
Hari ini jadwal Kara mengajar ekskul lagi.
Tapi hari ini Farhan tidak bisa hadir karena ada urusan yang tidak bisa ia tinggalkan.
Sudah tiga hari Kara tidak berkomunikasi dengan Arya.
Kara benar benar memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Arya.
Kara pergi mengajar sepulang kuliah,ia pergi menggunakan ojek online.Karena motor kesayangannya tidak mau hidup mesinnya tadi pagi.
Sesampai di SMA Harapan Kara berpapasan dengan pak Pandu dilorong kelas.
"Selamat siang pak"
Kara menunduk sopan menyapa.
"Ya siang"
Pak Pandu pun mengangguk saja.
Dan berlalu pergi ke arah yang ia tuju.
Kara pun sudah tak heran karena Farhan sudah menceritakan watak Pak Pandu.Orang yang kaku dan tidak mudah diajak bercanda.
Kara menoleh hanya punggung pak Pandu yang ia lihat semakin menjauh.
"Bener bener es batu,dingin dan kaku"
gumam Kara.
"aaaaaa...."
"Hahahhahahah...."
Tawa dan jeritan gaduh bersumber dari kelas seni musik.
Kara sudah mendengar sebelum memasukinya.
"Pokoknya suamiku nanti pak Pandu"Lalu diikuti riuh tawa.
"Lihat cocok kan sama aku,pak Pandu tampan dan aku syantikkk"Hahahhahaa....
"Enak saja,pak Pandu itu calon suamiku"Dan riuh tawa lagi.
Kara menggelengkan kepalanya heran murid muridnya yang ternyata mengelu elu kan pak Pandu bahkan mereka menghayal,bahwa pak Pandu adalah calon suaminya.
"Selamat siang anak anak"
Kara masuk ke kelas dan menyapa mereka,seketika candaan mereka terhenti dan memberi hormat pada Kara.
"Selamat siang Miss Kara"
Sahut para murid.
"Hari ini Mister Farhan tidak bisa hadir,Nah dan hari ini kita akan paduan suara untuk perpisahan kelas 12 nanti ya"
Dan kegiatan ekskul mulai berlangsung.
Para peserta ekskul berlaltih menyanyi dan Kara mengiringi menggunakan piano yang sudah tersedia.
Sesekali Kara mengoreksi nada nada yang kurang pas sambil memainkan piano.
Tak sadar ada sepasang mata yang memperhatikannya karena kebetulan lewat kelas itu.
Yang tak lain adalah pak Pandu,baru kali ini pak Pandu menyaksikan kepiawaian Kara memainkan pianonya.Wajah riang mengajarkan para muridnya bernyanyi agar pas dengan nada yang semestinya.
Pak Pandu tersadar dari lamunannya dan berlalu begitu saja.Hari ini ada banyak materi yang harus ia siapkan karena besok akan ada ujian.Sehingga pak Pandu harus pulang terlambat dari biasanya.
Seusai mengajar Kara memesan ojek online tapi tak kunjung mendapatkan driver,Kara tau karena jam jam sore seperti ini jam orang pulang bekerja.
Kara berjalan menuju pintu gerbang,namun pak Pandu berhenti menghampirnya.
"Pak Pandu?"
__ADS_1
"Naiklah"
Kata Pandu,tapi tampaknya Kara keheranan karena tiba tiba pak Pandu memberi tumpangan.
"egh tidak usah repot repot pak,saya naik ojek saja"
Tapi Pandu masih belum melajukan motornya.
"Yakin tidak mau?"
"Iya pak terima kasih"
Pandu pun menghidupkan mesin motornya kembali.
Sekelebatan Kara melihat Arya,karena Kara sangat hafal motor baju dan helm yang arya gunakan.
"Pak Pandu"
Kara menghentikan pandu yang sudah akam muali melajukan kendaraannya.
Pak Pandu kembali berhenti.
"Saya mau pak"
Kara cepat cepat menaiki motor Pandu.
Dipikiran Kara hanya tidak ingin bertemu dengan Arya.
Namun Arya mengikuti Kara dan Pandu dari belakang.
Sesekali kara menoleh kebelakang untuk memastikam Arya jauh darinya.
Pandu menambah kecepatan kendaraannya karena tau ada yang sedang mengikutinya.
