
Terdengar bunyi nada smartlock pintu apartmen Pandu.Pandu langsung menghentikan langkahnya.Yang saat ini sudah memegang kunci motor,menenteng helm dan menggunakan kaos lengan panjang.Awalnya berniat mencari Kara.Pagi ini Kara sudah membuatnya panik.
Pandu diam terpaku menatap pintu yang perlahan terbuka.Pandu gugup dan ingin segera membalikan badannya.Karena tidak mau Kara tau.
Ya tentu saja bunyi smartlock itu karena Kara datang.
Beruntung Pandu cepat cepat menaruh helm dan kuncinya.Dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.
Wajahnya dingin menatap Kara.Ditambah lagi semakin kesal terdengar dari mulut Kara ia sedang bergumam bernyanyi.Entah lagi apa tapi yang jelas dia sedang berlagu.
Kara menatap tidak suka pada Pandu.Tatapan Pandu terlalu tajam menatapnya.
"Kenapa mas lihatnya gitu?"
"Dari mana kamu?"Tegur Pandu ketus.
Kara mengangkat kedua kantong belanja nya.
"Dari pasar,ini aku belanja.Aku mau masak katanya ibu mau main kesini nanti sore"
Pantesan tumben tumbenan dia ke pasar.
"Kenapa mas?kamu cari aku?"Pertanyaan Kara membuat Pandu mati kutu.Kara masih tidak banyak senyum.Namun sudah mulai mau berbicara lebih banyak.
Sial,aku mau jawab apa.Kamu sudah kelewatan Ndu.Harusnya kamu tidak sepanik ini.
Pandu merutuki dirinya sendiri.
Pandu pun tak menjawab.Lalu pergi begitu saja.
Sambil mengatakan.
"Kopiku mana?"Ucap Pandu lugas.
Jalannya masih belum sempurna.Tidak segagah dan angkuh seperti biasanya.Terlihat sekali sedang menahan rasa sakit.
Tentu saja permintaan itu untuk menutupi rasa malunya.Meskipun Kara tidak tau sebenarnya yang Pandu rasakan saat ini.
"Iya,tunggu sebentar"Kara cepat cepat membawa belanjaannya ke dapur.Disana sudah ada mbok Mi yang siap membereskan barang belanjaan Kara.
"Mbok bisa tolong bantu siapin buat masak?Saya mau masak sapo tahu seafood.Goreng tahu tempe,sama ayam kecap.Saya mau buat kopi untuk mas Pandu,habis itu saya bantu siapin juga"Ucap Kara dengan sangat sopan.
"Oh iya,siap beres mbak"Dengan senang hati mbok Mi melaksanakan tugasnya.
"Mbok,mas Pandu udah bangun dari tadi?"Bisik Kara agar tidak terdengar oleh Pandu yang sedang menonton tv.
"Udah dari tadi mbak,tapi uring uringan terus.Saya saja nggak berani ngajak ngobrol,takut"Mbok Mi pun juga menjawab dengan nada berbisik.
"Oh ya?"Kara memastikan bahwa yang dikatakan mbok mi benar.Mbok Mi mengangguk.
Kara menipiskan bibirnya dan berfikir.Kira kira apa ya yang membuat Pandu uring uringan.
"Mas Pandu kenapa ya"Kara bergumam lirih.
"Saya juga tidak tau mbak.Pegang hp terus nelpon nelpon gitu jengkel kelihatannya"Bisik mbok Mi lagi.
Kara membelalakan matanya.Baru sadar apakah mungkin Pandu menelponnya.
Kara pun segera mengecek ponselnya.
__ADS_1
Dan sangat terkejut ketika melihat ada pemberitahuan panggilan tak terjawab sebanyak tiga puluh sembilan kali.
Kara juga membuka WA nya.Ada chat dari pandu sebanyak dua puluh lima kali.Namun saat dicek pesan itu telah dihapus oleh Pandu sebelum Kara membacanya.
Mas Pandu WA apa ini?banyak sekali.Tapi dihapus semua sama dia.
Apa dia marah,panik cari aku?ah nggak mungkin.Aku kan cuma ke pasar.Dia nggak bakal sepanik itu.
Kara sangat merasa bersalah.Sejak berangkat tadi memang ia tidak membuka ponselnya sekalipun.Kebetulan Kara mensenyapkan dering ponselnya semalam.Dan paginya dirinya lupa mengaktifkan deringnya kembali.
