
"Ehh ada tamu"
Ranti keluar dari pintu rumahnya.
(Sebagai visual Ranti ibunya Kara)
Pandu langsung berdiri dari duduknya.
"Selamat malam bu"
Dan berjabat tangan dengan Ranti dan Nani tak lupa mencium punggung tangan mereka sebagai tanda hormat kepada orang lebih tua.
Pandu sedikit bingung,yang mana ibunya Kara.Yang lebih muda atau yang satunya yang usianya hampur sama dengan ibunya.
Lalu mereka duduk.
"Buk ini Pak Pandu,tadi yang mengantar kara pulang"
Pandu tersenyum tipis.
"Pak Pandu,ini ibunya kara.Dan ini Bude Nani kakak perempuan ibuk"
"Oh mas Pandu.Terima kasih ya sudah mengantar Kara pulang"
Ucap Ranti.
"Iya buk sama sama"
Ucap Pandu sedikit sungkan.
"Mas Pandu teman kuliahnya Kara?"
Ucap Nani ikut nimbrung.
"Bukan bu,kebetulan saya juga mengajar di SMA Harapan"
"Ohh jadi Mas Pandu ini guru,guru apa mas?"
Ucap Ranti.
"Bahasa Inggris bu,Oh ya bu saya mau langsung pamit saja karena ini juga sudah malam"
Ucap Pandu karena tidak ingin terlalu banyak menerima pertanyaan.
"Tunggu sebentar"
Ucap Nani mencegah.
__ADS_1
Pandu pun kembali duduk.
"Pandu,Pandu,Pandu,sepertinya saya tidak asing dengan namamu"
Nani bergumam.
"Bude nama Pandu kan nggak cuma satu,dijogja ini pasti banyak yang namanya Pandu."
Bantah Kara.
"Nggak Ra,Pandu dan wajahnya seperti aku pernah liat tapi dimana ya.Lihat wajah temanmu ini aku jadi inget seseorang tapi siapa.Sebentar bude ingat ingat lagi"
"Alasan Bude ini klise banget deh"
Ucap Kara menggelengkan kepalanya.
"Kamu rumahnya mana?"
Nani.
"Saya tinggal di apartemen di dekat Ringroad bu,tapi saya asli Kulon Progo"
Jawab Pandu.
"Kulon Progo?Cuma Yunda yang asalnya Kulon Progo.Iya bener Yunda"
Nani menyebut nama teman sekolahnya yang tiba tiba dia ingat jika melihat wajah Pandu"
Ucap Kara khawatir dan saling melempar pandangan dengan Pandu.
"Yunda teman bude waktu SMA,dia mirip sekali denganmu.Nama ibumu Yunda bukan?Yunda Irawati"
Nani memperjelas.
Pandu dan Kara tampak lemas mendengarnya,kenapa dunia begitu sempit.
"Iya Bu nama ibu saya Yunda Irawati,ibu kenal dengan ibu saya?"
Ucap Pandu.
"Ya kenal dong,aku dan Yunda itu CS banget waktu SMA.Tunggu dulu aku mau telpon dia"
Nani meraih ponsel di sakunya dan menelpon Yunda.
Telpon langsung diangkat oleh Yunda hanya beberapa kali nada sambung saja.
Sementara Ranti memperhatikan Nani yang sudah mulai mengobrol dengan sahabat lamanya itu.
Kara dan Pandu pun kebingungan saling melempar pandangan,seakan menanyakan harus berbuat apa.
__ADS_1
Kara menepuk keningnya sendiri.
Panggilannya pun di loadspeaker oleh Nani.
"***Hallo Yun,lagi ngapain kamu?belum tidur kan?"
"Ya ampun Nani gila kamu malam malam begini ada apa menelponku,aku baru saja mau tidur.Capek sekali beberes anakku habis dari sini dengan pacarnya.Tapi aku senang banget Nan akhirnya anakku punya pacar juga.Hampir saja aku jodohkan dengan anaknya Wanti itu"
Gelak tawa melalui sambungan telepon.
Ranti tersenyum mengamati kakak perempuannya asik mengobrol dengan Yunda.
"Anakmu Via atau Vio?"
Nani memperjelas karena hanya Pandu,via dan vio saja yang belum menikah.Kalau Saka jelas sudah menikah dan tinggal di Semarang.
"Nani,Nani kau tau Via dan Vio kan masih kuliah biar mereka belajar dulu lagipula mereka baru awal masuk.Pandu Nan Pandu,tadi dia kesini mengajak pacarnya.Cantik dia lebih cantik dari anaknya Wanti itu"
"Oh ya,Namanya siapa Yun?"
Nani ingin dengar sendiri dari mulut Yunda.
"Namanya Kara,baru saja mereka pulang.Mungkin sudah sampai rumahnya udah sejam lebih sih mereka pulang dari sini"
Nani dan Ranti mengalihkan pandangannya kepada Kara dan Pandu.
Tentu saja ekspresi Kara dan Pandu menjadi bingung harus apa.
Sudah jelas rencana awal akan berpura pura di depan Yunda saja.Kenapa dunia sesempit ini sampai bertemu dengan teman Yunda disini.
"Yun,kau tahu tidak.Aku lagi sama anak kamu nih si Pandu"
"Yang bener kamu Nan,jangan bohong"
Yunda menyangkal diiringi gelak tawa.
"Iya,Kara itu kan keponakanku Yun.Anaknya Ranti adikku yang bungsu.Jadi mereka itu pacaran Yun?"
Ucap Ranti tapi menatap Kara dan Pandu.
"Ya ampun Nani kok bisa sih Pandu ketemu sama keponakanmu,Yasudahlah kalau memang mereka jodoh mau apalagi.Jadi gampang ngurus pernikahannya nanti"
"Iya Yun bener,kamu juga pengen cepet cepet punya cucu lagi kan?"
Canda Nani yang menimbulkan gelak tawa yang riuh meskipun via telepon.
"Nan titip Pandu ya,tolong dimarahi saja kalau dia berani macam macam***"
Tak lama Nani menutup telepon setelah selesai mengobrol dengan Yunda.
__ADS_1
"Jadi kalian pacaran?"
Tanya Ranti tersenyum,karena ternyata Kara sudah tidak lagi berhubungan dengan Arya.