Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Tameng Hati kara


__ADS_3

Pandu masih duduk di sofa.Ia bersandar,hari ini rasanya istimewa sekali.Istimewa melelahkan.Sejak pagi kenapa ada saja yang ia alami.


Mulai dipasar Kara bertemu dengan bu Wanti dan Risty.Pandu sudah berusaha meunghindar demi perasaan mereka.


Lalu saat perjalanan pulang dirinya yang hampir menabrak sebuah mobil.Dan tanpa sengaja yang ia hindari justru bertemu di SPBU.


Dan hari ini dia babak belur karena kakak laki lakinya.


Dan baru saja ia menerima pernyataan cinta dari istri yang tidak niat ia cintai untuk kedepannya.


Pandu tersadar,ia telah mengoreksi dirinya.


Apakah aku harus mencoba mencintai Kara?


Tapi bagaimana dengan Natasha,sampai saat ini aku belum bisa melupakannya.


Dimana kamu Natasha,kenapa kamu tidak pernah mengabariku?


Mata Pandu terpejam dan mengingat ucapan mbak Dewi sebelum pulang tadi.


Jangan menggenggam yang tidak mungkin kamu miliki.Kepastian itu perlu Ndu.Mbak mohon kamu bisa bijak berfikir.Kalau kamu tidak mencintainya,lebih baik jangan memposisikan Kara di posisi ini.Kara orang yang baik,dia tulus.Buktinya dia tetap mencintai kamu,meskipun dia tau pernikahan kalian tak lama.Bahkan dia tau kamu tidak mau mencintainya.Pikirkan lagi ya.


Setelah mengucap itu mbak Dewi pergi mengikuti Saka yang lebih dulu keluar.


Dan terus terngiang di pikiran Pandu.


"Mas diminum dulu kopinya"Kara meletakan secangkir kopi favorit Pandu.


"Masih panas,aku mau mandi dulu"Ucap Pandu hendak beranjak dari duduk.Namun tampaknya kesulitan.Ternyata cukup sakit untuk sekedar beranjak.Dan hampir saja jatuh.


"Mas Pandu"Kara bergegas menopang Pandu yang hampir terjatuh.Tubuh Pandu berada dipelukan Kara lagi.Wajah mereka sangat dekat hanya berjarak kurang dari sejengkal.Ratapan itu begitu lekat masuk ke dalam hati Kara.


Kara merasa senang namun kenapa ada desir rasa dihatinya.Wajah itu,tatapan itu juga membuatnya teriris.


Sedangkan yang ada dipikiran Pandu.Gadis ini,dia menvcintaiku.Sedang berusaha menolongku.Apa aku juga harus mencintaimu.


"Egh"Pandu gugup dan sama sama tersadar melepaskan pelukan.


"Aku bisa sendiri"Pandu melangkang tertatih tatih.Dan Jatuh,jika tidak menyandar didinding dirinya pasti akan jatuh tergeletak di lantai.


Kara sangat prihatin dan tidak tega melihatnya.Namun bagaimanaoun juga Kara harus membiarkan Pandu berjalan sendiri sesuai permintaan suaminya itu.


Tak mau tinggal diam,Kara mengikuti Pandu pelan pelan.Menjaga jika nanti Pandu tidak bisa berdiri sendiri.


"Mas,biar aku yang siapin air panasnya ya.Tolong ijinkan aku rawat kamu"Pinta Kara tampak tulus dari raut wajahnya.


Pandu tak menjawab apapun hanya menatap Kara bingung.Kara pun memang tak mengharap jawaban atau penolakan.Dirinya langsung beregegas menyiapkan air hangat.Memutar keran setepat mungkin agar air panas yang mengalir tidak terlalu panas jika digunakan untuk mandi.Menyiapkan handuk agar sedekat mungkin pada posisi Pandu.


Sabun dan sebagainya.


Pandu yang duduk di closed mengamati gerak gerik yang cekatan itu.Lalu Pandu sempat menilik wajahnya.Matanya masih sembab dan matanya sayu.Meskipun kara sudah mandi.Tapi bekas ia menangis menimbulkan efek sedikut bengkak dimatanya.


Rambutnya yang setengah basah menjuntai.


"Mas semuanya sudah siap,aku keluar.Kalau butuh bantuan lagi jangan sungkan panggil aku ya"Ucap Kara tanpa senyum sama sekali.Wajahnya murung dan tidak mau menatap Pandu.Ia keluar begitu saja.


Kenapa Pandu kesal Kara bersikap demikian.


"Kara"

__ADS_1


Ini kali pertama Pandu memanggil nama Kara setelah menikah.Hati Kara berdesir entah harus senang karena Pandu menyebut namanya atau mengabaikannya.Ini hanya sebuah panggilan.Tapi bagi Kara ini sesuatu hal yang baru yang Pandu lakukan.


Kara menghentikan langkahnya.Namun tanpa menoleh ke arah Pandu.


"Terima kasih"Ucap Pandu yang sedang menatap punggung Kara.


Ada jeda setelah ucapan terima kasih.


"Ya"Jawab kara lirih dan langsung pergi tanpa menoleh.


***


Pandu merasa lebih baik setelah membersihkan dirinya.


Dilihatnya Kara sedang sibuk mempersiapkan makan malam.Pandu berdiri bersandar memindai Kara.Rasanya kembali canggung setelah Kara benar benar jujur atas perasaannya pada Pandu.


Kara tak sadar jika ada sepasang mata sejak tadi mengamatinya.Kara tetap asik mempersiapkannya.


