
"Mas kamu aja yang tidur dikamar,biar aku tidur disofa.Kamu lebih butuh tempat tidur yang nyaman sekarang"Ucap Kara.Tatapan dingin terhadap Pandu.Matanya sembab,dan terlihat lelah.
Keluar kamar membawa bantal dan selimutnya.Menuju sofa di depan tv.
Terdengar suara tv yang baru saja Kara hidupkan.
Lalu lampu yang redup
Ucapan Kara justru membuat Pandu merasa bersalah.Pandu tau hati Kara begitu hancur.Tapi masih saja memperhatikan kondisinya.
Pandu dengan cepat menyusul Kara keluar.Disana ia lihat Kara sedang terduduk.
"Masuk kamar"Perintah Pandu dengan kekakuan sifatnya.
"Aku disini saja"Jawab Kara memindah mindah saluran tv.
"Kamu tidak biasa tidur disitu.Nanti badanmu sakit sakit.Kita serumah bakal sakit semua.Katanya kamu mau merawatku.Harusnya kamu jaga kesehatanmu juga"Ucap Pandu dengan nada menuntut.
Kara menoleh.Lalu beranjak dari duduknya dan membawa kembali bantal dan selimutnya.
Dengan langkah lunglai Kara berjalan melewati Pandu yang masih terpaku terdiam sejenak lalu mengikuti Kara masuk ke kamar.
"Tidurlah,aku juga akan tidur disini.Tidak perlu kawatir aku tidak akan macam macam.Aku bilang begini sebelum prasangka burukmu itu kamu ucapkan"Ucap Pandu dingin.
Kara diam tak menjawab.Tidur berselimut hingga sampai batas telinga.Sehingga hanya ujung kepalanya saja yang terlihat.Kara membelakangi Pandu.
Kara tidak akan berkata apapun.Sekarang dirinya memutuskan untuk pasrah.Terserah apa kemauan Pandu.
Kara tidak bisa tidur.Sedangkan pria disampingnya sudah terlelap.Kara menoleh dan memindai dada Pandu.Nafas yang sudah mulai perlahan beraturan dan dengkuran halus mengiringi.
Dilihatnya jam dinding menunjukan pukul 01.00 dini hari.
Kara beranjak dari ranjang.Menuju jendela kamar.Malam ini cuaca sangat indah.Langit yang bertabur ribuan bintang seakan sedang berusaha menghibur makhluk cantik bernama Kara Mahika.
Kara menyandarkan kepalanya di jendela.Memandang kerlip bintang bintang di langit.Memikirkan semua yang sudah terjadi kemarin.
Kara menoleh ke arah Pandu.Dari kejauhan Kara memindai pria yang tengah tertidur pulas.
Tentu saja pria yang satu ini membuatnya bingung.Marah dan hancur.Tapi rasa ingin bertahan sama kuatnya.
***
Pandu mengerjapkan matanya.Hari ini seharusnya dirinya mulai mengajar.Tapi karena kondisi tubuhnya belum memungkinkan mengajar,terpaksa ia cuti untuk beberapa hari.
Melirik sedikit ke arah jendela yang tertutup tabir tipis rupanya cahaya pagi mampu menembusnya,meskipun samar.
Pandu menoleh ke sebelahnya,melihat Kara sudah tidak ada disana.Kara sudah bangun,mungkin Kara sedang ada didapur.
Pandu berniat segera bangkit dari tidurnya.Namun Pandu merasakan sakit ngilu di tubuhnya.
Bekas hantaman kepalan Saka baru terasa sangat ngilu dibanding saat kejadian.Tubuhnya rasanya kaku.
Perlahan Pandu tertatih untuk sekedar duduk.Meskipun teramat sangat butuh perjuangan.Pandu akhirnya mampu beranjak dan menuju kamar mandi.Mencuci wajahnya dan menggosok gigi.Merapikan rambutnya menyisir dengan jari.
Tak perlu sisir untuk membuat rambutnya terlihat keren.
__ADS_1
Dan mskipun tubuhnya sangat terasa remuk.Namun pikirannya lebih segar.Karena semalam Pandu tidur sangat nyenyak.
Pandu sama sekali tidak tau bahwa mkhluk cantik disebelahnya justru sulit tidur.
Pandu berjalan sangat pelan menuju dapur.tak ditemukannya juga Kara disana.
"Kara"Panggilnya namun tidak ada jawaban dari Kara.
Pandu yang sedang kesulutan berjalan menuju ruang kerjanya yang bersebelahan dengan ruang cuci dan kamar mandi luar.
Di ruang kerjanya juga tidak ada Kara disana.Dan Pandu pun menghela nafas lega.Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi.
Syukurlah,Kara mungkin sedang mandi.Ada suara air dari dalam kamar mandi.
