
Diperjalanan mereka diam.
Kara yang biasanya banyak bicara sejak keluar halaman rumah mertuanya tadi hanya diam saja.
Meskipun tergolong masih pagi sekitar jam sepuluh namun matahari tampaknya sedang bersemangat.
Cahanya sangat terang dan terasa hangat cenderung panas.
Karapun mengusap usap bagian tangannya.Pikirnya agar mengurangi rasa panas yang cukup menyengat saat ini.
Kemarin hujan lebat,tapi sekarang kenapa cuacanya terik seperti ini.Jaman sekarang cuaca memang sulit diprediksi.Kadang hujan tiba tiba panas terik.
Tibalah disebuah parkiran tempat wisata.Yang bertuliskan KALI BIRU.
Salah satu icon wisata di kulon progo.Tempatnya indah,hijau nan asri.
Pemandangan alami luar biasa.
Kara masih tidak berminat untuk tersenyum.Bahkan menatap hangat pada Pandu pun tak ada dipikirannya.
Kesal,marah,benci yang saat ini rasa yang bersemayam dihatinya.
Biasa kita sebut c-e-m-b-u-r-u.
Ya,Kara sedang cemburu karena adanta jaket wanita berwarna merah muda.
Sebenarnya merah muda atau pink adalah warna kesukaannya.
Tapi kenapa melihat jaket berwarna pink yang seharus tampak keren dan lucu.
Kara menjadi berubah selera.Tidak ada lagi berminat dengan warna pink.
Kara memandang jengah jaket yang ia letakan diatas motor.Sengaja tidak ia bawa.Kara melangkah menjauh mendekati pintu masuk terlebih dahulu.
Pandu pun berniat menyusulnya setelah melepaskan helmnya.
Namun terhenti karena jaket yang ia berikan tadi justru ditinggalkan diatas motor begitu saja.
Pandu mengambilnya.
Kara menoleh kebelakang ke arah Pandu.
Semakin kesal dihatinya.
Pandu sedang berjongkok menali sepatunya yg lepas.Dan jaket itu tersampir dipundaknya.
Sepertinya jaket itu hampir jatuh dan Pandu menahannya.Dengan cara menjepit diantara pundak dan kepalanya.
Kepala Pandu sampai miring menjepit jaket agar tidak terjatuh
Segitunya mas Pandu.Kayaknya sayang banget kalau jaket itu kotor karena jatuh.Seistimewa apa sih pemilik jaket itu.
Pandu tampaknya sudah selesai dengan urusannya.Kara bergegas mengalihkan pandangannya.
Pandu tidak berkata apapun.Mereka masuk ke tempat wisata itu.Dan Pandu masih saja bertahan membawa jaket itu kemanapun mereka berjalan.
__ADS_1
Dan Kara semakin kesal.Untung saja pemandangan di Kali Biru ini sangat indah.Paling tidak bisa mengalihkan kekesalahn Kara.
Melihat pemandangan hijau yang menyejukan membuat hati Kara lebih baik.Tapi bukan berarti kecemburuannya pada jaket misterius itu hilang begitu saja.
Mereka duduk disuatu bangku kayu.Kara asik dengan pemandangan dihadapannya.Meskipun diam karena masih kesal namun raut wajah Kara tidak bisa menipu.Bahwa saat ini Kara sedang menikmati dan menyukai pemandangan ini.
"Kamu suka pemandangan disini?"Tanya Pandu memecah keheningan diantara mereka berdua.
Kara mengangguk namun kembali berlaga acuh.
"Kamu kenapa sih?dari tadi diem aja"Tanya Pandu.
Kara memandang Pandu dengan tatapan aneh.
"Kenapa tiba tiba mas pengen aku banyak ngomong?biasanya mas kan terganggu kalau aku berisik"
Jawabnya ketus.
Dan benar,secara tidak sadar.Pandu sudah terbiasa dengan ocehan Kara.Jika Kara diam seribu bahasa begini akan terasa aneh.
"Ya jangan gitu lah.Masak dari berangkat daritadi nggak ngomong apa apa?"Ucap Pandu yang tampaknya mulai gelisah jika Kara terus diam.
"Memangnya mas pengen aku ngomong apa?"Jawaban Kara tampaknya membuat Pandu kesal.Sepertinya Kara sedang menguji kesabarannya.
Pandu menghela nafas perlahan.
"Kalau ada masalah bilang.Jangan cuma diem gitu"Ucap Pandu mengandung tuntutan agar Kara mau berbicara.
Kara langsung menoleh menatap wajah Pandu.Kara menatap lekat kedua bola mata Pandu.
Bola mata berwarna coklat gelap yang indah.Lekuk matanya yang mendukung ketampanannya.Dan dihiasi barisan alis yang tebal tampak mempesona.
Kara memberanikan diri berucap.
"Kenapa mas suruh aku pakai jaket punya cewek lain?"Ucapan Kara mengerikan.Tampak marah sekali meskipun suaranya lirih tak ingin orang disekitar mendengarnya.
"Cewek lain?"Jawab Pandu kebingungan.
"Iya kan.Jaket yang sekarang kamu pangku itu punya siapa kalau bukan cewek lain?Jaket itu masih kelihatan baru belum sering dipakai.Itu jaket siapa?Kara sudah tak tahan mengeluarkan apa yang jadi pergolakan hatinya.Sebuah jaket berwarna merah muda.