Dan akhirnya menyadarinya,sempat menatap wajah Pandu sekilas.Lalu fokus pada piring piring saji di meja makan.


"Makan mas,udah aku siapin"Ucap Kara tanpa melihat Pandu.


Pandu melihat Kara justru meninggalkan meja makan dengan membawa segelas teh hangat dan sepotong roti.


Kara duduk disofa,Kara menonton televisi disana sambil menikmati teh dan rotinya.


Kara sangat berbeda dari biasanya.Biasanya sangat cerewet dan murah senyum.Sekarang hanya bicara seperlunya.Jangankan tersenyum bahkan menatap Pandu pun terlihat tidak berminat.


Pandu merasa tidak nyaman Kara bersikap demikian.


Lali ia mendekati Kara dan duduk disampingnya.


"Kamu sendiri nggak makan?"


"Maksudku makan nasi"Ucap Pandu sedikit menuntut.


Kara menggelengkam kepala.Matanya fokus ke acara televisi.Acara komedi yang saat ini dirasa sama sekali tidak lucu.


Pandu pun yakin bahwa hanya mata Kara yang tertuju pada televisi,namun pikirannya entah kemana.


"Temani aku makan"Ajak Pandu.


Kara menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"Pandu bertanya kembali.


"Aku lagi malas makan nasi,kamu aja yang makan"Jawab Kara lagi lagi tanpa menatap ke arah Pandu.


Pandu sebenarnya tidak ingin memaksa Kara,namun ada rasa bersalah disudut hatinya.Tidak bisa jika memperlakukan Kara seperti ini terus.


Pandu berusaha menganggap keberadaan Kara.Lagi pula Kara sudah susah payah memasak untuknya seharusnya dimakan sama sama.


Pandu pun juga menjadi enggan beranjak.Ikut menonton tv.


Lalu mengambil cangkir teh Kara dan ikut meminumnya.


"Kenapa mas minum tehku?"Kara menatap cangkir itu dengan bingung.Nada suaranya meninggi.


Kesal karena Pandu meminum teh tanpa permisi,itu berarti ada bekas bibir Pandu disana.Jika Pandu mau seharusnya meminta Kara untuk membuatkannya.

__ADS_1


Karena Kara sedang sangat Kesal,hanya masalah cangkir ada bekas bibir Pandu pun menjadi terasa menjengkelkan.


"Aku juga mau teh,tehmu enak"Jawab Pandu.


Kara menelan roti yang sudah ia kunyah.Terasa berat menelannya.


"Kalau kamu cuma minum teh dan makan roti.Aku juga akan lakukan yang sama.Mana rotinya?"


Ucap Pandu sambil menadahkan tangannya.


Kara kembali bingung.Terdiam menatap televisi yang jelas jelas bukan prioritasnya.Lalu menoleh ke arah Pandu.


"Sejak kapan kamu punya pikiran itu mas?"


Jika mampu jujur,saat ini Pandu merasa terbebani oleh kejujuran perasaan Kara tadi.


Awal menikah keinginan melindungi Kara memang sudah ada.Sekarang Kara tidak mau makan.Maka dari itu Pandu tidak ingin jika Kara sampai sakit.


Bukankah Pandu ingin melindungi Kara secara fisik?


Sayangnya Pandu belum menyadari,yang tersiksa dan sakit saat ini bukankah raga Kara.Yang harus ia lindungi adalah hati Kara.


"Ayo makan,nanti aku mau bilang sesuatu sama kamu.Tapi aku mau kamu makan"Pandu perlahan bangkit dari duduknya.Meraih pergelangan tangan Kara berniat menuntun Kara berdiri juga dan melangkah menuju meja makan.


Kara menggelengkan kepalanya.


"Jangan keras kepala,bukannya istri yang baik menuruti kata suaminya?"Ucap Pandu.


Kara benar benar bingun atas sikap Pandu yang tiba tiba seperti ini.Apa sih maunya Pandu?


Dengan langkah berat Kara terpaksa mengikuti perintah Pandu.


Hati Kara was was.Jangan sampai ia terbuai dengan sikap Pandu yang saat ini tampak manis.Meskipun tak banyak senyum dan masih terlihat kaku.


Ada setitik bahagia di hati Kara namun Kara sengaja memasang tameng agar tidak jatuh terlalu dalam.


Mas Pandu tidak mencintaiku.Aku harus bisa jaga hatiku.Kalau bisa perlahan aku harus membiarkan rasa ini mati terhadap mas Pandu.Aku nggak mau berjalan diatas duri.Sedangkan tujuanku tak ada kepastian.


Batin Kara menatap tajam Pandu yang sedang melahap makanan dihadapannya.


********bersambung.


Hay readers kesayanganku.


Maaf ya buat kalian menunggu.


Jadi sejak kemarin siang aku nggak sempet intip intip novel karena lagi ditempat krisis sinyal.Siang ini baru balik kerumah.Jadi baru sempet up sore ini.


Kalian pasti heran ya jaman sekarang masih ada tempat susah sinyal.Ini beneran ada ya dear.


Dan aku bingung mau lapornya kemana biar di daerah itu bisa ada sinyal.


Apalagi disana aku ada rumah juga.Haduh nggak ngebayangin kalau rumahnya udah finishing dan tinggal disana.


Aku jadi susah ngapain aja.Karena kerjaanku harus bersinyal semua.


Ada yang punya pengalaman yang sama?


bisa komen dibawah ya..

__ADS_1


Oh iya,aku tunggu dukunhan vote nya juga ya dear.


😘😘😘


__ADS_2