
Suasana pagi dirumah bu Yunda tak seperti biasanya.
Kini lebih ramai karena semua anaknya pulang.Saka anak sulungnya memutuskan untuk kembali menemani anak anaknya tidur setelah sholat subuh tadi.
Pandu merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga,asik dengan ponselnya.Tentu saja mengurusi perihal pekerjaannya yang dikirim melalui surel.
Kedua menantu cantik bu Yunda sibuk beberes dapur.Menyapu dan memasak nasi.Via dan Vio ditugaskan membersihkan halaman diluar.
"Bu,Kara saja yang temani ibu kepasar ya.Biar aku aja yang beresin rumah.Lagian Kara biar tau pasar disini"Ucap Dewi pada ibu.
"Mau kan Ra?"
"Oh iya mbak,biar saya yg antar ibu ke pasar"Jawab Kara dengan senang hati.
Bu Yuda tersenyum.
"Oke,kalau gitu Kara siap siap ya nduk.Panggil Pandu suruh antar kita kepasar.Kalau naik motor nanti susah belanjaanya.Ibu sekalian belanja untuk seminggu"
Tanpa basa basi Kara mengiyakan perintah ibu mertuanya.Dan bergegas menemui Pandu yang sedang asik dengan poselnya.
"Mas"
"Ya"Pandu beringsut dan duduk.
"Disuruh ngantar ibu kepasar.Aku juga ikut katanya"
"Iya udah,siap siap sana.Aku panasin mobil dulu"Pandu dengan cepat mengambil kunci mobil Saka dan memanaskan mesinnya dahulu sambil menunggu Kara dan ibunya keluar.
Tak lama Kara dan ibu keluar secara bersamaan.Pandu yang memandang kedua makhluk itu.Entah kenapa Pandu menyukai kebersamaan kedua wanita dihadapannya itu.
Mereka ngobrol apa sih,keliatannya asik banget.
Kara ketawa gitu.Ibu juga keliatannya seneng banget.
Tak sadar Pandu menyingkan senyum tipisnya dari balik kaca mobil.
Kara membuka pintu mobil yang berada disisi pengemudi.
"Ibu,monggo bu"
Dengan sopan Kara membukakan pintu untuk ibu mertuanya agar duduk bersebelahan dengan Pandu.
"Heh..Sudah nggak usah.Kamu aja didepan.Biar ibu dibelakang"
__ADS_1
Ucap Yunda menolak namun ada rasa senang disana.Menantu barunya ini sungguh sopan.Tak membiarkan ibu mertuanya duduk sendiri dibelakang.
"Tapi bu,ibu sendiiran dibelakang lho.Sini duduk sini aja"
Kara mencoba merayu bu Yunda lagi.
"Wis nggak apa apa nduk,lagian kamu kan biar bisa hafal jalan kepasar.Kalau kamu duduk didepan bisa jelas sambil hafalin jalan"
Yunda sambil menepuk pundak Kara.
"Ya udah bu kalau gitu"Kara membukakan pintu bagian baris kedua.
Yunda pun tersenyum dan berterima kasih karena Kara sudah membukakan pintu untuk dirinya.
Yunda sangat senang dengan sikap Kara yang perhatian dan sopan.
Setelah Yunda naik dan Kara menutup pintu.Kara lalu bergegas masuk dan duduk disebelah pengemudinya itu.
"Udah?"Pandu bertanya pada Kara.
"Udah mas"Jawab Kara menatap Pandu.
"Nggak ada yang ketinggalan kan buk?"Kara memastikan menanyakam pada Yunda.
Tak menunggu lama Pandu melajukan mobilnya dengan hati hati.
Perjalanan sekitar sepuluh menit jika ditempuh dengan menggunakan mobil.Jalan yang tidak terlalu macet,tidak seperti di Jogja kota.
Tibalah mereka disebuah pasar namanya pasar Nanggulan.
