
"Mbok mbok.Mbok Mi"Pandu memanggil mbok Mi.Dia pikir mbok Mi masih berada di ruang kerjanya.
"Mas mbok Mi kan udah pulang.Baru aja dia keluar"Sahut kara sambil mengaduk kopi.Dilihatnya Pandu membawa baju kotor ditangannya.
Pandu berdecak.
"Ada apa mas?"Tanya Kara melihat Pandu tambak kesal.
"Mbok Mi pasti nggak ngecek gantungan baju nih.Baju saya nggak dicuci.Hari senin harus pakai baju ini"Jawab Pandu kesal dan berniat kembali ke kamar.
"Mas"Kara menghentikan langkah Pandu.
"Biar aku aja yang cuci mas"Kara meminta baju kotor yang dibawa Pandu.
"Kamu apaan sih?saya bisa nyuci sendiri"Jawab Pandu ketus.Tidak mau menerima bantuan Kara apalagi jika sampai ketergantungan dengan Kara.
"Mas"Ucap Kara mengandung permohonan.
Pandu masih tampak ragu menerima bantuannya.
"Aku udah bikinin kopi buat kamu lho.Kamu duduk aja sana,nanti kopinya keburu dingin"
Pandu masih bengong melihat Kara.Rasanya aneh melihat gadis centil ini.Kenapa dia selalu terlihat ceria sih?Padahal tadi baru saja dibentak gara gara menyiapkan barang barang yang salah.
Kara tak sabar menunggu.Langsung saja ia merebut baju kotor dari tangan Pandu.
"Iya udah kamu nurut aja ya mas"Dan baju kotor berhasil direbut Kara.Kara pun juga mendorong Pandu agar berjalan menuju meja makan.Yang disana sudah tersedia secangkir kopi.
"Lepasin"pekik Pandu.
Kara pun segera menarik tangannya yang menempel di punggung Pandu.
"Ups sorry mas.Aku cuci baju kamu dulu ya"Kara nyengir dan kabur menuju tempat cuci.
Pandu menoleh melihat Kara.Benar benar aneh.Apa dia tidak merasa sakit hati.Dari tadi dibentak diprotes.Batin Pandu keheranan.
Dan Pandu pun duduk sambil menikmati secangkir kopi.Wangi khas kopi yang harum membuat mood nya lebih baik.
Slurrpp..seteguk demi seteguk Pandu menikmati kopi.
Tiba tiba mendengar sesuatu.Pandu mengarahkan telinganya ke arah suara.
Ya,itu adalah suara merdu milik gadis centil itu.
Kara mencuci sambil bernyanyi.Lembut sekali suaranya.
Tak Pandu sadari bahwa ia sangat menikmati suara lemut nan merdu itu.
Jadi terbawa suasana.Kebetulan Kara menyanyikan lagu cinta.
Lagu lawas dari Dewa 19.Yang berjudul Risalah Hati.
__ADS_1
Suara merdu yang terkadang tidak terdengar olehnya,karena tersamar dengan gemericik air yang suaranya cukup mengganggu.
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Lirik yang berhasil membuat Pandu terdiam.Serasa sulit meneguk kopi yang sudah berada dirongga mulutnya.Berat ia telan seperti tenggorokannya buntu.
Suara merdu yang terkadang ia dengar di area sekolah.Kini bakalan sering ia dengar didalam rumahnya.
Suara Kara membuka pintu terdengar.Berarti dia sudab keluar dari tempat mencuci.Dia pasti akan menuju kamar untuk mandi.
Pandu tersadar dan menggelengkan kepalanya.Dan cleguk,kopi yang susah ia telan tiba tiba dengan mudahnya ia teguk membasahi tenggorokannya.Terasa hangat.
Pandu memutuskan untuk menonton tv.Berharap Kara tidak menghabiskan banyak waktu untuk mandi.Seperti kata orang orang.Wanita akan lebih lama menghabiskan waktu mandinya.
Dan benar kurang tiga puluh menit Kara keluar dari kamar sudah dengan berpakaian rapi.Membawa tas ransel dan jaket milik Pandu.
"Mas ini jaketmu"Kara meletakan di sandaran sofa dimana Pandu duduk.Juga meletakan ransel diatas sofa.
