
Kara dan Pandu tampak canggung karena Ranti dan Nani mengetahui hubungan mereka,meskipun tidak tau sebagai pacar pura pura.
"Ra?"
Kata Ranti meminta penjelasan.Namun Kara belum bisa mengatakan apapun wajahnya melongo masih bingung.
"Maaf bu,Saya dan Kara belum terus terang denganibu dan bude"
Sahut Pandu karena melihat Kara tidak berkutik.
Ranti dan Nani tersenyum tampak bahagia.
"Mas Pandu,tidak apa apa mungkin Kara masih menunggu waktu.Mas Pandu tau sendiri kan bahwa Kara mungkin punya trauma dengan walang sangit .Jadi belum berani terang terangan pada ibu"
Tutur Ranti.
"Iya takut kalau semua laki laki itu sama saja"
Sahut Nani.
Pandu terkejut mendengar panggilan walang sangit, siapa yang dimaksud bu Ranti.
"Arya buk"
Kara mengoreksi.
"Ibuk lupa namanya,hanya walang sangit yang ibu ingat kalau membicarakan dia"
Ucap Ranti.
Kara menepuk keningnya sendiri menanggapi kelakuan ibunya.
"Ibu senang kalau Kara sudah bisa move on.Dan soal merestui atau tidak.Bagaimana mbak Nani?"
Ranti menatap Nani seolah mengajak berunding.
"Kalau bude jelas setuju,Yunda teman bude sejak SMA.Bude jelas tau bagaimana keluarga Pandu"
Tutur Nani.
"Kalau bude sudah bilang begitu,ibu juga merestui hubungan kalian.Bude lebih tau bagaimana keluarga Mas Pandu"
Ranti menepuk lutut Kara yang duduk disampingnya.
"egh buk apa tidak terlalu cepat memutuskan.Aku dan Mas Pandu kan masih tahap perkenalan"
Bantah Kara.
"Ra,tidak usah hawatir.Bude sangat mengenal keluarga bu Yunda.Bu Yunda orangnya baik sekali.Bude bisa jamin itu"
__ADS_1
Kara hanya bisa tersenyum kaku atas apa yang terjadi hari ini hingga malam ini.
"Kenapa bude kebetulan juga pas ada disini si"
Batin Kara frustasi.
Dan kejadian hari ini membuat Kara sulit tertidur.Menatap layar ponsel namun tidak tahu apa yang akan dia lihat.Hanya menggeser geser menu ponselnya tidak jelas.
"assalamualaikum"
pesan singkat masuk di ponsel Kara.Dari nomor tidak dikenal.
Kara membulatkan matanya terkejut.
"Hah!Pak Pandu?"
Guman kara setelah melihat foto profil nomor itu adalah sebuah motor yaitu motor Pak Pandu.
"Ada apa dia mengirim pesan selarut ini"
Setelah berfikir beberapa saat Kara memutuskan membalas pesan singkat itu.
"*walaikusallam,ada apa Pak Pandu chat saya malam malam begini?"
"Maaf mengganggu,saya dapat nomor kamu dari pak Farhan.Apa bisa kita bertemu?"
"Pak,bapak kan baru saja pulang dari rumah saya?untuk apa?"
"Jujur ya pak,saya jadi pusing gara gara bapak meminta saya berpura pura begini.Ternyata bu Yunda teman bude Nani"
"Maaf saya juga tidak menyangka hal ini bisa terjadi,maaf melibatkanmu dalam urusan pribadiku.Malah jadi rumit begini"
"Yasudah mau gimana lagi,tapi kita harus bagaimana sekarang?"
"Besok bisa ketemu tidak?"
"Bisa pak,setelah saya pulang kuliah"
"Baik kalau begitu besok saya jemput kamu di kampus*"
Setelah mengobrol melalui chat dengan Pak Pandu,Kara merasa sedikit tenang.Berharap ada solusi yang bisa membuatnya lepas dari sandiwara ini.
Kara tidak mau jika terus terusan bersandiwara,apalagi menikah secepatnya.
Akhirnya Kara bisa tidur nyanyak memeluk guling kesayangannya.
Keesokan harinya.
"Mbok,simbok masak brongkos?"
__ADS_1
Tanya Ranti setelah melihat menu sarapan pagi ini.
"enggak buk,itu mbak Kara yang bawa semalam,trus simbok angetin"
Kara keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan.
"Ra,semalam kamu bawa sayur brongkos?"
Kara mengangguk.
"Itu masakan ibunya Pak Pandu buk"
Kara meraih piring dan mengambil makanan untuk sarapan.
Ranti cukup terkejut.
"Woaah,ibunya Pandu pinter masak juga ya"
Kara sudah mulai makan.
"Enak lho buk,ibuk cobain deh"
Kara sambil mengunyah dan menunjukan sayur brongkos.
"Ibu jadi penasaran rasanya,seenak apa masakan calon mertua kamu"
Ucap ranti antusias mengambil sayur brongkos juga.
Uhukkk..Kara tersedak makanannya mendengar Ranti berbicara calon mertua.Langsung meraih air putih didepannya.
"Hati hati Ra,ini masih jam berapa tidak usah buru buru"
Ucap Ranti dan mulai menyantap sarapannya.
"hemmmm..Benar juga katamu Ra.Sayur brongkosnya enak banget"
Ranti lahap menyantap.
Kara tersenyum kaku.
"Buk,Kara duluan ya hari ini persiapan sidang.Soalnya sebentar lagi Kara mau sidang"
"Hey sarapanmu dihabiskan dulu"
Teriak Ranti pada Kara yang berlalu pergi setelah mencium pipi Ranti.
"Kara,Kara.cepat sekali kau besar,sudah mau sidang dan sebentar lagi kamu sudah lulus"
Gumam Ranti.
__ADS_1
"Mbok Inah,ayo sini sarapan mbok"
Teriak Ranti memanggil Mbok inah untuk menemaninya sarapan.