Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Ingin tau


__ADS_3

Kara menghampiri Mbok Mi di dapur.Duduk di kursi meja makan.


Merasa bingung mau melakukan apa.Kalau begitu mengobrol dengan mbok Mi saja.


"Mbok Mi,udah sarapan?kalau belum sarapan dulu aja"


Mbok Mi dengan cepat membalikan badannya ke arah Kara.


"Sudah mbak,saya kalau sarapan gasik"


Jawab mbok Mi dengan logat khas jogja.


Gasik adalah bahasa jawa,yang berarti lebih awal/cepat.


Kara tersenyum,mbok Mi kelihatannya adalah sosok yang menyenangkan.Sudah tidak tinggal bersama mbok Inah.Malah sekarang ada mbok Mi disini.Tentu saja Kara senang karena ia tidak sendiri saat Pandu tidak dirumah.


"Mbok Mi memangnya udah berapa lama kerja disini?"


Kara ingin mengenal mbok Mi.Salah satu orang yang sering berinteraksi dengan Pandu.


"Woh yo udah lama to mbak.Dari mas Pandu buka minimarket.Kira kira tujuh tahun yang lalu.Mas Pandu harus bagi waktu mengajar sama ngurusin toko juga.Jadi mas Pandu udah nggak sempat beres beres rumah"Jelas mbok Mi sambil mengerjakan tugasnya.


"Ohh"Kara mengangguk.


"Udah lama juga ya mbok?mas Pandu orangnya banyak maunya nggak mbok?"Kara mengintrogasi mbok Mi.Pengen tau bagaimana sosok Pandu dimata orang lain.


"Mas Pandu nggak banyak maunya mbak.Yang penting rumah rapi dan bersih.Mas Pandu nggak suka ada debu dirumahnya.Tempat cucian piring juga harus kering kalau udah nggak dipakai.Habis dipakai langsung dilap kering.Ruangan juga harus wangi.Baju,sprei,slimut nyucinya juga harus wangi"Tutur mbok Mi.


"Oh ya?"Kara tampak senang mendengarnya.Ternyata benar,Pandu adalah orang yang rapi,wangi dan bersih.


"Iya mbak,mas Pandu orangnya bersihan banget.Nggak bisa lihat kotor dan berantakan apalagi bau nggak sedap.Biasanya kalau udah cium bau nggak enak dia langsung nggak mood mbak"Mbok Mi menerocos tanpa henti.


Kara senyum senyum sendiri.Dalam hatinya berkata bahwa Pandu pasti nggak tau kalau Kara orang yang malas mandi.Aduh gimana ya kalau sampai Pandu tau?


Kara pasti akan merasa sangat malu.


Mbok Inah yang biasa bawel menyuruhnya mandi.


"Oh ya mbok,kalau mas Pandu libur biasanya kemana?"Tanya Kara.Banyak hal yang ingin dia tau.


"Mbak Kara kok malah nggak tau sih.Memangnya dulu nggak pernah tanya tanya ke mas Pandu?"Kara pun menggeleng saat mbok Mi menoleh kearahnya.


"Mas Pandu itu kalau libur kegiatannya ya baca buku,ke toko atau pergi pakai motor kesayangannya itu.Mbok nggak tau,dia suka banget datang ke tempat tempat yang bagus"


"Kok mbok Mi tau kalau mas Pandu ke tempat tempat bagus?"

__ADS_1


"Mas Pandu kan sering pasang foto pemandangan di kistagram"Mbok Mi mengatakannya dengan percaya diri penuh kekaguman.Lain dengan Kara yang melotot laget.Sedikit meragukan pendengarannya.


"Hemm,mbak Kara lihat aja di kistagramnya.Wong saya aja sering lihat dari hp anak saya lho"


Mbok Mi mengacungkan jempolnya.


"Top,fotonya bagus bagus.Mbok Mi kalau boleh pasri pengen ikut mas Pandu jalan jalan"


Kara pun tertawa lebar.


"Lihat dimana mbok?"


