Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Mencuri Pandang


__ADS_3

Farhan yang duduk disebelah Kara merasa canggung.Kadang lupa kalau Kara sudah bersuami.


Dengan spontan kaki farhan menginjak pelan kaki Kara.


"Apa sih?"Kara yang merasa Farhan menginjak kakinya protes.


Farhan tersenyum saat tatapan mata bertemu dengan Pandu.


Ekor mata Farhan mengkode posisi Pandu.


Lalu Kara mengikuti arahannya.Ia dapati Pandu yang sedang berdiri disana sedang menunggu melakukan pembayaran di kasir.Pandu yang sedang pura pura tidak tau akhirnya bertemu juga pandangan mata dengan Kara.


Kara menatap sekilas dan kembali mengobrol dengan temannya.


Pandu sangat tidak suka dengan sikap Kara.Tapi apa boleh buat.Mereka harus menyembunyikan semuanya dari publik bukan?


Apalagi ada banyak orang dikantin.


Jika Pandu atau Kara menghampiri akan mencurigakan.Kecuali sebelumnya mereka memang sudah dikenal saling mengenal.


Pandu pergi begitu saja setelah membayar dikasir.Lagi pula kenapa petugas kasir begitu lambat.Sehingga Pandu harus kepergok oleh Kara.Pandu salah tingkah,entah rasa apa yang patut menggambarkan perasaan Pandu saat ini.


"Jam berapa ada rapat?"Tanya Pandu pada Guntur yang masih bersamanya.


"Setelah makan siang,pak kamu ini sakit ya?"Tandas Guntur.


Pandu menhentikan langkahnya.Dengan konyol ia menyentuh keningnya sendiri.Memastikan suhu badannya normal.


"Memang saya terlihat sedang sakit?"


Dan lebih konyol lagi Guntur ikut menyentuh dahi Pandu.


"Tidak demam,tapi kenapa sejak tadi pak Pandu aneh ya.Kelihatan cemas,gelisah.Tidak seperti biasanya"


Sial,Guntur mengamatiku.Apa aku begitu bodohnya,tidak bisa menyembunyikan kekesalanku sekarang.


Batin Pandu bergolak.


"Aneh?apanya yang aneh,saya hanya buru buru sebentar lagi kita mau rapat acara besar untuk sekolah kita"Ucap Pandu ketus.


Guntur terkekeh.


"Saya pikir gugup karena bu guru seni musik tadi pak"


Celetuk Guntur yang sama sekali tidak bisa memfilter bicaranya.


Tentu saja Pandu langsung meluncurkan tatapan tajam membunuh.


"Ya ya pak.Saya mengerti,ayo pak kita siap siap rapat"Canda Guntur yang sudah ciut ketika Pandu menatapnya.


Bagi Guntur sudah biasa Pandu kesal karena ulahnya.Namun Pandu adalah sosok teman yang baik.Maka dari itu hanya Guntur yang cukup sering bersama Pandu.


**


Di Aula SMA Harapan.


Para peserta rapat satu persatu memasuki aula.Hari ini siswa dipulangkan lebih awal karena adanya rapat.

__ADS_1


Yaitu rapat acara besar sekolah,yang diselenggarakan setiap setahun sekali.


Setiap menjelang ujung tahun ajaran.


Nama acara yaitu Harapan Fair.


Seluruh guru tetap,honorer ataupun guru ekstrakurikuler juga mendapatkan peran di acara ini.Juga para siswa siswi anggota OSIS.


Pandu lupa bahwa Kara juga bakal ada di acara ini.


MC pun segera membuka acara rapat siang ini setelah peserta rapat hadir semua di aula.


Aula ini memang dikhususkan untuk pertemuan rapat.Sehingga sudah tersedia kursi dan meja.


Pandu lebih dulu memasuki aula.Matanya menyelidik ke arah pintu masuk.Kara belum juga memasuki aula.


Pandu sengaja duduk sedikit agak serong agar tampak jelas pintu masuk.


Tak lama Kara masuk,disusul oleh Farhan juga teman yang baru saja bergabung lagi.Pria muda itu bernama Radit.


Tentu saja menyita perhatian Pandu.Pandu tak lepas dari pandangannya.Bola matanya mengikuti arah mereka duduk.


Tanpa disengaja dan direncana.Pertama Kara yang duduk lalu justru Radit yang duduk persis disebelah Kara.Farhan sempat berinteraksi dengan guru lain sehingga dia menyusul duduk setelah Radit.


