Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Obrolan di Teras


__ADS_3

Semuanya sudah menempati kursi meja makan.


"Wi,kamu urusin aja bocah bocah nduk.Disuapin yang kenyang"Ucap bu Yunda dengan lembut.


"Oh njih bu"Dewi menurut.(njih\=iya,dalam bahasa jawa halus)


"Ayo sini kakak duduk sini"Pinta Dewi pada Naira.Dan Naira pun patuh.


Sedangkan Sadewa berada dipangkuan Dewi.


"Naira biar aku yang suap mbak"Ujar Via.


"Oke,sip"Sahut Dewi.


"Naira ayo makan.Kalo nggak makan nanti perutnya sakit"Rayu Via.Karena biasanya Naira kadang susah makan.


"Iya"Sahut Naira malas.


"Bagus,anak pinter"Ucap Via sambil memasukan makanan ke mulut Naira.Dan Naira pun menurut.


Suasana makan malam ini begitu menyenangkan.Anggota keluarga yang lengkap.Ramai dan semua terlihat bahagia.


Saka yang sejak tadi melawak.Sehingga acara makan malam ini diselingi oleh tawa.


Kara benar benar bahagia akan kebersamaan ini.Ada rasa bahagia membuncah di hatinya.


Dan bibirnya tak lepas dari senyuman.


Malam ini bu Yunda memasak gulai ikan kakap,kuahnya yang gurih dan kaya akan rasa rempahnya.Merasuk hingga ke seluruh bagian ikan.Kara yang kurang menyukai menu makanan yang terbuat dari ikan.Kenapa malam ini Kara tidak terlalu mempermasalahkannya.Kara melahap gulai ikan itu dengan biasa biasa saja.Padahal Kara sangat menghindari makanan berbahan dasar ikan.


Berduri merepotkan,Kara kurang menyukai hal itu.Membuatnya malas memakannya.


"Kara,nambah nduk cah ayu"Pinta bu Yunda dengan lembut penuh perhatian.


Kara senyum dengan malu malu.Masih baru dikeluarga ini.Meskipun semuanya berbaik hati dan ramah padanya tapi rasanya masih canggung.


"Iya buk,terima kasih"


Kara sudah cukup kenyang dengan porsi yang ia ambil.


Tiba tiba Pandu mendekatkan sayur daun pakis pada Kara.


Kara pun terkejut dan menatap Pandu.


Pandu memberi isyarat,Kara pun cepat tanggap.Bahwa Pandu memintanya untuk mengambil sayut itu.Tapi dalam hati Kara ingin menolak karena perutnya sudah penuh.


"Makasih ya mas"Kara tersenyum setelah mengambil sesendok sayur daun pakis ke dalam piringnya.


Pandu menjawab lirih.


"Ya"


Kara dengan telaten memasukan sesuap demi sesuap makannya.Dengan senyum tipis dibibirnya.


Ternyata mas Pandu perhatian juga.


Hmmm paling juga karena di depan ibunya.


Batin Kara


Ya tentu saja.Demi melegakan hati ibunya.Pandu menyodorkan piring sayur pakis pada Kara agar Kara mengambilnya.

__ADS_1


Pandu tau bahwa ibu akan sangat senang jika anak anaknya lahap memakan semua masaknnya tanpa terkecuali.


Ya,benar.Sesederhana itu membuat ibu senang.


Dan anak,cucu dan para menantunya malam ini berhasil membuat bu Yunda senang.Lelah memasak seharian ini rasanya hilang begitu saja saat bu Yunda menyaksikan mereka makan dengan lahap,serta terlihat sangat rukun.


**


Malam menunjukan pukul sepuluh malam.Dimana Dewi dan anak anaknya sudah tidur.Ditemani Saka disisinya meskipun Saka sama sekali belum mengantuk.Rencananya jika anak anaknya sudah tertidur pulas,Saka akan keluar kamar.


Mengobrol dengan Pandu rasanya ide yang bagus.


Ibu juga baru saja masuk ke kamar setelah,tentu saja akan mengistirahatkan tubuhnya.Karena besok pagi pagi akan pergi ke pasar.


Via dan Vio belum tidur,namun tentu saja menagih janji pada Kara yang akan mengajari mereka bermain gitar.Mereka belajar gitar di teras.Ada Pandu juga disana.


Seperti biasa Via dan Vio beradu mulut saling menyalahkan hal remeh.Sehingga tidak fokus belajar gitar.


Namun itulah keseruan mereka malam ini.Kara sampai sakit perut tertawa melihat tingkah kedua adik iparnya ini.Yang selalu bertengkar lalu bercanda lagi,begiti terus mereka lakukan.


"Udah sana pada tidur,udah malem"Pandu memerintah kedua adiknya itu.Karena Pandu lihat mereka sudah tidak fokus belajarnya.Malah keseringan bercanda.Daripada berisik mending Pandu menyuruh mereka tidur.


Via dan Vio serentak menipiskan bibirnya.Mau melawan tapi wajah Pandu seakam menuntut mereka.


Tentu saja mereka tidak berani dengan Pandu.Apalagi ekspresi wajahnya yang datar dan dingin itu.


Mereka berdua patuh dan beranjak dari kursi teras itu.


"Mas Pandu nggak asik"Ucap Vio lirih pada Via.Harap Vio Pandu tidak akan mendengarnya.Tapi...


