Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Ketemu Risty


__ADS_3

"Iya mas saya Risty"Risty pun mencoba mengenali Saka.


"Ya ampun mas Saka?"Risty mulai teringat.


"Woalah,berarti aku nggak pangling.Jualan disini?"


Ucap Saka.


"Iya mas,bantuin bapak sama ibu jualan disini"Risty dengan sopan menjawab,juga menunjukan keberadaan bapak dan ibunya yang sedang sibuk melayani pembeli yang lain.


"Oh iya,bagus itu.Keliatannya laris juga"


Puji Saka melihat kondisi sekitar warung yang biasa disebut angkringan.


"Alhamdulillah mas"Risty duduk dikursi plasti agak jauh dari Saka.


Karena Saka sendiri takut terjadi fitnah.


Mereka mengobrol seputar warung.Saka adalah laki laki yang suka sekali dengan dagang.Sehingga jika melihat angkringan yang selaris ini Saka sangat menyukainya.Ikut seneng lihatnya.l bisa seramai ini.


"Gimana kabar Via Vio mas?"Ucap Risty ,tutur katanya lembut dan sopan.


"Baik,masih tetap berisik gtu.Lagi pulang juga tuh.Mampir kerumah mumpung mereka belum balik ke kos"Saka sangat ramah.Apalagi tau Risty kenal dengan Via Vio.


Risty tersenyum dengan malu malu.


"Iya mas nanti kapan kapan Risty main kerumah,mm"


Risty tampak mengurungkan mengucapkan sesuatu.


Dan diketahui oleh Saka.


"Pandu juga pulang"Saka menyesap wedang ronde yang mulai berkurang panasnya.Seakan Saka mengetahui bahwa sebenarnya Risty ingin menanyakan kabar Pandu.Tapi pasti dia sungkan karena Pandu sudah beristri.


"Sama istrinya juga"


Risty mengangguk lalu menunduk seakan menyembunyikan wajahnya.Memang dia menyembunyikan canggungnya dengan senyuman manisnya itu.Gadis desa yang polos.


Saka menangkap gelagat Risty yang kurang berkenan membicarakan Pandu dan istrinya.


"Alhamdulillah kalo gitu mas"Kalimat kelegaan yang tentu saja bukan kejujuran dari mulut Risty.


Disertai dengan senyum yang ia usahakan setulus dan senatural mungkin.


Kenapa Ris,kenapa masih belum ikhlas mendengar sebutan istri.Nggak seharusnya kamu begini Ris.Pandu sudah milik orang lain.Bukan kamu yang dihati Pandu.Kamu harus tau itu.Jika cinta Pandu buat kamu,bagaimanapun jalannya takdir akan berpihak padamu.Benar Ris kamu harus ikhlas.


Batin Risty masih berdesir pilu jika mendengar nama Pandu.


Saka bukan ABG lagi.Tentu saja sangat tau bahwa Risty sedang menyembunyikan kekecewaannya terhadap Pandu.


"Maafin adik ku ya Ris.Semoga kamu dapet jodoh yang lebih baik dari Pandu"Hibur Saka pada Risty.


Risty justru tertawa kecil.Berusaha totalitas menyembunyikan sakit hatinya.


"Oh,ya ampun mas.Nggak apa apa kok.Lagian kalau nggak jodoh mau gimana lagi.Mas Pandu sama istrinya pasti pasangan yang serasi.Semoga mereka bahagia"

__ADS_1


Kalimat itu dengan lantang Risty ucapkan.Lalu senyum manisnya terkembang dibibir tipisnya itu.


Berusaha menunjukan bahwa 'aku ikhlas kok'.


Meskipun keikhlasan itu sedang ia usahakan sepenuh kekuatan yang ia miliki.


"Iya bener juga,nggak bisa dipaksain"Timpal Saka.


Dalam hatinya merasa kasian.


Selama dua tahun terakhir ini setelah ia lulus dari pesantren Risty kembali ke rumah orang tuanya di Kulon Progo.


