Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Pulang ke Apartemen


__ADS_3

Dua malam sudah Kara dan Pandu menginap dirumah Ranti.


Dengan berat hati Ranti melepaskan putri semata wayangnya ikut tinggal bersama suaminya.


Harus rela karena sudah kwajiban seorang istri mematuhi suaminya.Tapi hati seorang ibu tetap merasa sedih.


Drama tangis sedih dan haru karena Kara meninggalkan rumah ini.Ranti dan mbok Inah sama sama berderai air mata.


Mungkin bisa jadi dia akan sering berkunjung kemari.Tapi kan tidak bisa lagi melihat wajah kusutnya saat bangun tidur.


Sewaktu waktu bisa terdengar alunan piano,gitar atau biola yang ia mainkan dari dalam kamarnya.


Mendengar merdunya suara Kara mengalunkan lagu lagu favoritnya sambil melakukan aktifitas dirumah.


Gadis kecil itu sekarang sudah dewasa dan sudah tak bersamanya lagi.Dia sudah menjalani kehidupannya yang baru.Terasa lemah lunglai Ranti memasuki rumah setelah memandangi gerbang yang sudah kembali ditutup oleh mbok Inah.


Karena Kara dan Pandu baru saja pergi meninggalkan mereka.


Cukup lama menatap halaman luas dengan pintu gerbang tertutup.


Pipi Ranti pun masih basah karena menangis.


Anakku,putriku satu satunya.


Aku tidak ingin kau seperti aku.Harus menderita sakit karena ulah laki laki.


Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu nak.


Setelah beberapa saat Ranti kembali masuk kerumah.Duduk di ruang makan,melihat hidangan sarapan yang belum sempat mbok Inah bereskan.


Bekas piring Kara dan Pandu dipandanginya bergantian.


Ranti menyunggingkan senyumnya.


"Semoga kalian berdua bahagia.Doa ibu selalu untuk kalian berdua"


***


Sejak perjalanan ke apartemen tak banyak mengobrol.


Kecuali saat Pandu menanyakan apakah ada keperluan yang harus dibeli.


Dan Kara memang tidak kepikiran membawa perlengkapan mandinya.


Pandu dan Kara pergi menggunakan mobil.Mobil mas Saka dipinjamkan pada Pandu.


Mas Saka punya mobil yang biasa ia titipkan di rental mobil milik kerabatnya.


Karena adik laki laki kesayangannya baru menikah.Jadi sementara dipinjamkan dulu siapa tau butuh untuk keperluan pindahan atau pergi bulan madu.


Begitu pikir Mas Saka.


"Miss,apa ada sesuatu yang harus dibeli?"


Tanya Pandu.


Terasa sedikit canggung.Ini perjalanan mereka pertama kali setelah menikah.Ya meskipun hanya dari rumah Ranti ke apartemen Pandu.


"Egh"


Kara sedikit terkejut karena sedari tadi ia asik melihat pemandangan diluar.


"Em..iya pak.Saya lupa membawa alat mandi"


"Baiklah"


Tanpa menanyakan harus beli dimana,Pandu langsung saja melajukan mobilnya ke sebuah mini market 24jam.

__ADS_1


"Selamat siang pak Pandu"


Sapa salah satu pegawai toko itu.


Pandu hanya tersenyum menganggukan kepala.


"Mereka kenal sama pak Pandu?"


Tanya Kara bingung.


Pandu tersenyum.


"Ini toko ku,meskipun kecil.Tapi disini menjual cukup lengkap peralatan mandi."


Pandu sambil mengarahkan ke arah rak sabun,dan sampoo,sikat gigi lengkap dengan conditioner dan lotion.


Kara mengambil seperlunya dan kebetulan yang biasa ia pakai dijual ditoko ini.


Selama Kara memilih barang,Pandu mengobrol dengan karyawannya.


Tampak memberikan arahan penataan barang.Entah mereka bicara apa lagi Kara tidak bisa jelas mendengarnya.Karena berada sedikit agak jauh diujung toko.


"Sudah?"


Tanya Pandu menghampiri Kara.


"Iya sudah"


Kara berjalan menuju kasir.