"Biarin nggak asik"Sahut Pandu.Yang mendengar bisikan mereka.Dasar anak anak nakal.


Via dan Vio langsung saling melempar pandangan.Matanya melotot ketakutan dan langsung mereka lari terbirit birit.Daripada kena semprot yang lebih mengerikan lagi.


"Mas,jangan galak galak donk sama adeknya.Mereka itu manis tau,lucu"Ucap Kara masih menyisakan senyumnya.Karena melihat Via dan Vio ketakutan karena ulah Pandu.


"Siapa yang galak?"Tepis Pandu.


"Itu tadi bukan galak?sampai mereka lati ketakutan"


Bukannya mendapat jawaban dari Pandu tapi malah Pandu menatap Kara dengan penuh ironi.


"Heheehe,,aku tuangin tehnya ya mas"Melihat tatapan Pandu nyali kara langsung ciut.Sehingga Kara mengalihkan pembicaraan.


"Ini mas diminum"Kara tersenyum.


"Ya.Makasih"


"Oh ya mas,aku mau ngucapin terima kasih"Ucap Kara lembut.


"Untuk apa?"


"Terima kasih ngajak aku nginep dirumah ibu"Ucap kara tersenyum.Seakan memancarkan bahagianya dari dalam hatinya.


"Ya"Jawab singkat Pandu.Lalu menyesap teh yang sudah tak terlalu panas lagi.


"Aku seneng bisa ada ditengah tengah keluarga kamu.Serius mas,aku seneng banget bisa ngerasain kebersamaan keluarga ini"Tutur kata Kara tampak tulus.Dan mampu mengalihkan pandangan Pandu.


"Kayaknya kamu seneng banget"Ucap pandu.


Kara mengangguk.

__ADS_1


"Banget mas,seneng banget.Aku mau kok kalau kamu sering sering ajak aku nginep disini"


"Apa yang bikin kamu seneng?"Pandu merasa ada kejujuran dari tutur kata Kara.


Pandu kali ini sangat ingin tau.Hal sepele seperti ini bisa membuat Kara bahagia?Kenapa?


"Sholat berjama'ah dirumah,makan bareng.Ngobrol sama semua anggota keluarga.Aku belum pernah rasain itu semua"


Ucap Kara memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya.Dan Kara suka sekali bisa jujur atas perasaannya.


"Memangnya sebelum ibu cerai sama abi juga nggak pernah?"Tanya Pandu penuh penasaran.


Sekedar makan bersama saja dia belum pernah ngerasain?


"Sesekali aja mas makan bareng,itu aja abi sama ibu banyak sambilannya.Bentar bentar liat hp,balesin chat,terutama ibu.Kalau dihitung paling setahun dua kali.Sekalinya sempet suasananya hambar.Aku malah sempet minta mereka gausah dirumah.Lebih nyaman makan bareng mbok Inah"


Kara tersenyum.Malu menceritakannya tapi entah kenapa Kara memiliki dorongan untung ungkapkan semua itu.


Mendengar setitik penjelasan dari kara,Pandu merasa ikut prihatin.Bisa disimpulkan Kara kurang kasing sayang.


"Mas kenapa bengong?kamu dengerin aku kan?"


"Iya,cerita aja aku dengerin kok"Sambil memegang cangkir teh ditangannya.


Kara tersenyum.


Ternyata mas Pandu pendengar yang baik.


"Makanya aku nggak deket sama abi.Ibu meskipun sibuk masih kadang sempet nyamperin aku ke kamar,ngobrol meski cuma bentar banget.Tapi nggak apa apa setidaknya ibu masih peduli,tapi pekerjaannya yang bikin nggak bisa kami ngobrol lama"Ucap Kara.


"Memangnya kenapa abi sama ibu bisa cerai?bukannya ibu keliatannya juga sangat baik?"Pandu semakin penasaran.


Kenapa aku semakin penasaran?


"Oh itu karena ibu terlalu sibuk.Abi selingkuh dengan mantan pacarnya waktu SMA.Kesalahan ibu juga kurang perhatian.Tapi abi juga nggak seharusnya begitu.Dan anehnya mereka nggak pernah berantem.Jadi kayak yang hambar gitu,dirumah mereka cuma numpang tidur.Pagi pagi udah sibuk masing masing"


Dan berhasil membuat Pandu merasa iba.


Kesimpulan Pandu,kenapa Kara bisa berpacaran dengan orang yang salah waktu itu.


Karena kurangnya kasih sayang seorang ayah.


Kara tidak tau bagaimana sikap laki laki yang seharusnya.


Bagaimana sikap laki laki yang bisa menghargainya.


Kara tidak memiliki contoh di keluarganya.


Yang ia tau,lelaki baik adalah lelaki yang bersedia bersamanya.Itu karena contoh dari abi nya.


Abi masih bertahan dengan ibu walau konflik batin keduanya.


Lalu mereka bercerai.


Kara menganggap bahwa lelaki yang baik pun mampu meninggalkan pasangannya.


Jadi ini penyebab Kara bertahan dengan pacarnya waktu itu.Dan dia juga mau menerima pernikahan kontrak denganku?


Ya Tuhan Kara.Bagaimana kalau kau bertemu laki laki psikopat.Yang bisa membahayakan nyawamu.


Pandu menghela nafas.

__ADS_1


Entah perasaan apa yang ada dalam hatinya sekarang.


Mendengar penuturan Kara kenapa dirinya merasa marah.


__ADS_2