kau sering tersenyum saat di dalam kamar nanti ya.
Dan parfumu,bisa tidak jika tidak usah mengganakan parfum.Bagaimana jika aku tiba tiba ingin memelukmu.
Ahh Kara kenapa kamu jadi mendadak kegatelan begini sih.Kamu tidak sedang mulai jatuh cinta kan?tidak mungkin secepat itu kau melupakan Aryamu itu.
Kita pasti akan terpaksa tidur sekamar malam ini.Jika sudah diapartemenmu nanti kita akan bebas tidur dimana saja.Asalkan tidak tidur dalam satu kamar.
Dan kami bertiga pun ngobrol cukup lama.Dan lihat ibuku dan pak Pandu sangat kompak.Mereka terlihat seperti teman yang sudah lama kenal saja.
Pak Pandu tau bagaimana mengimbangi obrolan ibukku.
Kalau ibuku memang orangnya humble.Ibuku kan bekerja dibidang properti,sikap ramahnya sudah tidak bisa diragukan lagi.
__ADS_1
Biasa memasarkan rumah dan apartemen dengan lihay.Maka dari itu kami hidup jauh lebih baik sekarang.Itu semua karena kerja keras dan kepandaian ibu dalam menjalankan pekerjaannya.