Hanya Kara dan bu Yunda saja yang masuk ke dalam pasar.Sedangkan Pandu menunggu didalam mobil di parkiran depan.Jika perlu bantuan Pandu akan menyusul mereka.
"Sini Kara bawakan tas nya bu"Ucap Kara meminta tas belanjaan yang dibawa Yunda.
"Oh,iya boleh.Makasih ya nduk"
Kara membalas dengan senyuman.Senyuman manis yang sangat tulus.
Bu Yunda adalah sosok ibu yang usianya sudah lansia.Namun fisiknya masih sangat bugar.
Menilik ibu mertuanya Kara sungguh sangat semamg,kagum dan merasa bersyukur.
Ibu mertuanya masih diberi kesehatan yang begitu luar biasa.
__ADS_1
Sosok yang sangat ramah,pedagang langganannya sudah tentu begitu mengenalnya.Itu dilihat dari cara ibu menyapa mereka dan sebaliknya.
"Bu,mau istirahat dulu?"Tanya Kara tanpa membuat Yunda merasa diragukan kekuatan fisiknya.Kara merasa khawatir akan ibu mertuanya itu.Kara tidak ingin beliau ini kelelahan.
Kara yang masih belia saja merasa pegal apalagi membawakan sebagian besar belanjaan ibu mertuanya itu.
"Kita beli ati ayam dulu ya nduk,Pandu juga suka sambal goreng ati.Habis itu kita pulang.Suruh Pandu nyusul minta tolonh bawakan belanjaannya.Berat lho ini nduk"Ucap Yunda pada Kara.
Dan Kara pun mengiyakan lalu menelpon suaminya itu sesuai anjuran ibu mertuanya.
"Borong Yun?"Tiba tiba ada suara wanita dari sampingnya.Yunda langsung menoleh ke arah suara itu.
"Heeeiii..Wanti kamu belanja juga?"Suara Yunda riuh terkejut sekaligus senang bertemu dengan sahabat lamanya itu.
Yunda dan Wanti pun langsung berhambur memeluk.Menepuk pundak satu sama lain mencium pipi kanan dan kiri.Dilihat dari rona wajah mereka.Mereka begitu sangat bahagia sekali.
"Iya ini buat keperluan jualan nanti malam"Sahut Wanti.
"Eh iya gimana angkringanmu laris kan?masih di alun alun?"Tanya Yunda.
"Yo masih to Yun.Alhamdulillah lumayan rame Yun.Eh anakmu tadi malem juga mampir ke angkringan kok"Ucap Wanti.Yang sejak tadi kurang menyadari keberadaan Kara disamping Yunda.
"Sopo?Pandu?"Yunda agak terkejut memastikan kebenaran.
"Saka bukan Pandu"Jawab Wanti.
"Owalah Saka.Sama siapa dia kesana?"Ucap Yunda sedikit keheranan.Semalam Saka tidak bicara apapun termasuk rencananya keluar malam.
"Sendirian,ketemu sama Risty juga"Wanti mengucapkan terang terangan.
"Ohh semalam aku udah tidur,jadi nggak tau Saka pergi"Tuntas Yunda.
Ngapain Saka malam malam pergi sendirian sampai ke alun alun.Saka kan bukan seperti Pandu.Yang lebih suka sendiri.Saka biasanya selalu pergi selalu dengan rombongan temannya.
Ahh mungkin karena Saka udah lama nggak ketemu temen temennya,jadi dia nongkromg sendirian.
Yunda segera menepis kekawatirannya.
"Oh ya Wan,sampai lupa kenalin.Ini Kara istrinya Pandu"Yunda menoleh ke arah Kara.Masih ada rasa sungkan memperkenalkan Kara dengan Wanti.
Wanti adalah calom besan yang gagal.Karena Pandu telah memlilih pilihannya.
"Nduk,kenalin ini bu Wanti.Temen ibu sejak kecil sampai SMA.Temen budemu juga lho"
__ADS_1
Yunda mempersilahkan Kara dan Wanti berkenalan.