
Rumah Yunda tampak lebih sepi.
Kara melihat mobil mas Saka sudah tidak ada dihalaman.Ia melihat jam sekarang tiba pukul satu siang.Berarti Kara dan Pandu meninggalkan rumah hanya tiga jam saja.
Jika Via dan Vio tampaknya sedang dikamar.Terdengar mereka sedang mengobrol diselingi tawa.
Kara ke teras belakang.Disana ibu mertuanya sedang duduk disana.Tampaknya sedang sibuk dengan ponsel dan setumpuk hijab produk jualannya.
Yunda memang mencari kesibukan berjualan jilbab ke teman temannya.Dengan begitu Yunda juga bisa menyambung sulaturahmi dengan teman temannya.
"Buk,lagi ngapain?"Sapa Kara pada ibu mertuanya.
"Eh Nduk,udah pulang?Gimana bagus nggak tempatnya?ini lho lagi ngrekap pesenan temen temen ibu"Tanya Yunda sambil memilah milah hijab dimeja.
"Bagus bagus jilbabnya bu"Kara tampak takjub melihat kesibukan ibu mertuanya itu.Meskipun tak muda lagi tapi semangatnya luar biasa.Mirip dengan ibunya.
"Buat kesibukan biar nggak bosen nduk"Ujar Yunda.
Tiba tiba Yunda menemukan ide bagus.
"Nduk,boleh ibu minta tolong?"
"Minta tolong apa bu?"Jawab Kara belum paham maksud Yunda.
"Gimana kalau kamu jadi model produk jilbabnya ibu?"
Ucap Yunda bersemangat.
Kara merasa tidak percaya diri.Dirinya tidak pernah merasa cantik dan menarik.
Sekarang ibu mertuanya meminta dirinya untuk jadi model.Namun jika menolaknya rasanya sungkan.Melihat semangat antusias mertuanya membuat Kara mempertimbangkannya.
"Ayo nduk mau ya?kamu itu cantik lho.Pasti bagus kalau jadi model hijab ini"Lanjut Yunda merayu.
Kara tampak berfikir sejenak.
"Tapi Kara bukan model bu,nanti kaku lho posenya"Kara mencari alasan paling klise.
"Wis,coba dulu ya mau ya.Wis pokoke mau"Yunda langsung saja memutuskan secara sepihak.
Mau nggak mau Kara menurut apa kata Yunda.
Yunda memakaikan jilbab yang pertama pada Kara.Jilbab berwarna merah maroon.Terlihat cocok sekali dikulit Kara yang putih.
"Nah sekarang kamu duduk disana"Titah Yunda pada Kara.
Kara duduk dikursi kayu dan dibelakangnya terdapat banyak tanaman hias milik Yunda.
Yunda memotret menantu cantiknya itu.Gayanya sudah seperti fotografer jempolan.
__ADS_1
Saat melihat hasil foto tampaknya Yunda kurang puas dengan hasilnya.Yunda kembali memotret.
cekrakk,,cekrekkk...
"Udah belum buk?bagus nggak hasilnya?pasti jelek ya buk?ini karena Kara nih.Kara pasti kaku nggak bisa posenya kan buk"
Ucap Kara.
"Enggak nduk,fotonya blur nduk.Waduhh ibu malah fokus ke tanaman hiasnya"
Yunda merasa frustasi.Hanya mengambil foto saja tidak bisa.
Pandu yang sejak tadi diam di pintu dan mengamati jalan mendekat.
"Sini biar aku aja bu"Suara bas Pandu menyenangkan hati ibunya.
"Nah ini dia jagonya.Kenapa ibu nggak kepikiran daritadi ya"Yunda cepat cepat memberikan ponselnya pada Pandu.
Pandu mengarahkan kamera ponselnya ke arah Kara.
Mengambil foto beberapa kali.Dan Pandu sangat terkejut.Kara terlihat sangat cantik sekali.
Hampir saja matanya tidak berkedip memandangi foto diponsel itu.
Cantik juga dia.Cantik banget malah.
Batin Pandu.
"Ndu"
"Ndu"
"Ndu bagus nggak hasilnya?"Yunda kali ini menyentuh lengan Pandu.
Pandu tergeragap.
"Lumayan,itu juga karena pengambil gambarnya bagus"Pandu memuji dirinya sendiri.
Kurang ajar banget mas Pandu.Itu juga karena aku modelnya.Kalau lumayan kenapa dari tadi diliatin terus.Hmmm aku yakin kamu kagum sama wajahku kan mas.Ngaku aja lah mas.Dasar gengsian.
Batin Kara yang tanpa komentar dan masih duduk dikursi itu.
"Wah ayu tenan.Sekarang ganti warna lain nduk"
Puji Yunda pada Kara.Lalu sibuk memilih warna jilbab selanjutnya.
Sesi foto model dadakan berlangsung cukup lama.Berganti ganti warna jilbab.
Lalu beberapa sesi terakhir.
__ADS_1
"Ohh iya ini kan jilbab untuk ibu ibu juga.Bentar nduk ibu juga mau pakai.Nanti kita foto bareng"
Yunda juga memakainya.Memantas dirinya didepan kaca.
Lalu berpose bersama menantunya itu.
"Ehh gimana ya gayanya.Yang bagus gimana nduk?"
Tanya Yunda pada Kara.
Kara pun mengarahkan gaya Yunda.Disitulah mereka terlihat sangat akrab dan kompak sekali.
Pandu hanya bisa menatap kebersamaan mereka.
Aku nggak pernah liat ibu seakrab ini dengan mbak Dewi.Kara yang baru jadi menantunya malah bisa seakrab ini.Apa aku haruss...?
Pandu segera menepis angannya.
Awalnya dia berangan mencoba membuka hati untuk Kara.
Lalu dia cepat mengingat,dihatinya kini masih ada satu nama yang belum bisa ia lupakan.Bahkan masih berharap untuk berdampingan.
Entahlah,saat melihat pemandangan dua wanita dihadapannya ini.Kenapa Pandu tidak ingin merusaknya.Tiba tiba membuat Kara tidak sama sama dengan Yunda ibunya.
Tiba tiba Kara menjadi orang asing dalam rumah ini.
Ibunya terlihat sangat menyayangi Kara.
Melihat hasil foto foto diponsel ibunya.Pandu cukup tercengang meskipun dia selalu berusaha menutupi.
Hasilnya sangat natural.Karena dilihat mereka berdua bukanlah model profesional.
Tapi hasilnya bisa se natural ini.
Akrab,hangat dan benar benar seperti ibu dan anak.
Kamu kenapa Ndu?
Kamu mau ingkar sama janji awal pernikahan?
Bahkan kamu yang menegaskan bahwa kamu nggak akan pernah bisa mencintai gadis cerewet ini.
Lihatlah dalam hatimu yang paling dalam.Masih ada jejak yang sulit kau hapus.Justru jejak itu melekat karena kau tak berusaha menghapusnya,dan jehak itu semakin lekat didalam hatimu.
***bersambung..
Terima kasih buat para pembaca kesayangan saya.
terus dukung author ya.Biar author tambah semangat.
__ADS_1
Vote vote vote seikhlasnya😘😘😘