Pandu baru menyadari bahwa gara gara jaket merah muda ini.Kara menjadi semarah itu.
"Jadi orang jangan cepat menyimpulkan.Nanti malu sendiri"Jawab Pandu belum juga memberi jawaban yang terang.
Kara hanya melengos,mengalihkan pandangannya ke arah lain.Kesal sekali,Kara berfikir Pandu akan mencari seribu alasan agar dirinya tidak merajuk lagi.
"Ini jaket kamu"Jawab Pandu singkat.
"Sejak kapan?aku nggak pernah punya jaket itu"Jawab Kara ketus.
"Sejak tadi sebelum kita berangkat"Pandu memberikan jawaban yang Kara tidak mengerti.
Kara kembali menatap Pandu.Tampang kesal dan cemberut masih terlihat diwajahnya.
"Nggak lucu mas.Nggak usah cari alasan biar aku nggak marah sama kamu"Kara tidak percaya.Dan tidak tau maksud jawaban Pandu.
__ADS_1
"Dengar dulu"Pandu menatap Kara.Dan Kara menurut.
"Ini memang jaket baru.Jaket ini aku dapet karena menang give away potography.Dapet jaket couple.Yang punya warna hitam ada sedikit list merah mudanya.Dilihat lagiini jaketnya mirip sama yang ada apartemen kan.Tapi ini dominan merah muda.Ada list nya warna hitam.Tadinya mau ku kasih mbak Dewi.Tapi mbak Dewi nggak muat jaketnya kekecilan.Via Vio nggak mau karena warnanya pink.Jadinya jaket ini kusimpan.Nggak tau mau dikasih siapa.Lagian jaket kamu kemarin kan masih basah dicuci.Jadi aku kasih ke kamu.Jadi jaket ini itu coupleannya yang diapartmen itu"Entah kenapa Pandu ingin sekali menjelaskan sedetail ini.
Dan Pandu ingin Kara seperti biasanya.Banyak ngomong dan banyak tanya.
Bukan diam seperti ini.Melihat wajah Kara cemberut rasanya seperti dihukum.
Pandu sudah mulai terbiasa dengan keriuhan suara Kara.
Wajah Kara merah padam karena malu.Ingin rasanya masuk kejurang dihadapannya itu.Karena benar benar merasa malu.Kara sedang cemburu buta.Ternyata justru berakhir manis seperti ini.
Ternyata pada akhirnya.Jaket couple itu untuknya.
Tersenyum untuk menutupi rasa malu.
"Kalau emang nggak mau ya nggak apa apa,aku kasih ke anaknya mbok Mi aja"Putus Pandu.
Kara segera merebut jaket dari Pandu.
"Ehh,apaan sih mas.Memangnya mas Pandu mau couple an sama anaknya mbok Mi?"Sahut Kara kesal dan bibirnya mengerucut.Namun gembira dalam hatinya.
Entah kenapa senyuman Kara saat ini lebih menyejukan.Padahal tadi pagi Pandu masih merasa kesal kalau Kara tersenyum sok cantik dihadapannya.
Ternyata Kalau Kara cemberut karena merajuk itu sangat tidak membuatnya nyaman.Lebih baik melihat Kara yang biasanya.
Pandu menipiskan bibirnya.Mengamati keceriaan Kara kembali sedang mengenakan jaket pemberiannya itu.
Tak disangka momennya begitu pas.Saat itu Pandu memenangkan contest potography di media sosial.
Saat itu potret salah satu spot di Kali Biru yang membuatnya memenangkan hadiah jaket couple ini.Dan berupa mas antam yang saat ini ia simpan diapartmen.
Dan kini jaket itu diberikan pada Kara.Tak menyangka bahwa Kara yang akan mengenakannya.
Awalnya jaket itu terlihat biasa.Namun momen dan dengan siapanya ini yang membuat berkesan.
Pandu menggelengkan lamunannya.Merasa pikirannya sedang kacau.Bisa bisanya menganggap momen ini berkesan.
*******bersambung....
Kenalkan ini wisata Kali Biru yang terletak di Kulon Progo Yogyakarta.Silahkan berhalu bahwa yang duduk disana adalah sepasang suami istri.Suami yang tidak mencintai istrinya.Namun cinta istri terhadap suami justru tumbuh setiap harinya.
Pemandangan yang sangat mendukung untuk kesyahduan mereka berdua,Pandu dan Kara.
Apa harapan kalian setelah Pandu dan Kara pulang dari tempat seromantis ini.
Banyak yang bilang Jogja terbuat dari rindu.Dibumbui kemesraan.
Maka dari itu setiap sudut Jogja sungguh hangat dan sangat kurindu.
(eh kurindu?iya aku lagi rindu banget sama jogja.Belum bisa pulang karena pandemi)
Mohon maaf saya ambil foto dari instagram milik @nv_nvp foto fotonya keren sekali.Nggak sengaja nemu instagram yang foto alamnya buagus buagus banget.Seperti saya menceritakan isi instagram mas Pandu pada episode jauh sebelumnya.
Bagi yang berkenan silahkan follow.
__ADS_1