
"Kara tunggu"Radit berlarian mengejar Kara yang berjalan bersama Farhan.
Nafasnya sampai terengah engah.
"Haduh,,sepertinya aku harus rajin olah raga"Celetuk Radit mengolok dirinya sendiri.
Kara dan Farhan terkekeh.
"Kenapa harus lari,kita juga santai jalannya kok.Iya kan Han?"Ucap Kara.
Mereka bertiga
Farhan menaikan kedua kedua alisnya sembari mengunyah permen karet.
"Aku mau ajak kamu pulang bareng bersamaku"
Kara terkejut.
"Tidak usah,aku naik ojek online saja.Lagipula rumah kita tidak searah"Jawab Kara.Farhan pun melempar pandangan pada Kara.
"Kita sudah lama tidak ngobrol Ra,aku main kerumah kamu ya"Pinta Radit setengah nada memaksa.
"Eh jangan"Pekiknya.
Radit heran Kara melarangnya datang kerumah.
"Memang kenapa?aku janji tidak akan merepotkanmu"
"Nanti ada yang marah"Olok Farhan.
"Tidak,tidak akan ada yang marah.Aku jomblo kok"Ucap Radit percaya diri.
"Iya kamu.Tapi Kara bagaimana?"Tutur Farhan.Sengaja mereka tidak berterus terang status Kara pada Radit.
"Kamu sudah punya pacar Ra?"Nada terkejut keluar dari mulut Radit.
"Lain kali saja ya Dit,aku pengen istirahat.Capek sekali"Alasan Kara.
Mereka saat ini berada dilobi depan sekolah.
"Ra,serius kamu sudah punya pacar?Siapa pacarmu Ra?Sini aku mau lihat orangnya.Aku berani bersaing sama dia"Tentu saja ucapan Radit hanya bergurau.
Jika Kara memiiki kekasih sesungguhnya dan saling mencintai.Radit akan mendukung Kara.
Radit memang suka bercanda.
Farhan dan Kara diam terpaku.
Mereka berdua tidak memperhatikan bahwa Pandu sedang berada dekat sekitar mereka.
Dan Pandu pun mendengar perkataan Radit.
Semakin menambah kesal bukan main di hati Pandu.
Apa ini?
Rasa apa ini?
Kenapa orang menyebalkan sekali.Mendengar dia akan mendekati Kara rasanya ingin sekali aku meninjunya.
Kurang ajar,lihat saja sampai berani mengganggu Kara.
Batin Pandu menatap tajam pada Kara.Tanpa Radit sadari.
Farhan sudah meninggalkan area sekolah.Sedangkan Radit menemani Kara menunggu sampai ojek online datang.Setelahnya Radit juga pergi untuk kembali kerumah.
Pandu sengaja membuntuti Kara.Memastikan bahwa si bedebah Radit tak lagi melihat Kara.
__ADS_1
Nekat Pandu mengejar ojek online yang dinaiki Kara.Meminta ojek online itu berhenti paksa.
"Aduh,ada apa pak?"Kara terkejut,ojek online itu mengerem mendadak.
"Sepertinya begal mbak.Ya Alloh lindungi hambaMu ini.Saya hanya ikhtiar mencari sesuap nasi"
Mulut bapak oengendara ojek online itu pun bergumam memanjatkan doa mohon perlindungan.Bapak ojol itu tampak gemetaran.
Kara ikut terkejut namun lega.Yang menghadangnya bukan begal sungguhan.Melainkan suaminya.
"Pak pak pak"
Kara menepuk pundak bapak ojol itu dengan tenang.
"Dia bukan begal pak,dia suami saya.Bapak tidak perlu takut"
Kara turun dari motor ojol.
"Yang benar mbak?saya takut sekali.Saya kira begal"Bapak ojol itu gemetaran.Meskipun tampak lebih tenang.
"Pak maafkan suami saya ya,sudah buat bapak takut"Ucap Kara,merasa kasian pada bapak ojol itu.Lalu menyerahkan helm yang dikenakannya pada pemiliknya.
Pandu pun turun dari motor.Menghampiri bapak ojol itu.Dan melihat yang terjadi bahwa bapak ojol itu sedang ketakutan.
"Maaf pak kalau buat bapak takut.Dia istri saya,saya terlambat menjemput.Jadi biar dia pulang sama saya saja"
Pandu merogoh saku mengambil dompetnya.Ia mengulungkan selembar uang seratus ribu pada bapak ojol itu.
"Ini pak ongkosnya,bapak bisa langsung terima orderan lain"
Bapak itu terpaku menerima selembar uang itu.
"Tapi mbak ini sudah bayar lewat aplikasi"
"Sudah tidak apa apa ambil saja,buat jajan anak bapak dirumah"Ucap Pandu begitu sopan.
"Terima kasih ya mas.Hari ini orderan saya sepi.Mas malah kasih saya ongkos lebih.Saya doakan murah rejeki ya mas,rumah tangga kalian langgeng bahagia selamanya.Doa saya tulus buat kalian berdua"
Dengan spontan Pandu mengamini doa bapak tua itu.Bapak itu begitu sangat berterima kasih padanya.
Akhirnya di penghujung hari ini ia mendapat pertolongan.
Ia sedang butuh uang untuk membayar buku anaknya seharga sembilan puluh ribu rupiah.Namun sehari ini ia hanya mendapatkan orderan empat orang.Dan itu pun jaraknya dekat.Sehingga tidak cukup untuk membayar buku anaknya.
Belum lagi untuk membeli beras besok pagi.