"Di kistagram mbak"Dengan percaya diri dan yakin ucapannya itu benar.Sembari beberes membanggakan aplikasi yang dia sebut 'kistagram' itu sangat memanjakan matanya saat melihat hasil foto foto yang mengangumkan.


Kara pun masih menyisakan tawanya.Mbok Mi yang salah sebut membuat dirinya teringat pada Mbok Inah yang juga demikian.Bahkan Kara yang sering usil karena kebiasaan mbok Inah.


"Loh mbak Kara tu kok malah ketawa sih?Wong suruh lihat kok"


Mbok Mi memarahi Kara tentu saja tidak serius marah.


Hahahah..


"Iya iya mbok nanti biar saya lihat di kistagram"


"Lha iya gitu dong.Masak mbak Kara nggak tau.Memangnya waktu pacaran nggak dikasih tau kalau mas Pandu sering pasang fotonya di kistagram"


Mbok mi merasa menang dan mampu mengatasi kebingungan Kara.


"Maklum mbok,mas Pandu kan pendiam.Nggak bakal ngasih tau kalau nggak ditanya"


Kara pun sembari meraih ponselnya.Ya memang sejak awal Kara tidak mau tau tentang sosial media Pandu.


Baru sadar bahwa Pandu punya sosial media.


Kara terkekeh jika mengingat kata mbok Mi.


"Mbok Mi mbok Mi.Instagram sejak kapan berubah nama jadi nama penyakit begini"


Tutur Kara sangat lirih dengan senyumnya yang lebar.


Tidak menyangka bahwa dia akan menemukan mbok Inah versi KW super.


Polos dan lucu.Namun jiwa mudanya masih tersisa.Ingin mengikuti perkembangan jaman.Dan mengenal istilah istilah masa kini.Ya meskipun sering salah sebut.


Kara pun bertahan dengan senyuman.Setelah menemukan sebuah nama dipencarian sosial media.

__ADS_1


'Pandu.'


Mas Pandu mas Pandu,bisa tidak buat akun dengan nama panjang.


Dilihatnya nama 'pandu.' sudah menggambarkan betapa tidak ingin ribet.


Kara lalu menilai bahwa Pandu bukan sosok yang tertutup dan anti sosial.Lihat saja akun pribadinya tidam diatur privasinya.


Siapa saja bisa melihat unggahan foto di akunnya.


Ada sisi keterbukaan di pribadi Pandu.


Entahlah dapat ilmu dari mana kenapa Kara bisa menyimpulkan pribadi prang dengan demikian.


Dan ternyata benar apa yang dikatakan mbok Mi.Foto foto pemandangan di akun Pandu sangat mengangumkan.


Kara baru menyadari bahwa Pandu memiliki hobi seasik ini.


Kara menghabiskan waktu cukup lama itu menjelajahi isi akun Pandu.


Tapi disana terdapat seribu lebih foto.Jari Kara mulai lelah dan memutuskan untuk beristirahat.


"Mbok Mi"Seru Kara,menyentuh pundak mbok Mi yang sedang asik beberes.


"E kodok e kodok kodok"Mbok meloncat terkejut.


Kara kembali tertawa.Kali ini sulit dihentikan sehingga membuat perutnya mengeras dan sakit akibat tertawa.


"Mbok latah?"Nada suara kara sedikit meninggi,sehingga mbok Mi kembali latah karena suara yang mengejutkan.


"Mbok latah,eh mbok latah"Mbok Mi pun latah sambil memanggutkan kepalanya.


Kara masih tertawa.Dan Mbok Mi juga ikut tertawa.


Kara merasa Mbok lebih lucu dari mbok inah karena latah.


"Mbak Kara jangan gitu dong,mbok Mi emang latah.Nggak sembuh sembuh"Ucap mbok Mi penuh permohonan namun senyum polos juga menghiasi wajahnya yang mulai keriput.


Masih dengan sisa tawanya.


"Yasudah mbok aku ke kamar dulu ya,mau beresin baju mas Pandu buat dibawa kerumah ibu nanti"


Kara pun pergi masih dengan sisa tawanya.


Mbok Mi pun menepuk dahinya.Dan kembali mengerjakan yang menjadi tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2