Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Perjalanan ke Kulon Progo 1


__ADS_3

Kara dan Pandu sudah bersiap diatas motor.Dengan ransel dipunggung Kara.Kelengkapan berkendara sudah mereka kenakan.


Pandu menarik gas .


"Aaww..."


Kara hampir terjengkang.Karena tangannya berada dikedua sisi pahanya.Pandu memang sedikit terlalu kuat menarik gasnya.


Pandu tau bahwa Kara hampir terjengkang.


"Nggak usah pegangan kalau mau kejengkang lagi"Pekik Pandu.


Meskipun nada suara Pandu seperti orang yang sedang uring uringan.Tapi makna perkataannya itu sangat manis sekali.


Kara masih deg degkan tapi senyum yang tak bisa ia sembunyikan.


"Ya mas"Senyum bahagia dibibir gadis itu.


Kara memegang baju bagian pinggang milik Pandu dengan erat.


"Bajuku bisa sobek kalau begitu"Ketus Pandu.


Kara seakan mendapat lampu hijau.Memutuskan memeluk pinggang suaminya itu.


Meskipun merasa canggung bagi keduanya.Pandu pun terpaksa menerima pelukan itu.Pandu lebih tidak suka jika gadis dibelakangnya itu jatuh terjengkang.


Terpaksa dengan posisi berpelukan.


Ada sesuatu yang membuat Pandu berdesir.Sesuatu yang asing bagi dirinya.Payudara Kara menyentuh punggungnya.Kara pun merasa aneh.Namun Kara berusaha menepis semua itu.Menanamkan pengaruh pada dirinya.


Mas Pandu adalah suami sah nya.Jadi tidak masalah jika tubuhnya tersentuh oleh Pandu.


Tapi jangan ditanya bagaimana kondisi detak jantung mereka berdua.Jika dilombakan pasti degubnya bersaut sautan kencangnya.Ini kondisinya sangat mendesak.Daripada dirinya terjengkang.

__ADS_1


Pandu Pandu,salah kamu sendiri.Kenapa kamu menolak dipinjami mobil mas Saka untuk beberapa bulan ini.Harusnya jangan dikembaliin dulu sampai uangmu cukup buat beli mobil.Ya,kamu harus berusaha keras ngumpulin uang biar kebeli mobil.Bukan kemana mana harus peluk pelukan sama dia.


Umpat Pandu pada dirinya sendiri.


"Mas,ayo"Kara mengejutkan lamunannya.


"Ya"Pandu pun gelagapan.Dan cepat cepat melajukan kendaraan kesayangannya itu.


Untung saja wajahnya tertutup helm.Jika tidak,Kara bisa melihat dari kaca spion.Betapa merahnya karena malu.


Tampaknya langit sedang tidak bersahat.Mendung gelap dan akhirnya turun hujan yang sangat lebat.


Perjalanan ke Kulon Progo untuk pertama kali setelah menikah,bisa dikatakan tidak mulus.


Saat turun hujan hampir setengah perjalanan mereka.Pandu memutuskam untuk berhenti berteduh,akan bahaya jika perjalanan diteruskan.


Jalanan yang licin dan jarak pandang yang pendek akan membahayakan mereka.


Malangnya tidak ada satupun rumah disekitar itu.Mereka berada dikawasan persawahan.Tidak bisa menghindar dari hujan lagi.Baju sudah hampir seluruhnya basah.


Hanya sebuah warung tenda kecil yang ada paling dekat dengan mereka.Nampak biasanya digunakan sebagai warung angkringan.Tapi kali ini kosong,mungkin penjualnya libur berjualan.


Pandu dan Kara berteduh di warung tenda itu.Kara sudah merasa kedinginan.Hujan yang disertai angin yang tak terlalu besar.Namun berhasil membuat tubuhnya menggigil.


Kara mencoba menahan dingin dengan memeluk tubuhnya sendiri.Sesekali menggosok kedua telapak tangannya untuk memberikan sumber kehangatan.Lalu kembali memeluk dirinya sendiri.


Sedangkan Pandu melepas sarung tangannya yang basah.Agar tidak semakin menambah rasa dingun di tubuhnya.Pandupun juga menggosok gosokan kedua telapak tangannya.Melakukam hal yang sama memeluk tubuhnya sendiri.


"Nggak apa apa kan kita istirahat disini dulu?"Pandu melihat Kara tampak kedinginan.Sedang bersusah oayah menghangatkan dirinya sendiri.Sedikit terbesit rasa kasian pada Kara.


Jegleeeerrrr......Kilat guntur menyambar nyambar.


"Aaarrrggghhhhh"Kara berteriak sekuat tenaga.Kara benar ketakutan.

__ADS_1


"Hey,kamu kenapa?"Tanya Pandu.Teriakan Kara sangat histeris.


Kara pun terus menunduk dan menutup telinganya.Nafasnya berhembus begitu cepat.Pandu tau karena melihat pundak Kara bergerak naik turun.Seiring deru nafas Kara yang terengah engah.


Apakah Kara takut kilat guntur?


Dalam hati Pandu.Jika Kara takut,ini pasti menjadi hal yang mengerikan baginya.


Dan benar Kara sedang menangis terisak.Dia sejak kecil takut dengan kilat dan guntur.


Pandu sejenak terdiam namun dengan cepat ia berfikir.


Bukankah dirinya menikahi Kara awalnya ada dorongan ingin melindungi Kara.Bukan dari perilaku kasar mantan pacarnya.Tapi yang ia lihat sekarang Kara sama ketakutannya.


"Kamu takut kilat?"Tanya Pandu menyentuh pundak Kara.Kara menjawab dengan anggukan.Raut wajahnya terlihat jelas ketakutan.


"Sini"Pandu membimbing Kara untuk mendekat padanya.Naluri kemanusiaannya tak bisa ia tahan.Merangkul Kara sehingga Kara sekarang bersandar di dadanya.


Dengan ragu ragu Pandu memegang pundak Kara.Secara tidak langsung memberi kenyamanan pada Kara.Hanya sebantar bersandar dan menyentuh pundak saja.


Pandu jadi teringat jauh beberapa tahun silam.Saat Pandu masih SMA,saat itu Pandu berada dirumah hanya dengan kedua adik kembarnya.


Waktu itu Ibu dan Bapak sedang pergi ke acara pemakaman kerabatnya di Bantul.Cukup jauh dari Kulon Progo tapi tak sejauh jarak ke kota.


Mas Saka yang mengantar mereka.


Terpaksa kedua adik kembarnya harus Pandu yang menjaga.


Waktu itu hujan sangat lebat persis sekali seprti yang ia alami sekarang.Dan sayangnya kilat dan guntur yang cukup mengerikan ikut datang bersama turunnya hujan.


Via dan Vio menjerit dan lari ketakutan.Lari menuju kamar Pandu.Pandu saat itu sedang membaca buku.


Terkejut kedua adiknya berlari dengan sangat ketakutan.Langsung saja menyusul Pandu dan memeluk erat kakaknya diatas tempat tidur.

__ADS_1


Sama seperti Kara,Via dan Vio pun juga gemetar dan nafasnya terengah engah.Sampai sampai Pandu tidak tega melihatnya.Dipeluk kedua adiknya,menyelimutinya dengan selimut tebal miliknya.


**next episode


__ADS_2