Kara menyadari bahwa ada yang sedang mengamatinya.Cepat Kara menemukan orang itu.Lalu pandangan Kara dan Pandu bertemu.


Suara MC yang mulai lincah menyapa peserta memudarkan pandangan mereka.


Pandu sebenarnya enggan membenahi duduknya hingga posisi menghadap kedepan.


Tapi itu terlihat sangat tidak sopan.


Kenapa kamu Ndu?


Apa hak mu marah?


Bukankah kamu sendiri yang memproklamirkan bahwa kamu tidak mencintai Kara?


Lalu untuk apa kamu marah?


Natasha,hatimu masih miliknya Ndu.


Pandu menjadi sibuk sendiri dengan pikirannya.


Dirinya berjanji,bahwa sesampainya dirumah.Dia harus meminta penjelasan pada Kara.


Tapi untuk apa?


Pandu kembali dilema.


Lalu dia memutuskan untuk masa bodoh.Dan ia pun fokus mengikuti rapat dengan seksama.Namun tak dipungkiri.


Sekelebat Kara berlari larian dipikirannya.Meskipun Pandu tetap bisa menunjukan profesional pekerjaannya.


Rapat yang cukup menyita waktu dan pikiran.Demi tercapainya acara yang mengesankan.


Setelah pembahasan beberapa hal.Pandu sekarang tau siapa pria muda yang ada didekat Kara.

__ADS_1


Namanya Radit,sengaja diundang oleh sekolah karena Radit seorang instrumen musik.Dan dirinya juga memiliki video shooting.Tentu saja pekerjaannya dibutuhkan di acara ini.


Selain membantu Kara mempersiapkan orkestra yang akan tampil di acara puncak nanti.Sekolah juga akan menyewa video shooting dari Radit.


Maka dari itu Radit juga berperan penting untuk acara ini.


Semakin menjengkelkan bagi Pandu.Sudah pasti mereka akan terus bersama.


Rapat pun sudah usai.Semuanya sudah mendapat tugasnya masing masing.Akan ada rapat berikutnya dan pelaksanaan tugas.


Tentu saja hal semacam ini butuh kerja sama yang baik.


Pandu mendapat jabatan penghormatan sebagai ketua penyelenggara.Otomatis Pandu bisa mengatur semua kegiatan dan tim dari masing masing divisi.


Pandu sangat menyukainya karena kepala sekolah sendirilah yang menunjuk menjadi ketua penyelenggara.Profesionalisme Pandu sudah tidak diragukan lagi.


Muda,kreatif,inovatif dan cekatan.Lagi pula Pandu sosok yang tanggung jawab.


Itulah penilaian yang sempat kepala sekolah dan guru lain sampaikan.


Saat mereka berkomentar seperti itu.Tentu bertolak belakang dengan Kara.Kara sempat mencibirkan bibirnya.Dan memaki dalam hati.


Tanggung jawab apanya?hatiku terluka saja mungkin dia tidak peduli.


Batin Kara nyeri diulu hati.Mencintai tapi sakit.


Pandu memang sosok yang banyak dikagumi oleh banyak orang.


Sikap santun namun tak banyak bicara.Kepandaiannya sangat bisa diandalkan diberbagai bidang.


Namun satu hal,banyak para wanita yang sakit hati karenanya.


Pandu tau itu beberapa wanita yang ia tolak.Namun Pandu tidak pernah tau diluaran sana banyak hati yang terluka karena dirinya.


Ia pun tidak sengaja menyakiti mereka.Karena merekalah yang terlalu berharap.


Dan kini yang paling malang adalah Kara.


Mencintai,terikat pernikahan namun tidak mampu memiliki hati Pandu.


Lebih baik tidak menjadi bagian hiduo Pandu jika Kara bisa memilih.


Setiap hari bertemu,setiap hari tidur seranjang.Tapi terdapat dinding tebal dihati Pandu.


Untuk sekedar bermanja bersandar dipundaknya saja rasanya mustahil.


***Yups bersambung lagi.


Coba komen tebak tebak cerita episode selanjutnya.


Untuk seru seruan aja.Boleh nebak banyak versi.


Biar author makin semangat.Biar enggak sepi.


Jangan lupa vote juga,sebagai apresiasi kepada author.Bentuk rasa sayang kalian ke author.


Ya sudah,author mau ngemil dulu.Di Bangka lagi hujan nih dari siang tadi.🤩🤩

__ADS_1


Terima kasih banyak yang sudah sempat baca,komen,like dan vote.Semoga dimudahkan rejekinya dan sehat selalu.


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2