Kara menghampiri Pandu dengan secangkir kopi.Dan secawan sandwich yang sudah ia persiapkan sejak tadi sebelum kepasar.Hanya perlu dihangatkan dengan microwave saja.
"Ini kopinya mas"Ucap Kara takut takut.Lalu duduk agak jauh disamping Pandu.
"HP mu rusak?"Tanya Pandu dengan nada jengkel.
"Enggak mas.Maaf aku nggak tau mas nelpon tadi.Ku mode silent,semalam aku nggak bisa tidur.Group WA bunyi terus.Aku lupa nyalakan lagi deringnya"Ucap Kara,cukup merasa bersalah dan takut Pandu bakal marah besar.
"Memangnya pakai apa kamu panggil ojek onlinenya?"Seru Pandu,wajahnya kecut sekali.Meskipun tak menyurutkan ketampanannya.
"Aku naik Trans Jogja,nggak pakai ojol"
Kara mengerucutkan bibirnya.
"Maaf ya aku juga nggak pamit.Nggak angkat telpon kamu sebnyak 39 kali.Oh iya mas,kamu WA apa tadi banyak sekali.Kenapa dihapus?"
Pandi bisa bernafas lega.Kara benar benar tidak tau isi voice note yang Pandu kirimkan tadi.
Untung saja Pandu cepat cepat menghapusnya saat Kara tiba dirumah tadi.
Gengsi besar kalau sampai Kara tau,Pandu begitu mencemaskannya.
Kenapa nggak pamit?
Kara jawab telponku.
Kara angkattttt telponyyyaaa..
Jangan main pergi pergi gitu aja.
Jangan seperti anak kecil.
Udah ngambeknya udah Raa....
Pulang sekarang.
Heloooooo Kara jawabbb...
Dimana kamu.
Pulang...
Jangan nekat Ra.Jangan lakukan hal yang aneh aneh.
Kasih aku kesempatan.Jangan main kabir begini.
Karaaa....
Jawaabbbb....
__ADS_1
Jangan bikin aku cemas.
Jangan bunuh diri.
Jangan bahayakan diri kamu sendiri.
Pikir pakai pikiran jernih.
Jangan gegabah.
Pulang Ra pulang....
Baik,kalau kamu nggak mau pulang.
Liat aja aku bakal bisa nemuin kamu,kemanapun kamu pergi.
Itulah sebenarnya text yang Pandu kirimkan pada Kara.
Pandu baru sadar bahwa pesan yang ia kirimkan tadi sangat berlebihan.Kemungkinan Kara akan berfikir bahwa Pandu ini orang yang lebay.
Pandu menghela nafas.Lalu meraih cangkir kopinya.
Menyesap kopinya perlahan.Wajahnya masih kaku tampak marah.Namun setelah sesapan kopi pertama dan rasa kopi itu memenuhi rongga rongga mulutnya.
Pandu langsung teringat saat Kara membuatkan kopi pertama untuknya.
Rasanya khas,dan tidak berubah.
Dan terasa sangat nikmat di lidah Pandu.Namun tentu saja,untuk sekedar memberi pujian kecilpun dia sangat gengsi.
"Kamu cemas ya mas?"Ucap Kara dengan senyuman tipis hampir tak terlihat.
Mata Pandu sedikit membelalak.Dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.Tentu saja untuk menutupi gugupnya.Namun tetap bersikap angkuh.
"Nggak"Lalu meraih sandwichnya.Sandwich yang rasanya sederhana namun khas sekali rasanya.
Padahal hanya berisi tomat,telur dan keju.Kara menambahkan saos dab mayonise.
Rotinya dipanggang sempurnya.Semburat kecoklatan dan aromanya wangi sekali karena sedikit olesa. butter.
*Mas Pandu,apa mungkin kamu cemas?
Apa itu benar mas?Kalau iya,apakah sudah ada tempat dihatimu buat*ku,tanpa kamu sadari?
Tapi itu tidak mungkin kan mas.
Aku pengen kamu bahagia,meskipun aku harus sakit.
Aku bantu kamu meraih bahagiamu mas.
Meskipun dada terasa sakit.Tapi Kara harus adil,adil terhadap perasaan Pandu.
***bersambung.
Yeaayyy aku up lagi.
Jangan lupa dukung aku ya.Vote vote yang banyak.
Hanya itu yang aku harapkan.komen juga ramaikan
__ADS_1
Terima kasih.