
Pada akhirnya setelah pemotretan model model dadakan mereka melanjutkan minum teh.
Mengobrolkam seputar hobi Yunda.Yunda menceritakan tentang tanaman hias dan lain hal pada Kara dan Pandu.
"Bu,mas Saka sama mbak Dewi nanti balik kesini lagi kan?"Tiba tiba Vio melongok dari jendela.Tanpa permisi sehingga mereka bertiga cukup kaget dan ketawa.
Seprti hantu yang tiba tiba muncul tanpa diminta.
"Vio"Geram Pandu.
"Yang sopan kalau tanya.Jangan asal nyeplos begitu,jangan ngagetin orang"
Bibir Vio langsung mengerucut nyalinya ciut jika Pandu sudah berbicara.
"Mau nangis?"Ucap Pandu datar namun sebenarnya bermaksud bercanda.
"Ya maaf to.Jangan galak galak begitu kasih taunya"
Ucap Vio lirih.
"Ya sudah jangan cemberut begitu.Memangnya ada apa kok cari mas Saka?Mereka sudah pulang ke semarang"Ucap Yunda.
Pandu terkejut begitu juga dengan Kara.Tadi pagi mbak Dewi tidak bicara apapun.Tidak mengatakan bahwa mereka akan cepat pulang.
"Ohh,ya sudah kalau begitu.Aku lupa tadi minta tolong mbak Dewi masakin ayam jamur"Ucap Vio tampak kecewa.
Ayam jamur adalah salah satu menu favorit Vio.Yang dimasak oleh Dewi.Hanya ayam jamur masakan Dewi saja yang sangat ia senangi.
Jika bukan hal memasak.Mungkin Kara akan menawarkan diri untuk melakukannya.Karena ini perihal masak,maka Kara tidak berani menawarkan bantuan.
Lagi pula meskipun resep yang sama tapi akan beda citarasanya.
Vio pun pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Tumben mas Saka pulang cepat bu,biasanya malam baru pulang"Ucap Pandu menelisik.Tidak biasanya Saka pulang lebih awal.Justru Pandu yang akan pulang lebih awal dari Saka.
"Katanya ada urusan penting gitu.Tapi Saka tidak bilang urusan apa.Mungkin urusan bisnisnya"Jelas Yunda.
"Ohh"Pandu mengangguk.
Tapi Pandu tak semudah itu percaya.Saka pasti malas bertemu dengannya.Sejak kejadian semalam.
**
Jam empat sore,saat surya mulai condong ke barat.Sebentar lagi akan pulang ke peraduan setelah sehari menjadi naungan para manusia.
Pandu dan Kara berpamitan untuk kembali ke kota.Esok akan melanjutkan aktifitas mereka.Dengan berbagai kegiatan.
Bersalaman dengan ibunda tercinta.
Wanita penyayang itu berkaca kaca matanya.Anak laki laki beserta istrinya akan meninggalkan rumahnya.
"Bu,jangan sedih ya.Nanti kalau mas Pandu libur pasti kita kesini lagi kok"Kara memeluk ibu mertuanya yang sangat menyayanginya itu.
Suara lirih Yunda.Karena sembari sekuat tenaga menahan agar tidak berlinang air mata.
"Kami pulang dulu ya bu,jaga kesehatan"Ucap Kara lagi dan Kara segera membonceng Pandu yang sudah lebih dulu bersiap diatas motor.
"Ya nduk"
Pandangan Yunda beralih pada Pandu.
"Ati ati lho Ndu.Jangan ngebut,kalau ngantuk istirahat dulu.Coba dipikirkan beli mobil lho.Kasian Kara kalau harus hujan panas di perjalanan"
"Njih bu,nanti kalau ada rejeki pasti beli"Jawab Pandu.
"Bener ya,diusahakan secepatnya.Apalagi nanti kalau kalian sudah punya anak.Kenyamanan keluarga nomer satu"Ucap Yunda menasihati.
__ADS_1
Mendengar tutur kata ibu Pandu dan Kara sama sama merasa bersalah.
Anak?
Anak darimana?
Bagaimana bisa punya anak,mas Pandu saja tidak memcintaiku.
Batin Kara dan menelan ludahnya.
***
Pandu terngiang ngiang nasehat ibunya.Bukan tentang beli mobil tapi soal anak.Terasa sekali sedang melukai hati ibunya.
Maafkan Pandu bu.Jika suatu saat nanti ibu tau soal pernikahan kami.Pandu harap ibu mengerti.Dan aku sudah menemukan cinta yang selama ini aku nanti.
Nama itu masih menggangguku.Nama itu masih terpahat dengan indah didalam sana.Sampai sekarang masih banyak harapanku bersama dia.
Tapi aku harus menikah demi perjodohanku dengan Risty.Jika aku menikah dengan Risty.Aku akan sulit lepas.Aku selalu menuruti apa kata bapak dan ibu.Tapi tidak untuk pendampingku.Aku hanya ingin menentukan pilihanku sendiri untuk hal pasangan.
Maafkan aku bu.
Hati Pandu bergolak.Ucapan ibunya sebelum ia meninggalkan halaman rumah ibunya tadi sangat menohok.
Ciiiitttttt.....
Bunyi rem mendadak.Hampir saja Pandu menabrak mobil yang terparkir di bahu jalan.
Pikirannya yang sejak tadi melanglang buana kemana saja.Sehingga mengganggu konsentrasi berkendara.
"Maaas"Kara setengah menjerit.Kaget dan ketakutan.Kara tidak ingin hal buruk menimpa mereka.Kara memejamkan mata kuat kuat.
Lalu setelah ia menyadari bahwa mereka tidak mengalami benturan atau apapun.Kara membuka mata perlahan.
__ADS_1
Tampaknya Pandu sedang terdiam.Menghela nafasnya beberapa kali.