Maka dari itu bapak itu merasa terharu atas kebaikan Pandu.Meskipun sempat dibuat gemetaran.
Bapak ojol itu merasa tertolong.Hari ini dia bisa membawa uang yang cukup untuk membayar buku.Masih ada lebih untuk membeli beras dan lauk untuk besok pagi.Suatu pertolongan yang tidak ia duga.
Bapak itu mendoakan dengan sangat tulus dengan mata berkaca kaca.
***Terkadang pertolongan kecil yang kita berikan sangat berarti bagi orang lain.Jangan pernah berhenti menjadi orang baik dan dermawan.Alloh akan balas kebaikan kita.Lakukan meskipun kebaikan itu hanya setitik ujung pena***
"Kamu hampir bikin orang lain celaka mas"Ketus Kara.Setelah bapak itu pergi.
"Iya maaf,aku hanya ingin kamu pulang bersamaku"Tutur Pandu.
Haduh kenapa Kara masih judes begitu sih.Bagaimana cara buat dia kembali lagi.
Pandu sibuk dengan pikirannya.
"Jangan diulangi lagi.Tadi kalau bapak itu jantungan bagaimana?dia menyangka kamu begal tadi"Jawab Kara kesal.
"Iya sudah,yang penting bapak itu tidak kenapa kenapa kan"Pupus Pandu.Santai seperti tidak habis terjadi apa apa.
Kara menipiskan bibirnya.Menghembus nafas kasar.Pandu keterlaluan.
__ADS_1
"Ya sudah ayo pulang"Ajak Kara sewot.
"Katanya mau menuai pahala.Jangan sewooot"Ucap Pandu yang mengikuti langkah Kara yang super cepat menuju motor.
"Mau pulang tidak?"Ketus Kara.
"Iya lah,bawel"Ucap Pandu.
Kepala Kara seakan mendidih dibilang bawel oleh suaminya sendiri.Setiap hari sepertinya Pandu memancing keributan.Hanya saja Kara enggan meladeninya.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.Pandu melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.Jalanan tergolong ramai lancar.
Setelah tiba di unit apartmen mereka.Pandu segera mandi sedangkan Kara lelah bermalas malasan di depan televisi.
Pandu yang sudah selesai mandi merasa risih melihat Kara yang bermalas malasan seperti itu.Karena Pandu tidak menyukai kemalasan.
"Mandi"Titah Pandu yang baru saja keluar daru kamar hanya mengenakan celana boxer.Dan ditangannya memegang handuk sedang mengeringkam rambutnya.
Ini pertama kali Pandu bertelanjang dada didepan Kara.Tentu saja membuat Kara terkejut.Wajahnya langsung merah padam karena malu.Kara sempat menelan ludah mengalihkan pandangannya.
Dadanya berdegub meloncat loncat tidak beraturan.
Kara tidak pernah melihat pria bertelanjang dada dan tubuhnya seindah itu.Kekar dan ototnya terlihat dibeberapa bagian tubuhnya.Terlihat sangat gagah sekali.
Kara berusaha menenangkan dirinya.Jika Kara wanita penggoda.Saat ini juga dia akan meloncat memeluk pria itu.Memeluknya dan tidak mau lepas.
Namun Kara adalah gadis yang memiliki harga diri.Meskipun dia mengakui bahwa tubuh Pandu sangatlah menarik.Kulit sawo matangnya yang mulus dan bersih.
Justru perasaan Kara saat ini bercampur rasa jijik.
Tapi bagaimanapun juga tubuh Pandu terlihat menarik.Kara sempat melihatnya sekilas tadi.
Ini sangatlah konyol.
"Ra,mandi jangan malas"Omel Pandu.
Setelah melirik dari ekor matanya,Tampaknya Oandu sudah menuju dapur jadi Kara tidak perlu berpapasan dengan pandu.Kara beranjak dari duduknya dan kabur lari terbirit birit.Masuk ke kamar dan membanting keras pintu kamar.Tentu saja Kara tidak sengaja membangingnya karena marah karena Pandu memintanya mandi.Tapi gugup dan gemetaran setelah melihat pemandangan indah itu.
"indah?
Indah apanya?
Dia tidak tau malu sekali.Bisa bisanya telanjang dada didepan mataku.Mataku terlalu suci untuk melihat pemandangan semacam itu.Dasar om om.menyebalkaaannnnnnnnn"
Kara menggerutu sambil nafasnya terengah engah.
Lalu ia menyentuh dadanya.
Kara melonggo keheranan.Dadanya sedang berdebar kencang tidak seperti biasanya.Ini kecepatannya meningkat drastis.
Kara panik setengah mati.Ia mengira kini dirinya mengidap penyakit jantung.Karena saat ini jantungnya serasa mau copot.
Ini benar benar terasa menakutkan.
Apa benar menakutkan?
Pandu yang melihat Kara berlari terbirit birit itu pun heran.
"Apa apaan Kara.Di dalam rumah lari larian seperti anak kecil"
Pandu menggelengkan kepalanya sambil menatap pintu kamar yang sudah tertutup.Dirinya sama sekali tidak sadar bahwa pesona tubuhnya itulah yang membuat Kara salah tingkah.
"Banting saja pintunya,biar rusak"Gumam Pandu kesal.Pandu pun tidak mau ambil pusing lalu mengambil sepotong cake dari dalam kulkas.Menyantapnya dengan secangkir kopi buatan Kara.Santai sekali ia menikmati sore di depan televisi.
***bersambung lagi yupss.
ayo siapa yang belum vote?
__ADS_1
ditunggu yupsss dear....1😘😘😘😘😘😘