
Tepat jam 11.30 Pandu menyelesaikan keperluannya ditoko.Pengecekan display toko,pembukuan,penjualan dan masih banyak lagi yang harus ia pastikan.Semua harus berjalan lancar dan tanpa kecurangan.
Pandu memasrahkan tokonya pada salah satu anak buahnya.Yuda adalah anak buahnya yanh menjadi kepala toko.Pandu mengenal Yuda sudah cukup lama,dan sangat bisa dipercaya.
Selama ini tidak pernah ada masalah.Memang standar toko mulai dari display,kebersihan dan pelayanan.Pandu harus memastikannya sendiri,sesuai dengan standar terbaik menurut Pandu.
Pandu sudah memperhitungkan bahwa tepat jam duabelas siang dia akan tiba dirumah.
Siang hari kota Jogja biasanya cukup padat.Para karyawan perkantoran dan bank biasanya keluar untuk makan siang.
Pandu tidak ingin perjalanannya kerumah rerhambat karena jalur yang ia lalui melewati jalur kuliner.Disanalah banyak para karyawan yang mencari makan siang sampai sampai membuat bahu jalan sangat ramai.
Sudah bersiap untuk menuju kerumah.Mengendarai motor besarnya dengan kecepatan cenderung tinggi.Motor Pandu adalah motor sport yang memang memiliki kecepatan tinggi.
Namun Pandu teringat bahwa dirumahnya sekarang ada Kara.Pandu memutuskan memperlambat laju kendaraannya.
Guna mengulur waktu agar tidak cepat bertemu Kara.
Mau ngapain juga dirumah kalau ada dia?
Tapi kalau nggak pulang,aku capek banget.
Pengen tiduuuuurr.
Pandu melenguh.
Ahhh aku tidak peduli.Itu kan rumahku.Aku bebas melakukan apa saja dirumahku.
Pandu memutuskan kembali melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.Sehingga tak lama ia telah tiba dirumahnya.
Bunyi smartlock.Dan Pandu membuka pintunya.
Wajahnya tampak lelah.
"Mas,udah pulang?"Sambut Kara yang sedang menonton televisi.Berdiri lalu menghampiri Pandu yang baru saja datang.
"Sini mas tasnya,biar aku taruh kamar"
Pandu menatap Kara dengan bingung namun menurut.Tasnya ia serahkan pada Kara.
Ini anak kenapa sih,kan udah dibilangin gak usah urusin urusanku.Kenapa tasku dibawain segala sih.
Pandu menggeliatkan pundaknya.Yang tidak ia sadari tas yang ia bawa membuat pegal di pundaknya.
"Tuh kan,mas pegel karena bawa tas ini.Mas belum makan kan?Aku udah masak buat makan siang mas.Makan ya?"Pertanyaan mengandung perintah dari Kara.
Pandu pun terpikir.Benar juga karena menggendong tas,maka pundaknya terasa pegal.
Bener juga apa kata tu anak.Tas isinya buku cukup berat.Sampai pundakku pegel semua.
"Mas,ayo duduk.Kita makan sama sama"ajak Kara dengan tingkahnya yang sangat ceria.Menanti suaminya pulang dan memakan masakannya.
Kara berharap suaminya itu menyukai masakannya.
Tampaknya ucapan Kara mengejutkan lamunanya.
"Ya"Jawabnya sedikut gelagapan.Namun Pandu mampu menutupi,gengsi jika Kara sampai tau.
"Aku ambilkan nasinya dulu ya"Kara bergegas ke dapur yang hanya beberapa langkah dari meja makan.Mengambilkan sebuah piring dan mengisinya dengan nasi.Kara mengambil dua porsi.Satu untuk Pandu dan satu lagi untuknya.
"Ini mas nasinya,tapi jangan dimakan dulu.Tunggu biar agak dingin"Kara meletakan sepiring nasi dihadapan Pandu.Dan disebrang ditempat ia duduk.
"Aku mau simpan tasmu dikamar.Tunggu sebentar"
__ADS_1
Kara bergegas ke kamar.
Terserah kamu mau kemana.
Batin Pandu.
"Masak apa dia?"Pandu berkata lirih.Dan mengamati hidangan yang ada dihadapannya.Menu yang tidak asing.Menu menu yang sangat mudah dipraktekan.
Pandu yakin Kara memilih menu ini karena cara membuatnya sangat mudah.
Tapi sepertinya enak meskipun sederhana.Apalagi perut Pandu yang sejak tadi mulai keroncongan.
Tak lama Kara kembali dan duduk dikutsi seberang Pandu.
"Mas aku baru nisa masak ini,nggak tau rasanya cocok atau enggak.Tapi kalau mas merasa nggak cocok sama rasanya bilang ya.Biar aku koreksi"
Kara tersenyum indah tak terperi.Lalu dengan luwes ia mengambilkan sayur dan lauk dan meletakan ke piring Pandu.
"Aku bisa sendiri"Tegas Pandu.
"Nggak apa apa mas,aku kan udah bilang.Mau belajar jadi istri yang baik"Tampaknya Kara tak memperdulikan betapa gelapnya raut wajah Pandu.
Tapi Pandu menurut.Tidak ada perlawanan.Hanya kata kata saja yang seperti tombak.Perkataan yang seolah menancap dihati pendengarnya.
"Selamat makan mas"
Karapun lalu mengambil sayur dan lauk untuk dirinya.
Pandu dengan ragu ragu mulai menyendok makanan dari piringnya.Suapan pertama telah masuk ke mulutnya.