Bu Yunda dan bu Wanti ibunya Risty telah berencana menjodohkan Pandu dengan Risty.


Wanti adalah teman dekat Yunda semasa SMA.SMA di Jogja Kota berteman juga dengan Nani bude nya Kara.


Tapi takdir berkata lain.Pandu memilih Kara untuk menjadi istrinya.


Kenapa Pandu menolak dijodohkan dengan Risty?


Padahal Risty lulusan pesantren.Gadis sholeha pandai mengaji.


"Tumben mas Saka nongkrong disini?mvak Dewi nggak ikut"Ucap Risty mencairkan suasana.


"Iya,pengen aja udah lama nggak liat alun alun wates.Mumpung lagi pulang kesini.Mbak Dewi udah tidur ngeloni anak anak,kasian kalau ditinggal"


Terpaksa berbohong karena tidak mungkin karena sedang kesal dengan Pandu bocah goblok itu.


Sebutan baru Pandu malam ini.


"Bisa juga nongkrong sendirian ya mas"


Saka juga ikut tertawa,Risty mengoloknya.


"Temen SMAku udah nggak tau pada kemana,jadi yaudah sendiri aja.Oh ya,rencana kamu kerja?"


"Belum tau mas,pengennya sih kuliah.Tapi cari kerja juga susah jaman sekarang"


Risty tampak putus asa.


"Kalau enggak ya khursus juga bagus kok.Malah waktu belajarnya singkat.Siapa tau bisa lebih gampang cari kerja"Ucap Saka memberi solusi.


Saka memang senang berbagi ilmu dan wawasan.


"Iya juga sih mas.Aku malah nggak kepikiran buat khursus"


Riatu tertawa menertawakan dirinya sendiri.Ketawanya begitu manis dan lucu.


"Bagus itu kalau kamu mau khursus.Cari yang kira kira kamu suka"Timpal Saka.


"Oh ya Mas,mau pesen makan juga?"Tawar


"Oh,nggak usah Ris.Udah kenyang tadi udah makan dirumah"


"Yaudah kalau gitu aku kesana dulu ya,kayaknya ibu butuh bantuan"Ucap Risty sambil menunjuk ke arah warung tendanya.

__ADS_1


"Oh iya silahkan"Ucap Saka ramah.


"Makasih ya mas atas sarannya"Ujar Risty lalu pergi membantu kedua orang tuanya.


Saka menjawab dengan anggukan tipis.


"Oke sama sama,semoga sukses"


Saka mengacungkan jempolnya.


Risty pun tersenyum dan membalas dengan mengacungkan jempolnya pula.


Saka melanjutkan acara 'wedangannya'.


Mencoba mempelajari kembali masalah Pandu dan Kara.


Saka tidak habis pikir.


Pandu bisa segoblok itu?


Sembrono sekali.Menganggap pernikahan hanya main main.


Terus Kara.Kara juga bohong sama kami semua.


Benar benar pasangan yang memuakan.


Aku nggak akan biarkan ibu tau ini.Aku nggak mau ibu sakit karena ulah bocah goblok itu.


Sialan kamu Ndu.Otakmu kamu taruh mana Ndu.


Gimana kalau ibu tau.


Kamu bakal nyesel Ndu kalau sampai ibu jatuh sakit gara gara mikirin kamu.


*bersambung.


Terima kasih sudah setia baca PKPG.


Jangan lupa kasih dukungan terus untuk author.Agar author tambah semangat nulisnya.


^klik like


^komen sebanyak banyak nya


^klik tanda love sebagai novel favorit kalian


^plis rate bintang 5 nya ya


^jangan lupa vote,author pengen juga donk karyanya masuk rate tinggi(paling enggak dibawah 20 deh)πŸ˜‚ngarep amat ya.


Ya namanya harapan kan boleh boleh aja.ya kan??


Salam hangat dari author


semoga kalian sehat selalu

__ADS_1


sampai ketemu di part selanjutnya.πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜πŸ˜


__ADS_2