Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Cerita Masalalu


__ADS_3

"Yaa,,baiklah sudah saatnya ibuk cerita padamu.Tapi janji kamu jangan membenci abimu ya.Ibuk tidak mau itu.Dia tetaplah abimu"


Kara mengangguk dan tersenyum menatap wajah ibunya dan masih berbaring dipangkuan.


"Iya buk Kara janji"


"Jadi awalnya ibuk merasa abimu adalah yang terbaik buat ibuk.Kamu juga bisa lihat kan abimu selalu baik didepan kita.Mungkin kalau denganmu dia benar benar menyayangimu tapi tidak untuk ibuk."


"Kok bisa buk?Padahal Kara juga tidak pernah mendengar abi dan ibuk bertengkar"


"Kami memang jarang bertengkar,kalau bertengkarpun kalau kamu pas nggak ada.Pas kamu nginep dirumah bude,atau nginep dirumah simbah bahkan kalau pas kamu sekolah.Kami memang sengaja biar kamu tidak merasa tersakiti juga."


Kara diam mendengarkan.


"Diam diam abimu berpacaran dengan wanita lain,sampai waktunya ibuk tau semuanya.Tapi abimu tidak mau menceraikan ibuk,itu yang membuat ibuk sakit.Abimu menghianati ibuk.Ya mungkin ini salah ibuk juga karena ibuk terlalu sibuk bekerja.Sampai abimu mencari wanita lain."


Ranti tersenyum kaku namun sorotan matanya berbeda.


Ranti melanjutkan ceritanya sambil membelai kepala Kara.


"Kenapa abi tidak mau menceraikan ibuk,jelas jelas abi dengan wanita lain.Bukankah kalau seperti itu abi sudah tidak cinta dengan ibuk"


Timpal Kara.


"Berhianat tidak berarti kehilangan rasa cinta abi pada ibuk.Tapi ibuk merasa disakiti ya meskipun waktu itu ibuk mencintai abimu,ibuk pun jika suruh memilih akan tetap mempertahankan pernikahan ini.Tapi ibuk tidak sanggup diduakan.Kau tau bahwa pacar abimu sedang mengandung anak mereka saat itu"


Tak terasa bulir kristal bening menetes dari ujung mata Ranti.


Kara ikut tersentuh oleh cerita Ranti.Kara beranjak mengambil tisu untuk menghapus air mata Ranti.


"Buk,kalau ibuk tidak sanggup sudah jangan diteruskan ceritanya"

__ADS_1


Kara memeluk Ranti dan menyandarkan kepalanya dibahu Ranti.


"Tidak apa apa Ra,ibuk baik baik saja.Ibuk akan ceritakan semuanya.Lagipula itu kan sudah menjadi masalalu ibuk"


Kara mengelus elus lengan Ranti.


Ranti berusaha tersenyum.


"Ibuk yang menyuruh ayahmu pergi,saat itu ayahmu ingin mempertahankan ibuk.Tapi ibuk tidak bisa.Ibu merasa kasian dengan wanita itu,jika diposisikan menjadi dirinya mungkin ibuk tidak akan sanggup jika harus hamil tanpa suami.Ibuk melepaskan abimu atas dasar kemanusiaan.


Tapi bukannya ibuk tidak sayang padamu harus kehilangan sosok ayah dihidupmu.Tapi bayi itu lebih membutuhkan ayahnya.


Maka dari itu ibuk selalu mendekatkanmu pada abimu agar kamu tetap merasakan kasih sayang abimu.Ibu kan selalu menyuruhmu menginap atau pergi jalan jalan dengan abimu tapi kamu saja yang sering menolak tidak mau kan.


Ibu tau kami berdua sama sama salah.Ibuk tidak bisa menjadi istri yang baik dan malah abimu berhianat.


Berat waktu itu bagi ibuk melepaskan abimu tapi ibuk tidak boleh egois.


Ranti bercerita sekilas bayangan masalalu terlintas.Dan menyakitkan namun semuanya sudah berlalu begitu cepat.Seperti debu tertiup angin.


"Seperti aku dan Arya ya buk?"


Ucap Kara.


"Maaf ya Ra,ibuk nggak pernah suka sama walang sangit itu.Nggak tau kenapa ibuk kurang yakin padanya.Sikapnya tidak bisa mengambil hati ibuk sedikitpun.Meskipun ibuk tau dia sangat menyukaimu.Hubungan kalian kan sudah cukup lama tapi apa pernah dia mau mengobrol dengan ibuk.Atau menyapa ramah pada ibuk.Kan lucu Ra,terlihat sangat kaku.Padahal dia kan ingin mendapatkan anakku."


Ranti menggelengkan kepalanya.


"Benar benar tidak simpati padanya,meskipun dia selalu ada buat kamu.Selalu datang saat kamu butuh"


"Ya buk,memang arya tidak baik,dia sering kasar padaku"

__ADS_1


Batin Kara tidak ingin ibunya terluka karena tau putrinya disakiti.


"Untung sekarang kamu sudah sama Pandu ya,Ibuk malah yakin sama Pandu meskipun baru sekali bertemu.Anaknya tu sopan banget ya Ra,terlihat sangat dewasa juga.Ibuk seneng cocok sama kamu Ra"


Ucap Ranti tanpa tau yang sebenarnya.


"Egh..e..Buk.Kenapa ibuk tidak menikah lagi"


Kara mengalihkan pembicaraan.


Ranti justru terkekeh.


"Ibuk justru bingung,sebenarnya ada sih kepikiran menikah lagi.Tapi ibuk terlalu asik sendiri Ra.Pekerjaan ibuk yang banyak ini membuat ibuk lupa.Sudah biar begini saja dulu,ibuk malah nyaman.


Ibuk cuman pengen menyenangkan diri ibuk sendiri tanpa memikirkan laki laki Ra.Bekerja keras untuk kamu.Sampai nanti kalau kamu sudah menikah dengan Pandu,ibuk dirumah sama mbok Inah menunggu kamu datang kesini dengan Pandu dan anak anakmu"


Ranti berkhayal.


Wajah Kara pucat saat ibunya memikirkan hal yang terlalu jauh.


Mengingat cerita tentang masalalu orang tuanya Kara jadi iba dengan Ibunya.


Baru paham betapa tegar ibunya itu.


"Bu,Kara sayang sama ibuk"


Kara mengeratkan pelukannya.


"Iya Ra,ibuk juga sayang banget sama kamu.Ibuk pengen kamu segera menikah dengan lakilaki yang bisa membahagiakanmu."


Ranti mengusap usap tangan Kara yang melingkar di bahunya.

__ADS_1


__ADS_2