Rasa masakan Kara tidaklah teramat lezat.Namun juga tidak buruk.Rangkaian resep bawang putih,bawang merah dan sedikit cabai.Tidak berlebihan penggunaannya.Bukannya tidak enak.
Rasa yang cukup sederhana.
Sepertinya Kara hanya butuh banyak belajar untuk menguasai dunia permasakan.Terutama masakan rumahan.
Kara tertawa kecil.
"Kalau brongkos yang dirumah ibu itu kan dibantu mbok Inah"
Oh pantes,telur dadar yang sedikit gosong.Tempe yang ketebelan makanya dalemnya kurang mateng.
Dan tumis buncis yang keasinan.Bisa darah tinggi.
"Memangnya kamu pakai garam berapa bungkus buat bikin tumis?"Tanya Pandu ketus.
Kara terbelalak.
"Hah?apa?Tumisnya keasinan ya mas?"
Kara mencicip ulang tumisannya.
Dan mengecap ngecap indra perasanya.
Ya benar,memang sedikit keasinan tapi jika dicampur dengan nasi asinnya akan berkurang.
Kara nyengir.Mengakui kesalahannya.
"Iya mas.Maaf ya keasinan,lain kali dikurangi garamnya deh.Mmm tapi masih bisa dimakan kok,kalau tambah nasi pasti nggak terlalu asin"
Kara berusaha mencari solusi atas kekurangannya itu.
Pandu tak merespon.Karena dirinya kelaparan.Sehingga masih tetap ia makan meskipun hanya sedikit.
__ADS_1
Sedangkan Kara merasa bersalah.Namun senang karena Pandu tetap memakan masakannya.
"Sejak kapan telur dadar dibakar,pait"
Pandu kembali memprotes.
"Hah?tapi tadi ku goreng kok.Kok bisa pait?"
Kara mengambil sepotong telur dadar.Pas ia balik telurnya.Kara merasa malu karena memang gosong.Pantes Pandu bilang pahit.
"Maaf mas,aku nggak tau kalau masak telur itu sebentar.Tadi kelamaan jadinya gosong.Maaf ya mas"Kara kembali merasa malu dan tidak percaya diri.Merasa bodoh.Hanya sebuah telur dadar saja tidak bisa ia kerjakan dengan baik.
Baik,dirinya mengingat lain kali menggoreng telur tidak perlu lama.
"Tadi memangnya kamu mau pergi kemana?"Tanya Pandu tiba tiba.
Kara menggeleng.
"Enggak mas.Nggak kemana mana.Memangnya ada apa sih mas?"
Kara menatap Pandu penasaran.Kenapa Pandu menanyakan itu tiba tiba.
"Kalau lagi masak nggak usah buru buru.Biar mateng dulu baru diangkat"Pandu bertutur lembut namun protesnya ini membuat Kara sedikit jengkel.
Kara kembali dikejutkan dengan sederet kritik dari Pandu.Dilihatnya benar.Tenpenya terlalu tebal dan menggorengnya hanya sebentar.Jadi bagian dalamnya kurang matang.
"Maaf sekali lagi mas.Biar nanti aku koreksi lagi.Makasih ya kritiknya"
Kara tersenyum tulus.Meskipun penilaian tidak bagus.Tapi itu berarti Pandu ingin Karamerubah kekurangan masakannya.Pandu ingin masakan Kara itu tidak ada kecacatan.
Masakan Kara pertama kali untuk menu ini menuai kritikan.Rapi Kara berlapang dada.Yang penting Pandu mau makan masakannya.
Meskipun dikritik itu lebih baik,daripada Pandu tidak memakannya sama sekali.
Saat makan siang sudah selesai.Kara membereskan piring kotor dan mencucinya.
"Mbok Mi mana?"Tanya Pandu.
Kara menoleh ke srah lawan bicaranya.
"Mbok Mi bersihin kamar mandi dalam mas.Mungkin udah hampir selesai"Tersenyum.
Pandu duduk disofa merebahkan tubuhnya disofa empuk itu.
Kara melihat Pandu tampak lelah sekali.Ia berinisiatif untuk mengambilkan baju santai untuk ganti.
Pasti mas Pandu sungkan mau ganti baju.Karena ada mbok Mi yang lagi bersihin kamar mandi dikamar.
Kara masuk ke kamar dan mengambilkan satu stel baju santai.Kaos oblong warna putih polos.Dan celana pendek.
"Mas"Ucap Kara dengan suara lembut.
Panggilan Kara mengejutkan Pandu.
"Hemh"Pandu berusaha membuka matanya yang mengantuk.Tampak dari matanya yang memerah.Pandu sudah sempat terlelap.Wajahnya tampak kelelahan dan mengantuk.
"Maaf,kaget ya.Aku bawain baju ganti.Ganti baju dulu ya dikamar mandi luar.Kayaknya mbok Mi masih agak lama.Biar nyaman tidurnya,pakai baju ini ya"Titah Kara.
Tidak ada bantahan.Karena memang seharusnya ia tidak tidur menggunakan celana jeans dan kaos berkerah.
Pandu perlahan membangkitkan tubuhnya dan menuruti nasihat Kara untuk mengganti bajunya.
Kara tersenyum menatap punggung pria tampan yang sedang berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Biarkan Pandu istirahat dulu.Karena mereka akan pergi kerumah ibu.Yang perjalanannya cukup jauh.
*Bersambungš