Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Dihancurkan Oleh Kejujuran


__ADS_3

Jika boleh jujur,saat ini yang Kara inginkan adalah pulang.Pulang kerumah ibunya.


Kara sempat menyalahkan dirinya sendiri karena ia telah ingkar dijanji awal pernikahan.


Bahwa tidak ada ada cinta di antara mereka.Bahkan Pandu mengijinkan Kara memiliki kekasih.


Tapi kenyataannya bukan begitu.Justru perasaan yang tumbuh dihati Kara adalah cinta terhadap Pandu.


Mereka berdua sama sama menatap jendela kaca yang besar.Menghadap ke jalan.Kelap kelip lampu kota dan lampu kendaraan berlalu lalang mengjiasi kota Jogja yang istimewa ini.


Meskipun besok adalah hari kerja tampaknya tak menyurutkan masyarakat Jogja untuk berjalan jalan.


Lalu lintas tergolong padat lancar.Cukup indah dipandang dari kejauhan.Apalagi dari ketinggian,seperti saat ini yang mereka lakukan di lantai empat apartmen itu.


Kara menunggu Pandu mengucapkan sesuatu.Namun dilihatnya Pandu tampaknya sedang merasakan nyeri.Biasanya jika ada luka,baru terasa nyeri perih di malam hari.


Kara beranjak dan mengambil beberapa peralatan.


"Kamu mau ngapain?"Tanya Pandu mendesis menahan perih.


"Ngobatin kamu,ngompres lebam kamu.Obati lukamu.Tadi belum sempat dibersihkan tapi kamu udah langsung mandi"Ucap Kara tanpa senyum,bukan yang seperti biasanya.


Mau tidak mau Pandu hanya bisa menurut,seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.


Jika boleh memilih.Sebenarnya Kara sedang tidak ingin berada sedekat ini dengan Pandu.


Tapi rasa kemanusiaannya dan rasa sayangnya terhadap Pandu.Membuat Kara bertahan,Kara ingin Pandu ada yang meperhatikan.Tidak tega Pandu kesakitan.Meskipun Kara sendiri sedang rapuh saat ini.


Kara cepat cepat menyelesaikan pengobatan terhadap Pandu.Tidak sanggup rasanya lama lama berdekatan,apalagi menatap wajah Pandu.


"Terima kasih"Ucap Pandu.


"Mas mau bicara apa?"Tanya Kara,ingin sekali Pandu cepat mengatakan sesuatu.Entah apa itu yang jelas Kara swdang tidak ingin berlama lama menatap Pandu.


"Yang jelas ucapan terima kasih.Kamu udah lindungi aku dari mas Saka tadi.Tapi lain kali jangan lakukan itu.Bahaya buat kamu"Ucap Pandu yang awalnya menatap kelur jendela lalu menatap wajah Kara yang tampaknya menatap kosong keluar jendela.


"Sejak kapan kamu jadi begitu peduli?"Jawab Kara.


"Sejak berniat menikahimu.Aku sudah bilang aku bakal lindungi kamu"Pandu mengatakan benar adanya.


"Aku paling tidak bisa ada perempuan dilukai"


Kara langsung menoleh ke arah Pandu.


Memakinya dalam hati,apakah Pandu sedang kerasukan.Dia mungkin tidak melukai Kara secara fisik.Tapi bukan hanya melukai,namun mencabik cabik merobek dan membakar hati Kara.


"Yakin mas Pandu tidak bisa lihat perempuan dilukai?"Tanya Kara menelisik.

__ADS_1


"Tentu saja"Ucap Pandu percaya diri.


"Yang bisa terluka itu bukan hanya fisik mas.Tapi hati juga"Kara memberanikan diri.Kesempatan ada waktu berbicara dengan Pandu.


"Memangnya hati kamu tidak pernah terluka?"


Pandu terdiam sejenak,tidak menyangka tanggapan Kara seperti tamparan.


"Soal itu aku tidak bermaksud melukaimu.Kita sudah janji untuk tidak saling mencintai kan?"


Kara menghela nafas.Tidak ingin air matanya yang susah payah ia bendung.Mengalir begitu saja.Dan membuyarkan kata kata yang ingin ia lontarkam pada Pandu.


"Aku juga sebenarnya tidak ingin mencintai kamu mas awalnya.Tapi kamu selalu ada untuk tolong aku.Buat aku nyaman.Mungkin aku tidak pernah merasa seaman ini sebelumnya.Jadi maaf kalau aku ingkar.Rasa yang sekarang ada dalam hatikupun tidak aku minta kehadirannya"


Kara terdiam sejenak dan tidak ada respon dari Pandu.Pandu memikirkan kata kata Pandu.


Pandu hampir tak bisa mengatakan apapun.


"Mas boleh aku tanya sesuatu?"


Pandu menoleh menatap Kara.


"Soal apa?"


"Soal Natasha.Apa benar itu yang buat kamu tidak mau cinta sama aku mas?"Kara begitu penasaran.Bersiap mendengar apapun jawaban Pandu.Jika itu menyakitkan biarlah hari ini adalah hari kehancuran hatinya.


"Kamu tau dari mana soal Natasha"Jawab Pandu.Pandu sangat terkejut Kara tau soal Natasha.Namun tau sebatas mana Pandu tidak yakin kalau Natasha masih ada tempat prioritas dihatinya.


"Apa kata mbak Dewi?"


"Kamu dekat dengan Natasha jauh sebelum kami menikah.Dan sebenarnya siapa yang mau dijodohkan sama kamu?kenapa kamu sampai rela menikahiku hanya karena menolak perjodohan.Siapa wanita itu?apa terlalu buruk?"Kara membombardir pertanyaan yang membuat Pandu sejenak terdiam sebelum menjawabnya.