Membuka tas dompetnya.Tapi Pandu lebih dulu memberika sebuah kartu debit pada pegawai kasir.


Kara menatap Pandu.


"Pak"


Tapi Pandu malah mengisyaratkan penolakan.


**


Pandu menekan nomer kode di smartlock pintu apartemennya.


"Ayo masuk"


Ajak Pandu.


"Eh sebentar"


Kara mencegah.


"Kenapa?"


"Bismillah dulu.Ini kan pertama kali kita masuk rumah ini setelah menikah"


Ucap Kara.


"Ya.Bismillah"Ucap Pandu dan Kara tersenyum dan juga mengucap lafadz Basmallah.Lalu mengucap salam.


Pandu membuka lebar pintu apartemennya.


Meletakan koper koper miliknya dan milik Kara disamping sofa.Lalu menuju dapur mengambil dua gelas air putih.


Sementara Kara duduk disofa,ia menggeliatkan tubuhnya.Merasa sedikit penat menenteng tas laptop dan barang printilan miliknya yang lain.


Ini saja gitar dan biolanya masih ada di mobil larena tidak bisa membawanya.


"Minumlah"

__ADS_1


Pandu memberikan segelas air putih pada Kara.


"Terima kasih"


Tak sungkan Kara meminumnya karena memang haus.


"Mulai sekarang kau tinggal disini.Berhubung kamarnya hanya ada satu jadi kau saja yang tidur dikamar"


Ucap Pandu.


"Egh,mana bisa pak.Bapak kan yang punya rumah ini?Biar aku saja yang tidur diluar?"


Pandu mengempas nafas kasar.


"Apa aku akan menjadi suami kontrak yang sangat kejam membiarkanmu tidur disofa.Aku laki laki bisa tidur dimana saja"


Pandu sedikit menekan bicaranya.


Kara langsung menunduk patuh pada Pandu.


"Iya"


Suaranya lirih menjawab.Pak Pandu terlihat judes sekali.


Tak lama Pandu membantu Kara memindahkan barang barangnya ke dalam kamar.


Pandangan Kara berkeliling keseluruh ruang kamar yang tidak terlalu luas itu.Kurang lebih sekitar 4x5meter.Ada kamar mandi dalamnya.


Sebuah lemari cukup besar.Apa isinya lemari sebesar itu jika Pak Pandu hanya tinggal sendiri disini.Begitu pikit Kara.


Ruang kamar yang tertata rapi.Warna dominan hitam,abu abu dan putih.Kara sedikit kurang nyaman dengan warna ini.Mungkin jika ada goresan warna coklat atau merah maroon akan lebih hidup.Ahh entahlah Kara pjn juga tidak mengerti soal memadu padankan warna.


Hanya saja warna hitam,abu abu dan putih terlihat membosankan dimatanya.


Pandu menunjukan lemari bagian mana yang bisa ditempati Kara.


"Kau boleh simpan baju bajumu disini,sebelah sini"


Pandu menunjuk bagian lemari yang atas sampai bawah kosong.


Kara pun hanya mengangguk dan sedikit menyunggingkan senyumnya.


"Selimut ada disini.Dan kalau ingin mengganti sprei dan sarung bantal juga da disebelah sini"


Pandu menunjukan lemari bagian paling bawah.


Kara menganggung tanpa menjawab.


"Pewangi ruangan,dan mungkin kau akan menggunakan oil essential ada rak rak sebelah sana.Kau cari saja sendiri saja.Kalau tidak tau kau bisa tanyakan padaku"


Pandu hanya memberitahukan beberapa tempat penyimpanan saja.Selanjutnya terserah Kara mau apa.


Pandu tidak perlu menunjukan satu persatu isi lemari ,rak dan laci laci dikamarnya.Toh Kara bisa insiatif sendiri.


Lalu Pandu meninggalkan Kara dikamar sendiri.


"Pak"


Kara memanggil sebelum Pandu benar benar keluar dari kamar.


"Ya"


"Bapak tidur dimana?"


"Disofa"


Lalu Pandu benar benar keluar dari kamar itu.Sudah tidak terlihat berada dibalik pintu tertutup.

__ADS_1


__ADS_2