Pernikahan Kontrak Pak Guru

Pernikahan Kontrak Pak Guru
Nama Cantik


__ADS_3

"Mas kamu nggak apa apa?"Pertanyaan Kara dijawab dengan gelengan kepala.


"Mas kita istirahat dulu ya.Nanti kita lanjut lagi"


Tidak ada jawaban dari Pandu namun Pandu segera mengarahkan kendaraannya menuju sebuah kedai minuman.


Disana menjajakan berbagai minuman sederhana dan beberapa kudapan pendamping.


Secangkir teh dan sebotol air mineral telah mereka pesan.Pelayan pun sudah menyajikannya dimeja mereka.


Dengan ramah pelayan itu mempersilahkan pelanggannya.


Kara menyambut dengan senyuman dan kata terima kasih.Lain hal nya dengan Pandu.Diam dan tampak dingin sikapnya.


"Minum dulu mas"Kara menyodorkan botol air mineral yang sudah ia buka segel dan tutupnya.Berharap setelah minum Pandu bisa merasa lebih tenang.


Perlahan Pandu meraih botol itu dan meneguknya beberpa kali.Dan meletakannya kembali di meja.


Pelanggan kembali datang ke meja mereka.Bersama sepotong cake coklat disebuah cawan kecil.Kara sengaja memesan sepotong cake coklat untuk Pandu.


Katanya coklat bisa memberi ketenangan pada penikmatnya.Begitu juga dengan teh hangat.


Entah Kara pun juga tidak tau pasti.Tapi menurut artikel dan kata beberapa orang memang begitu adanya.


Mudah mudahan memang benar.Dan Pandu akan lebih baik dan kembali fokus berkendara.


Cukup lama mereka beristirahat di kedai itu.


"Mas,kamu kenapa?sepertinya nggak fokus gitu?"Kara memberanikan diri bertanya.


"Aku kepikiran omongan ibu sebelum kita berangkat tadi"Jawab Pandu yang lalu menatap ke arah Kara.


"Omongan ibu yang mana mas?"Kara berlaga bodoh.Padahal ia sangat mengingat jelas kata demi kata ucapan mertuanya itu.


Tapi bagian mananya?Kara tidak mau lancang menebak.Lebih baik bertanya saja.


"Soal anak.Memangnya kamu merasakan sesuatu?"Ucap Pandu.


"Rasa gimana ya mas maksudnya?"


Jawab Kara.Sebenarnya Kara merasakan hal yang sama yaitu merasa bersalah membohongi ibu.Tak kan mungkin mereka memiliki anak apalagi dalam waktu dekat.

__ADS_1


"Aku kok merasa bersalah banget sama ibu.Aku nggak tega lihat ibu berharap besar sama kita"Ucap Pandu agak takut takut.


"Trus baiknya gimana?apa mas mau terus terang sama ibu?"Kara kembali bertanya meskipun Ia berharap jawaban lain yang keluar dari mulut Pandu.


'Aku akan berusaha mencintaimu'


Ayo mas katakan itu.Telingaku ingin dengar itu.Nggak cuma ibumu yang punya harapan besar dipernikahan kita.Tapi aku juga.Mungkin cuma kamu yang tidaj sedikitpun ada harapan dihatimu mas.Sebenarnya apa salahnya mencoba mencintaiku mas.Kenapa kamu tidak mencoba mencintaiku?


Apa ada hati yang kau jaga?Apa ada cinta yang kamu nantikan?Sehingga kamu lebih baik menikah kontrak denganku?


Seharusnya aku marah mas,seharusnya aku sakit dan hancur.Tapi kenapa aku hanya ingin membuatmu merasa bahagia.Membuatmu merasa nyaman.


Jika kehadiranku hanya sesaat buatmu.Itupun akan kujalani dengan ikhlas.


Jika bukan ditempat umum.Mungkin Kara sudah menangis meraung raung meluapkan emosinya.


Kara mampu mengendalikan dirinya.


Menatap pria dihadapannya ini dengan lembut dan tulus.


"Nggak mungkin aku berterus terang"Jawab Pandu.


Ingin sekali mengatakan yang sebanarnya tapi Pandu tidak sampai hati.


Mungkin akan sangat lancang jika sampai terucap.


Pandu sebenarnya ingin meminta ijin pada Kara jika cintanya telah kembali kejogja.


Meminta ijin untuk menikahi gadis itu.Gadis yang telah lama pergi meninggalkannya karena alasan studi ke Medan.


Gadis itu teman kuliah Pandu.


Dua tahun terakhir ini komunikasi mereka tidak lancar.Bisa dibilang hampir tidak menyambung komunikasi.


Karena gadis itu kembali ke Medan untuk melanjutkan studi S2 nya.


Gadis asli Medan yang dulu kuliah di Jogja.Begitu dekat dengan Pandu.


Natasha Ginting nama gadis cantik itu.Gadis cantik berdarah batak.


Pandu dan Natasha sangat dekat pada masa kuliah.Setelah dua tahun lulus Natasha menikah dengan Stefanus.Laki laki yang dijodohkan oleh orang tuanya.

__ADS_1


Saat itu Pandu merasa hancur.Meskipun berbeda keyakinan.Namun Natasha adalah gadis luar biasa.Gadis impian Pandu.


Natasha tidak fanatik.Maka dari itu Pandu yakin bahwa Natasha kemungkinan akan bisa menjadi mualaf.


Namun Natasha adalah gadis penurut orang tuanya.Sehingga terpaksa mau menikah dengan Stefanus.


Malangnya Natasha bercerai dengan Stefanus.Pandu pun tidak tau pasti apa penyebabnya.


Pandu ikut prihatin tapi tak dipungkiri ada titik bahagia dihatinya.


Apa perasaan Pandu itu terlalu kejam?Entahlah.


Pandu kembali memiliki harapan besar untuk bersama Natasha.Meskipun Natasaha sudah memiliki seorang anak.


Sampai saat ini nama Natasha lah yang menginggap dihati Pandu.Meskipun Pandu tak tau kemana perginya Natasha sekarang.Karena setaunya Natasha studi S2 di Medan.


Setelah perceraian Natasha memang mereka kembali dekat.Cukup sering mereka bertemu.Saling memberi dukungan.


Sebulan sebelum Natasha kembali ke Medan untuk studi S2.Atas izin Alloh melalui Pandu,Natasha telah menjadi mualaf.


Itulah satu kebahagiaan besar Pandu.Niatnya akan menikahi Natasha sangat bulat.


Tidak ada kata resmi pacaran diantara mereka.Namun mereka berkomitmen.


Sepasang cincin sudah Pandu beli.Malam itu seharusnya Pandu melamar Natasha.Namun malam itu justru menjadi perpisahan mereka.


Sebelumnya Natasha tidak mengatakan hal apapun.Tiba tiba sehari ifu Natasha sulit ditemui dan pada akhirnya malam itu Natasha melakukan penerbangan ke Medan bersama putranya.Hingga saat ini Natasha tak mengabari.


Hanya sebuah pesan yang membuat Pandu berharao Natasha kembali.


"Jaga hatimu Pandu"


Pandu pun sampai sekarang tidak tau maksud Natasha.Jaga untuk apa dan siapa?


Untuk perasaan cinta kah?


Untuk keimanan kah?


Entahlah hingga saat ini maaih membuat Pandu penasaran selama dua tahun terakhir ini.


Natasha Ginting,nama cantik yang masih terukir dihati Pandu.

__ADS_1


Kemana dirinya sekarang?


__ADS_2