"Pak,kita mau kemana pak,bapak kan belum tau rumah saya"
Kara berteriak agar Pandu mendengarnya.
Lalu Pandu berhenti disebuah taman.
"Hufhh"
"Pak kenapa berhenti?"
"Bicaralah dengan pacarmu itu baik baik,jika kau ingin menyudahinya katakan sejujurnya"
Kara turun dari motor.Dan mendekat menatap Pandu yang terhalang oleh helm.Hanya terlihat mata Pandu saja.
"Pak kenapa bapak melakukan ini?ini kan masalah pribadi saya"
"Pak Farhan sudah menceritakan padaku,karena waktu itu aku melihat pacarmu memperlakukanmu dengan kasar"
"Farhan?Kenapa dia cerita sama pak Pandu segala si"
Batin kara bingung.
"Pak,tapi apa yang harus saya lakukan"
Tatapan Kara seakan meminta pertolongan pada Pandu.
"Mana saya tau,bicaralah dengannya jangan terlalu jauh dariku.Orang itu berbahaya.Bahkan dia bisa dilaporkan ke polisi.Pak Farhan punya banyak buktinya"
Kara tampak berfikir sejenak.Tak lama Arya datang,memarkirkan kendaraannya dibelakang motor Pandu.
"Oh jadi ini alasanmu tidak menjawab pesan atau telponku?"
Kata Arya ketus.
"Apa maumu,apa kau sudah bosan?aku melakukan itu padamu agar kau terbiasa disiplin."
Lanjut Arya.
"Arya cukup.Aku mau putus"
__ADS_1
Jawab Kara singkat tatapan matanya seakan menggambarkan amarahnya.
"Apa kau bilang?Selama ini aku sudah berkorban apapun demi kamu.Aku selalu ada buat kamu.Lalu kau anggap apa pengorbananku selama ini?"
Ucap Arya marah mendengar kata putus dari mulut Kara.
Pandu hanya diam mendengar pembelaan Arya.
"Ohh...apa karena sudah ada pacar barumu ini"
Cecar Arya.
"Sudah arya,Cukup.Aku tidak mau kau perlakukan kasar lagi.Aku tidak sanggup,sudah cukup sampai disini.Sekarang aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa apa lagi"
Kara lantang mengatakannya tanpa ada air mata setetespun yang keluar namun menahan marah dan sakit hatinya.
"Dan dia bukan pacarku"
Lanjut Kara.
"Baik,kau lihat saja apa yang akan kulakukan nanti"
Arya selalu mengancam agar Kara luluh.Tapi hari ini sepertinya Kara tangguh mempertahankan keputusannya.
Arya pergi melajukan kendaraannya dengan sangat kencang.Terlihat sangat marah.
"Hikss hiksss hiksss..."
Kara terduduk menangis ditrotoar taman,berada disamping motor Pandu.
Pandu merasa lega Kara bisa berani mengungkapkan isi hatinya,meskipun itu sakit rasanya.
"Naiklah"
Pandu sudah tidak tahan mendengar tangisan Kara.
Kara menengadahkan wajahnya melihat Pandu.
"Mau kemana pak?"
Ucap Kara diringi isak tangis yang mulai mereda.
"Mengantarmu pulang"
"Aku tidak mau pulang"
Lara menggelengkan kepalanya.
"Lalu kau mau apa disini?menunggu pacarmu itu kembali"
Kara menggelengkan kepalanya lagi.
"Aku juga tidak tau,tapi aku sedang tidam ingin pulang"
Pandu menghela nafas.
"Seperti anak kecil saja,yasudah naiklah"
"Aku mau pulang tapi tidak sekarang"
Ucap Kara lirih.
"Hemm"
Jawab Pandu.
Pandu merasa kasian pada Kara.Meskipun sikap dingin seperti es batu itu.Namun Pandu masih peduli.
Posisi Kara sedang terancam bahaya oleh Arya.Orang seperti Arya akan berbuat nekat demi apa yang ia mau.
Kara masih sedikit lemas menaiki motor Pandu.
Pandu berniat berkeliling kota jogja agar perasaan Kara lebih baik.
__ADS_1
Dan Pandu mengajak Kara kesebuah tempat yang indah,berharap Kara bisa terhibur.