Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Usai Pernikahan Part 2


__ADS_3

-POV Pandu-


Hari ini pernikahanku berjalan lancar.


Aku menikahi gadis yang tidak aku cintai.Kami sama sama tau bahwa pernikahan ini hanyalah demi penyelamat diri kami masing masing


Keinginan untuk melindungi Kara tumbuh dalam diriku sejak pak Farhan menceritakan semua tentang mantan kekasih Kara.


Aku memang sangat benci jika ada laki laki melakukan kekerasan pada wanita.


Pengecut pecundang.


Itu karena aku mempunyai dua adik perempuan dan seorang ibu.


Aku sangat ingin melindungi mereka.Saat aku melihat Kara pertama kali ditampar oleh mantan pacarnya itu.


Aku benci itu sangat kasar dan menyakitkan.Andai saja yang aku lihat itu adalah salah satu dari adik kembarku


Via atau vio sedang ditampar oleh pacarnya.Entahlah mungkin laki laki itu bisa ku bunuh tanpa berpikir panjang.


Hahh...Semoga Via dan Vio dipertemukan dengan laki laki yang mampu menjaga diri mereka.


Aku melakukan semuanya ibarat ingin menanam kebaikan.Agar aku menuai hal baik pula.


Hari ini ibu mertuaku meminta untuk tinggal disini satu atau dua hari.Lalu baru boleh pindah ke apartemenku.


Terpaksa aku akan tidur sekamar dengan Kara.


Tok tok tok.


Ku ketuk pintu kamar Kara.Dan Kara membukakan pintu untukku.


Ternyata dia sudah mandi,rambutnya panjangnya basah.Tampak riasan wajahnya sudah tidak mencolok.


Wajahnya kembali polos natural seperti biasanya.


Ya biasa saja wajah orang yang baru saja selesai mandi akan terlihat bersih dan segar.


"Oh.Masuk pak"


Dia tersenyum tipis padaku mempersilahkan masuk.


Kara tidak berkata apa apa lagi selain menyuruhku masuk.


Dan aku pun menuju sebuah koper miliku.Isinya baju ganti.Aku mengambil beberapa helai baju ganti dan pakaian dalamku.


Ya,hari yang sangat melelahkan.


"Miss Kara"


"Ya Pak"


"Terima Kasih sudah bekerjasama hari ini"


"Ya pak,sama sama"


"Egh tidak hanya hari ini karena masih ada hari hari berikutnya di pernikahan kita"

__ADS_1


"Baik pak,saya tau"


Dan dia tersenyum.Aku tau dia pasti gugup terlihat dari raut wajah dan senyumannya.


Jika pasangan pengantin lain pasti akan masuk ke kamar,menciumi istri dan memeluknya karna bahagia telah melangsungkan pernikahan.


Tapi aku?


Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih.


Entah kenapa aku mengatakan itu,sebenarnya terima kasih itu apa?


Seperti tidak ada kata kata lain saja.


Ya mungkin hanya kata terima kasih ya ada dikepalaku saat ini.


Lalu aku bergegas masuk ke kamar mandi,cukup lama aku berada didalam kamar mandi.Melepas lelah mengguyur kepalaku dengan air.Agar hilang lelahku mengalir di pembuangan.


Aku sudah selesai mandi dan memakai baju santaiku.


Biasanya dirumah aku hanya mengenakan boxer dan kaos tanpa lengan.


Kali ini baju santaiku sedikit sopan.Ya ini kan dirumah mertua.


Saat aku keluar dari kamar mandi sudah tidak ada Kara disana.


Haaaah...lega karena aku tidak terbiasa ada orang lain di kamar.


Kulihat ada tumpukan bed cover di kursi.


Tidak mungkin aku akan tidur seranjang dengan istri kontrakku.


Pandu bergidik membayangkannya.


**


Aku keluar kamar.Kulihat istri dan ibu mertuaku sedang mengobrol di ruang makan.


Hah istri?


Ibu mertua?


Aneh sekali kedengarannya.Aku menertawakan diriku sendiri dalam hati.


Hey.Kenapa Kara menatapku seperti itu.


Ya ya kau terlihat kaget melihatku.Laki laki asing yang keluar dari kamarmu kan?


Meskipun ini pernikahan kontrak tapi tetap saja aku ini suamimu kan.


Jangan protes sekarang.Kita akan bicara lagi nanti kalau sudah pindah ke apartemenku.


Aku tau ibu mertuaku ini orangnya sangat asik diajak mengobrol.Jadi aku selalu tidak merasa sungkan untuk memulai obrolan.


"Buk"


Kataku.

__ADS_1


"Eh Mas Pandu.Sini sini duduk sini"


Ibu mertua menyambut ramah dan menyuruh Kara menyiapkan minuman hangat untuk kami.


Seperti biasa,memang bukan Kara yang menyiapkan.Kara hanya tinggal minta tolong bantuan mbok Inah.


Dan benar kan.Dia hanya sebentar kedapur lalu keluar dan bergabung mengobrol dengan kami lagi.


Aku dan mertuaku mengobrol banyak hal.Mulai tentang bisnis dan masa kecil Kara.


Hahahaa...


Ternyata Kara punya masa kecil yang lucu menurut cerita dari ibu mertua.


Walaupun Kara kadang merasa malu jika masa kecilnya diceritakan.


Jika mendengar ibu mertuaku menceritakam tentang pekerjaannya.


Sudah dipastikan beliau ini adalah sosok wanita tangguh.Keren sekali perjalanan karirnya.


Aku harus belajar banyak darinya.


Tiba tiba saja ada rasa bangga punya mertua sehebat bu Ranti.


Tapi kenapa anaknya tak setangguh ibunya.


Anaknya justru jadi korban kekerasan dan pacaran.


Kenapa?


Kenapa Kara menjadi sosok yang harus ku lindungi.Aku ingin melindunginya.


Kasian?


Iba?


Ah entahlah.


Malam ini kami pun tidur berada di satu kamar.


Aku yang memutuskan untuk tidur dilantai.


Ya,aku kan sudah berjanji ingin melindunginya.


Kalau Kara yang dilantai nanti dia akan sakit karena masuk angin.


Biar aku saja yang tidur dilantai.Wanita memang harus diperlakulan dengan pantas.


Karena lelah,malam begitu cepat mengantarkan kami dalam tidur lelap kami.


Malam pertama menikah tidak terjadi apapun.Semua aman sesuai keinginan kita.


Aku pun tidur sangat pulas sekali.


Biasanya aku akan bangun dan buang air kecil atau minum karna haus.


Tapi ini benar benar lelap sampai pagi.

__ADS_1


__ADS_2