Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Walang Sangit


__ADS_3

Jam 21.30 Pandu dan Kara sudah sampai dirumah Kara.


Kara melihat ada dua mobil yang terparkir dihalaman rumahnya.Yang satu milik Ranti ibunya dan satu lagi milik Bude Nani yaitu kakak permpuan dari Ranti.


Kara menyerahkan kembali helm pada Pandu.Karena Kara tidak membawa helm tadi.


"Nggak mampir dulu pak?"


Tanya Kara.


"Ibumu ada?"


Tanya Pandu sekilas melihat ke arah rumah Kara.


"Ada pak.sepertinya ibu sudah pulang,ada apa ya pak?"


Kara sudah berfikir jauh bahwa Pandu akan benar benar menemui ibunya untuk pernikahan,tapi Kara lupa bahwa hubungannya hanya pura pura.


"Boleh ketemu sebentar?"


Ucap Pandu dan Kara pun tampak kebingungan.


"Bapak tidak akan membicarakan pernikahan kan?"


Kara mewanti wanti.


"Siapa yang mau membicarakan pernikahan,kita kan hanya pura pura di depan ibuku agar ibuku berhenti menjodohkanku dengan anak temannya"


Wajah Pandu datar.


"Oh iya saya hampir lupa pak"


Kara malu karena sudah berfikir macam macam.


Wajahnya merah padam karena sangat malu.


"Aku hanya ingin berpamitan,kita kan pulang terlalu malam.Aku tidak enak jika pergi begitu saja setelah mengajakmu bekerja keras tadi"


Ucap Pandu.


"Bekerja keras apa pak?"


Kara bingung.


"Kau kan sudah membantuku lepas dari perjodohan ibuku,kuanggap itu kerja kerasmu malam ini"


Kara pun tersenyum mendengarnya.Kara pikir benar benar akan membicarakan pernikahan.


"Yasudah duduk dulu pak,Kara panggilkan ibuk"

__ADS_1


Kara mempersilahkan Pandu duduk dikursi teras.


Mereka berjalan beriringan menuju teras rumah Kara.


"Tunggu sebentar ya pak"


Kara masuk kerumah dan benar ada Bude Nani disana yang sedang mengobrol dengan Ranti.


"Ya"


Jawab singkat Pandu dengan muka datar.


Dilihatnya ada bude Nani dan ibunya duduk di meja makan.


"Assalamualaikum bude,bude kapan datang?"


Sapa Kara ramah dan memberi salam pada bude Nani.


"Kara,tumben kamu pulang selarut ini?"


Kata Ranti.


"Iya bu,ada tugas yang harus Kara kerjakan"


Kara tidak terus terang bahwa tugas sesungguhnya adalah pura pura menjadi pacar pak Pandu.


"Ohh gitu ya,yasudah kamu makan dulu sini.Bude bawakan ayam bacem buat kamu.Kamu pulang naik ojek ya?"


Lalu Ranti menyaut.


"Kara dibelikan motor baru nggak mau mbak,motor butut kayak gitu masih saja dipakai.Jadinya kayak gitu deh macet macetan"


Ucap Ranti yang heran dengan Kara,tidak mau ganti motor yang mesinnya tidak macet macetan.


"Ibu,butut butut gitu hasil kerja keras Kara sendiri lho buk"


Kara mencuil ayam bacem dimeja makan dan memasukan kedalam mulutnya.


Baru ingat bahwa pak Pandu masih ada diluar.


"Yak ampun,hampir saja lupa"


Kara menepuk keningnya sendiri.


"Ada apa Ra?"


Tanya bude Nani.


"Oh ya buk,Kara itu pulang diantar sama teman Kara.Katanya mau ketemu ibu mau pamitan pulang.Dia masih ada diteras tuh"

__ADS_1


Ranti dan Nani saling melempar pandangan penuh arti.Menyangka bahwa Pandu adalah orang spesial bagi Kara.


"Bude,Ibuk dia bukan siapa siapa Kara kok.Cuma teman saja kebetulan mengantar Kara pulang karna Kara tidak pakai motor sendiri"


Kara melihat gelagat Bude dan Ibunya mencurigai hubungannya dengan Pandu.


"Tapi Ran,sopan juga ya cowok itu sampai mau berpamitan sama kamu.Jarang lho anak muda jaman sekarang bisa bersikap sopan seperti itu"


Ucap Nani.


"Iya ya mbak,tidak seperti si walang sangit itu.Selalu menghindat ketemu sama aku mbak.Nggak sopan banget"


Umpat Ranti yang menjuluki Arya sebagai walang sangit.Nadanya terdengar sangat sewot setiap kali membicarakan Arya.


(Walang sangit:binatang kecil jenis belalang namun mengeluarkan bau tidak sedap)


"Arya buk namanya,walang sangit walang sangit"


Kara membenarkan nama Arya yang sekarang menjadi mantan pacar Kara.


Nani tertawa mendengar julukan untuk Arya.


"Walang sangit"


"Iya kan mbak dia itu cocok dipanggil walang sangit"


Ranti cengengesan.


"Kamu kejam sekali Ran.Hahahhahahha walang sangit"


Nani tak henti hentinya tertawa.


"Yasudah yuk mbak kita keluar,siapa tau cocok jadi calon suami Kara.Iya kan mbak?"


Ucap Ranti membuat kubu dengan Nani.


"Ibuk apaan sih"


Kara merasa risih dan malu.


Ranti keluar menuju teras begitu juga dengan Nani dan Kara.


Sementara Mbok Inah melongok dari dapur karena seperti mendengar obrolan yang sangat seru sekali.


"Siapa sih yang datang sampai pada keluar semua"


Namun mbok Inah mengabaikan dan melanjutkan menata piring yang sudah ia cuci.Selama tidak ada perintah mbok Inah akan sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


*****Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,vote dan beri rating terbaikmu ya.

__ADS_1


terima kasih sudah mengikuti cerita novel PKPG.


selamat membaca.


__ADS_2