"Ada yang lupa nggak mas?kira kira apa yang ketinggalan?"Kara meneliti barang bawaannya.
"Oh iya"Kara melupakan masker untuk dirinya.
Pandu mengenakan jaketnya.Dan bersiap untuk berangkat.
"Hey,mana jaketmu?"Ucap Pandu.
"Aku kan sudah pakai baju lengan panjang mas.Kurasa sudah cukup"Kara mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dongker.Dan sebuah syal melilit di lehernya.
"Nggak usah bantah,ambil sana.Nanti kamu kedinginan"Pekik Pandu.Ketus tapi membuat hati Kara merasa senang.
Meskipun jutek begitu Pandu telah memberinya perhatian.
Kara tersenyum dan berlari kecil menuju kamar untuk mengambil jaket.Bukan jaket yang ia ambil tapi bisa disebut cardigan.
Pandu melihat Kara dengan keanehannya.
"Jaket apa ini?"
"Kalau aku sih nyebutnya cardigan mas"Kara melongo bingung kenapa Pandu menanyakan hal yang tidak penting.Tidak penting kan namanya apa.
"Ganti"Jawab Pandu tegas.
"Oh,jelek ya mas?iya deh"Kara berfikir bahwa ia kurang pas menggunakan cardigan.Mungkin mas Pandu tidak suka jika istrinya mengenakan cardigan.Terlihat tidak cocok di pandangnya.
"Kamu mau kedinginan dijalan?itu terlalu tipis"Benar benar Pandu yang sangat kaku dan dingin.
__ADS_1
Bukannya marah atau kalau perlu menangis.Pandu berbicara sangat ketus.Tapi Kara malah senyum senyum.Justru malah merasa sedang diperhatikan.
"Iya mas.Aku ganti dulu"Kara kembali ke kamar.
Tapi sialnya Kara belum membawa semua baju bajunya.Termasuk jaket tebal yang pernah ia kenakan waktu jalan jalan sebelum mereka menikah.
"Mas"Kara melongok di pintu dari dalam kamar.
"Jaketku nggak ada"
Pandu berdecak dan menghela nafas.Menyusul Kara dikamar.
"Lain kali pastikan keperluanmu lengkap dulu.Jangan malah urusan orang lain.Tapi diri sendiri nggak dipikirin"Omel Pandu.Bergumam semaunya.
Kara hanya mengamati Pandu.Merasa malu dan merepotkan.
Sedangkan Pandu mencari cari sesuatu dilemari.Apalagi kalau bukan jaket.Dikeluarkannya jaket kulit berwarna hitam,senada dengan jaket yang ia kenakan saat ini.
"Pakai ini"Pandu memberikan jaket itu.
"Ini punya siapa mas?"Kara menerimanya namun dengan bingung.
"Bagus banget"
"Punya mbok Mi"Pandu kesal.
"Ya punya saya lah,jaket lama udah kekecilan"
Bahagianya Kara tak terperi.Ia bakal mengenakan jaket milik Pandu.Anggep aja lagi dipeluk mas Pandu.
Tak ia sadar rasa sayangnya tumbuh seiring adanya sedikit demi sedikit perhatian Pandu.
"Mas,terima kasih ya sudah perhatian"Ucap kara dengan senyuman manisnya.
"Hemm.Nanti kalau kamu kedinginan,demam,siapa yang mau ngurusin kamu.Aku nggak sempet"Pekik Pandu jutek sekali.
"Makasih sekali lagi lho mas,jaketnya juga bagus aku suka pakainya"Kara sangat menyukainya.
"Saya cuma nggak mau repot kalau kamu sakit"Ketus sekali cara bicara Pandu.
Tapi Kara masih saja senyum.
"Aku anggap itu perhatian dari kamu mas"
Pandu tidak mau mendengar dan keluar kamar.
Dan Kara menyusul dibelakangnya,masih dengan percikan percikan kebahagiaan dihatinya.
Hangat,jaket ini benar benar hangat nyaman dipakai.Semoga sikapmu jangan kalah hangat dengan jaketmu ini ya mas.Akupun sedang berusaha mencintaimu.Meskipun aku udah mulai sayang sama kamu.
_Kara_
__ADS_1