Namun tiba tiba sadar bahwa Kara tidak pernah mandi dikamar mandi itu.Semua alat mandi Kara ada di kamar mandi dalam.Dan tadi masih ia melihatnya.Semua nya milik Kara masih ada di sana.
Apa mungkin Kara sedang mencuci sesuatu disana?
"Kara"
Tetap tidak ada jawaban dan Pandu pun panik.
Kenapa Kara tidak menjawab?
Pandu memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
"Kara,kamu didalam?"
Sama saja tidak ada jawaban dari dalam sana.Dan Pandu membuka pintu itu.Ternyata gemericik itu suara air menetes dari kran kedalam ember.Kran airnya bocor sehingga air terus menetes.
Apa Kara kabur dari rumah?
Apa dia tidak memaafkanku?
Nafas Pandu terasa sesak membuatnya marah.
Bergegas Pandu ke kamar meskipun menahan rasa ngilu dan sakit luar biasa.
Sedikit kelegaan bahwa semua barang barang dan pakaian Kara masih ada disana.
"Kamu kemana sih Ra"Pandu bergumam kesal sendirian.
Mencoba menelepon Kara namun tak sekalipun Kara mengangkat telponnya.Pesan singkatnya juga tidak dibalas.
Menambah kepanikan Pandu.Pandu panik luar biasa.Hampir satu bulan mereka menikah,Kara tak pernah seperti ini.Dia selalu ada setiap pagi,kecuali ada keperluan kampus.Dan itupun Kara tak lupa berpamitan.
Pandu mengira Kara pulang kerumah ibunya.Dan Kara akan mengadu kepada ibu soal pernikahannya.Soal Pandu tidak mencintainya.Jika memang itu benar,maka sudah bisa dipastikan bu Ranti marah besar.Pandu tidak ingin itu terjadi.Lalu memutuskan menelpin bu Ranti.Tak lama Ranti menjawab telpin dari Pandu.
"*Hallo buk,apa kabar bu?"
*Hallo Ndu,iya ibu baik.Kamu gimana kabarnya?Kara sehat kan?"
"Alhamdulillah sehat bu"
*Tumben pagi pagi telepon,ada apa Ndu?Ibu lagi manasin mobil mau kerja*.
__ADS_1
"*Oh nggak apa apa bu.Semalam Kara rencana mau kerumah ibu.Apa Kara sudah sampai?"
**Kara mau kesini?belum dia belum sampai sini.Memangnya kamu nggak antar dia?
"Pandu lagi nggak enak badan bu"
**Oh gitu?cepet sembuh ya le.Sakit apa kamu?
"Ya bu terima kasih.Kecapean saja bu.Yasudah bu,biar saya yang telpon kara saja.Mungkin dia mampir kemana dulu gitu bu.Makasih ya bu.
**Oh iya Ndu iya.Oke*"
Kepanikan Pandu bertambah.
Berulang ulang menelpon Kara tak kunjung ada Jawaban.
"Dimana kamu kara?angkat telponku Ra.Suka banget bikin aku marah"
Wajah Pandu sudah mulai memerah.
Mbok Mi pun datang.Melihat wajah Pandu,mbok Mi langsung faham.Pandu sedang sangat marah.
Mbok Mi hanya mengucapkan selamat pagi pada Pandu.Tentu saja Pandu tidak menggubrisnya.Dan terus sibuk menghubungi Kara.
Tanpa ia sadari Pandu kehilangan sosok kehadiran Kara.Saat kehilangan motor kesayangannya beberapa tahun lalu saja tidak lebih panik dari ini.
Apa mungkin sebenarnya Pandu sudah mulai menghadirkan Kara dihatinya?Walau hanya setitik rasa itu?
***bersambung..
hay readers kesayangku..πππ
Hayoo siapa yang belum vote?
aku suka banget kalau banyak yang vote.Bikin aku senyum senyum terus.Bahagia bangett.
Sama seperti ketika kalian pengen baca kelanjutan ceritanya,dan aku udah up.
Pasti kaliam seneng kan.
Aku juga gitu lho.Pas cek notif ada yang vote,banyak yang like,ehh komennya juga banjir.
Disitulah Author merasa menjadi authot yang bahagia sampai ubun ubunπ
Terima kasih buat kalian yang masih setia dan berbaik hati berbagi like,komen dan vote vote vote vote vote dan vote.semoga rejeki kalian selalu mudah dan berkah.Aamiin.
Nah Author mau kembali ke real life dulu ya.
Asah asah dulu,umbah umbah dulu,mbabu dulu,masak.Bentar lagi majikan datangππ
Cafe Onlinenya juga harus open nih.Pokoknya harus strong.
Nanti kalau udah selesai naru deh lanjutin ngehalunya..
Kerjaan beres nanti tinggal cek notif,banyak yang vote.Otomatis author bisa crazy up macam waktu itu..ππ
__ADS_1
Sampai ketemu di episode selanjutnyaππππ