"Kan sudah kubilang,aku tidak mau diatur soal jodohku.Kamu nggak perlu tau siapa orang itu.Karena itu nggak penting"Jawab Pandu.


"Jelaskan sekarang apa arti Natasha di hidup kamu mas?"Kara sudah berkaca kaca.Kara ingin kuat tak meneteskan air mata.Tapi tidak tau kenapa hatinya begitu hancur bahkan sebelum Pandu menjelaskan siapa sosok Natasha itu.


"Kamu sudah tau sekarang,jadi tidak perlu aku tutup tutupi lagi.Natasha bagian masa laluku.Sampai sekarang masih ada,aku masih menyimpan rasa untuknya"Pandu mengatakam sejujurnya.Toh kebohongan hanya akan membuahkan kebohongan lainnya.Meskipun Pandu tau ini akan sangat menyakitkan saat Kara mendengarnya.


Kara tak kuat lagi menahan genangan air mata dimatanya.Air matanya pun mengalir begitu saja,deras sangat deras.Dadanya sesak seperti dihantam ombak.Hampir ia kesulitan bernafas.Kejujuran Pandu membuatnya merasa lemas tak bertulang.Hatinya runtuh seperti bangunan yang diguncang gempa bumi.Entahlah apa lagi yang cocok untuk menggambarkan kehancuran perasaan Kara saat ini.


Jika Kara sudah tidak punya akal sehat akan lebih mudah mengakhiri kehancurannya sekarang.Dengan cara melompat keluar jendela dihadapannya.


Isak tangisnya mulai terdengar.


"Kara maafkan aku"Ucap Pandu yang sebenarnya merasa kasian pada Pandu.Hendak menyentuh pundak Kara namun ia mengurungkannya.


"Kamu nggak salah mas.Yang salah aku,aku sudah ingkar.Aku berharap kamu mencintaiku juga.Padahal bukankah jatuh cinta tidak bisa memilih pada hati siapa ia akan bersemayam"Kara sudah merasa lelah.Tenaganya habis untuk bertahan tidak tumbang.Bertahan menahan hantaman atas kejujuran Pandu.

__ADS_1


Sempat menyalahkan dirinya,kenapa ia menanyakan Natasha pada Pandu.Jika pada akhirnya kejujuran Pandu ternyata teramat sangat menyakitkan.


"Sekarang dimana dia mas?kamu masih sering ketemu sama dia?kenapa kamu nggak menikahi Natasha saja"


"Aku juga tidak tau dimana Natasha.Aku sudah lama nunggu kabar dari dia.Tapi sampai sekarang tidak pernah aku dengat kabarnya"Ungkap Pandu.Meskipun Pandu tau ini begitu menyakitkan.


Namun melihat Kara terisak begini.Pandu sangat tidak tega.Dan isak tangis Kara terdengar lebih dalam menyakitkan.


Pandu kasian melihat Kara,merasa tidak tega.


Dirumah ini hanya ada dirinya yang bersama Kara.Siapa lagi yang akan menenangkan Kara selain dirinya.


Dengan ragu ragu Pandu akan memeluk Kara.Namun pada akhirnya Pandu menyandarkan kepala Kara di dadanya.Mengusap punggungnya dan mengucap kata maaf.


Ini kali kedua Pandu memeluk Kara,atas dasar kasian.Bukan karena dirinya ingin merasakan kehangatan,berbagi rasa bahagia.


Cukup lama Kara menangis dipelukan Pandu.Aroma tubuh Pandu tak dipungkiri mampu menenangkan hatinya.


Bagaimana bisa seperti ini,racun dan penawarnya berada pada satu tubuh.


Kara beringsut dari pelukan Pandu.Pandu pun dengan sukarela mengusap air mata Kara.


Kara heran karena Pandu melakukan itu.


Kara hanya bisa menatap tangan besar,ototnya terlihat.Sedang mengusap air mata dipipinya.Tentu Kara sangat bingung.Perlakuan Pandu sangat meluluhkan hatinya sehingga Kara melupakan bahwa Pandu lah yang membuat perasaannya begitu hancur berkeping keping.


"Kenapa kamu tidak mencari dia mas?"Ucap Kara menatap Pandu.


"Aku sudah berusaha mencari informasi tentang dia.Tapi tidak ada hasilnya.Teman temannya mengira Natasha sudah meninggal.Karena sempat terdengar sakit,lalu benar benar tidak ada kabar.Tapi itu tidak benar.Dia masih ada karena dia masih sering memberi kabar padaku.Meskipun setidaknya dua bulan sekali.Tapi dia tidak pernah mau bilang dimana sekarang dirinya"Ucap Pandu sesekali mengusap air mata Kara dengan tenang.


Kara memutuskan menerima kejujuran Pandu.Karena mau tidak mau harus ia lakukan.Demi dirinya sendiri.Setiap orang memiliki masalalu,dan bayangan masalalu tidak bisa hilang begitu saja.Ada campur tangan masalalu di masa sekarang dan masa depan.


Tapi bukan berada bersamaan begini yang Kara inginkan.


*******bersambung.


Hay readers..


Terima kasih sudah vote karyaku.


Bagi yang masih punya tabungan poin.


Yuk seikhlasnya silahkan vote karya aku sebagai bentuk dukungan terhadap karyaku.


Semoga kebaikan kalian terbalas oleh kebaikan pula.


Setiap vote dari kalian adalah mood boosterku.

__ADS_1


Terima kasih semuanya.


Tunggu episode selanjutnya yaa😘😘😘😘


__ADS_2