Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Jangan Sedih Risty


__ADS_3

Seharian ini Risty sangat murung.Meskipun ia tetap rajin membantu orang tuanya mempersiapkan dagangan.


Wanti merasa kasian dan tidak tega jika terus menerus melihat putri nya sedih seperti sekarang ini.Sekilas terlintas Wanti menyalahkan dirinya.


Kenapa dulu tidak mendesak Yunda untuk tetap menikahkan Pandu dengan Risty.


Kurang apa anak gadisnya ini?


Gadis yang penurut.Sangat berbakti pada orang tuanya.Yang awalnya enggan dijodohkan dengan Pandu namun pada akhirnya jutsru menjadi jatuh cinta jatuh sejatuh jatuhnya.


Malah saat ini Risty benar benar jatuh tersungkur.Membuat hatinya penuh luka seakan banyak darah yang bercucuran didalam sana.


Perih sangat perih kejadian pagi tadi.


Awalnya Risty memang sudah akan mengikhlaskan Pandu untuk wanita lain.


Berharap tidak akan bertemu Pandu,kecuali dirinya sudah baik baik saja.Sudah sepenuhnya ikhlas menutup hatinya untuk Pandu.


Menjadilan Pandu hanya sebuah goresan kecil dihatinya.Sepele dan sangat mudah disembuhkan.


Setelah beberapa bulan tidak bertemu Pandu.Hingga pada akhirnya Pandu menikah.


Saat mendengar kabarnya Risty begitu terkejut.Apalagi sangat mendadak.Bahkan tak pernah terdengar sedikitpun Pandu memiliki kekasih.


Risty hancur saat itu,hancur sekali.Dunia seakan meruntuhkan segalanya.Namun saat itu Risty masih mudah berfikir.Ia memutuskan untuj melupakannya.Toh memang bukan jodohnya,pikirnya saat itu.


Mencari kesibukan untuk melupakan Pandu.


Meskipun cukup sulit.Terbayang saat Risty mengantar masakan ibunya kerumah ibunya Pandu.


Saat Pandu ada disana,Pandu tidak banyak meresponnya.Tapi entah kenapa,senyum tipisnya susah ia hilangkan dari ingatannya.


Begitu jelas tergambar begitu sempurna.


Saat berucap kepada Risty cukup sopan.Mekipun tak banyak mengumbar senyum namun begitulah Pandu.

__ADS_1


Saat ia menjawab salam dari Risty,saat Risty datang mengantar buah tangan utusan dari ibunya untuk keluarga Pandu.


"Walaikumsallam"


"Ibu nggak ada,ibu lagi keluar"


"Terima kasih ya Risty"


"Ada apa Risty?"


"Risty sendirian?"


"Nanti saya sampaikan ke ibu"


"Bu,ada Risty nyariin ibu"


Semua itu Pandu ucapkan dengan sopan.


Suara bas milik Pandu pun mampu menggoncangkan hati Risty.


Lambat laun Risty paham bahwa sikap Pandu yang baik iti hanya sebatas menganggap adik padanya.


Tapi kenapa belum bisa merelakannya.


Sempat tersirat dipikiran Risty menyadari dirinya terlalu muda untuk menjadi istri Pandu.Mungkin Pandu tidak menyukai gadis yang umurnya jauh lebih muda darinya.


Saat mendengar Pandu menikah dan tau pautan usia dengan istrinya.Terpaut sekitar lebih dari sepuluh tahun.


Ternyata bukan masalah usia,karena usia Risty dan istri Pandu tak jauh beda.


Pandu memang tidak ada rasa sama sekali padanya.Hanya Risty merasa terlalu berharap banyak tentang perasaan Pandu.


Risty memutuskan untuk tidak bertemu dengan Pandu.Menghindar segala yang behubungan dengan Pandu langsung.Kecuali bu Yunda yang sering tidak sengaja bertemu saat dipasar.Lagipula bu Yunda ramah dan selalu menyemangati dirinya.


Saat belum sembuh sempurna luka dihatinya,justru pagi tadi ia melihat pemandangan yang selama ini ia tak ingin lihat.

__ADS_1


"Nduk,istirahat aja sana.Biar ibu yang selesaikan"Ucap Wanti lembut,duduk dekat disamping Risty Mengusap pundak putrinya itu.


Sejak tadi ingin mendekati Risty namun belum ada kesempatan.Masih ada ayah Risty.


Kebetulan saat ini ayah Risty sedang keluar.


Ayah Risty sudah tidak simpatik lagi dengan Pandu.Paham betul perasaan putrinya.


Ayah mana yang rela jika putrinya disakiti.


Ayah Risty menyuruh Risty untuk tidak memikirkan lagi pria itu.Maka dari itu jika ayahnya tau sekarang Risty sedang rapuh karena Pandu.Bisa bisa ayahnya marah besar.


"Bu,Risty pikir Risty sudah ikhlas"Risty tersenyum terpaksa."Ternyata belum bu.Masih ada mas Pandu dihati Risty"


"Sabar ya nduk,Pandu bukan yang terbaik buat kamu.Alloh sudah siapkan yang terbaik buat kamu.Hanya saja belum ketemu sama kamu.Kamu harus belajar iklhas meskipun ibu tau itu sulit.Tapi ibu yakin,anak ibu yang cantik ini akan menemukan yang jauh lebih baik dari Pandu"


Wanti menatap hangat putrinya.


Risty mengangkat kepalanya dan bola matanya menatap ibunya.Berkaca kaca dan lalu mentes airmatanya membasahi wajah ayunya itu.


"Kamu paham kan nduk?Kalau Pandu itu memang jodohmu Tuhan pasti mudahkan caranya.Tapi sekarang justru hatimu yang sakit.Terkadang kita harus sakit dulu untuk bahagia.Jadikan kejadian ini untuk pelajaran ya nduk.Tidak boleh berharap pada makhluk,berharaplah pada sang Maha Kuasa.Maka kamu akan mendapatkan yang baik untukmu"Wanti memeluk putrinya yang sedang berwajah sendu.


"Risty pikir menghapus mas Pandu dari hati Risty itu mudah bu.Ternyata sesulit ini"Suara Risty pelan seperti habis tenaga.


"Bu,Risty nggak mau ketemu mas Pandu lagi.Risty nggak mau terluka lagi.Risty udah berusaha ikhlas.Tapi saat ini Risty belum mampu sepenuhnya.Apa aku salah bu?"


"Nggak nduk,kamu nggak salah.Bukan kamu yang meminta jatuh cinta pada Pandu.Tuhan yang pilih kamu memiliki perasaan itu.Karena Tuhan tau,kamu orangnya kuat.Ambilah hikmahnya ya nduk.Jangan sedih terus.Pandu bahagia kamu juga harus bahagia.


Ibu harap kamu ngerti nduk,biar cepat melupakan Pandu.Ibu ikut sedih kalau kamu terus terusan sedih begini"


Tutur Wanti lembut penuh pengertian.Sembari membelai kepala putrinya yang berbalut hijab nan cantik.


Dan Risty pun mengangguk berusaha mengerti.


Risty mencoba mengontrol emosinya.

__ADS_1


__ADS_2