
Sepulang kuliah Kara janji bertemu dengan Pandu dihalte depan kampus.
Selama motornya belum diperbaiki Kara bepergian menggunakan ojek online.
Tapi kali ini Pandu yang menjemputnya.
Belum juga duduk di halte ternyata Pandu sudah menunggu disana.Terlihat Pandu sedang duduk dikursi pedagang kaki lima sebelah halte.Dan minum minuman dingin,ditangannya memegang sebuah buku yang sedang ia baca sambil menunggu Kara datang.
"Dasar pak guru,menunggu sambil baca buku.Kalau orang lain pasti akan bermain game"
Gumam Kara mendekati Pandu.
"Pak Pandu"
Sapa Kara.
"Egh,kamu sudah selesai?"
"Sudah,pak Pandu sudah lama menunggu ya?"
"Lumayan"
Jawab Pandu sambil mengulurkan uang lima ribu rupiah pada pedagang kaki lima.
"Mas,ini uangnya.Terima kasih sudah boleh menunggu disini"
Ucap Pandu.
"Oh iya Mas,Egh ternyata mas nya ini menunggu mbak Kara?"
Ucap Mas Wawan pedagang kaki lima itu.Yang memang sudah kenal dengan Kara karena Kara juga sering membeli di warung Mas Wawan.
Kara tersenyum.
"Iya mas,teman saya"
"Teman atau teman"
Ledek Mas Wawan.
"Teman kok mas"
Kara tersenyum meladi mas Wawan.Dan menerima hel. yang diberikan oleh Pandu lalu memakainya.
"Mas Wawan kami duluan ya,semoga laris manis jualannya"
"Ya mbak hati hati"
Mas wawan pun juga berteriak.
Kara dan Pandu pun pergi.
"Pak kita mau kemana?"
Seru Kara sedikit meninggikan suaranya.
"Maunya kemana?"
__ADS_1
"Kalo sore sore begini kira kira kemana ya Pak,yang nyaman buat ngobrol"
Pandu tidak menjawab namun terus melajukan kendaraannya.Dan beberapa menit saja mereka sampai diparkiran sebuah tempat wisata.
(Lokasi Taman Sari Yogyakarta)
Kara mengenal tempat ini,ya dia Taman Sari yang letaknya berada tepat di pusat Kota Yogyakarta.
Bangunan klasik yang memiliki tinggi nilai seni nya.Kara sangat menyukainya.
Ini kali ke dua Kara senang mengunjungi tempat tempat indah pilihan Pandu.
Sinar matahari yang sudah tidak terlalu menyengat sehingga sangat mendukung acara jalan sambil ngobrol sore ini.
Pandu duduk ditepi kolam dan disusul Kara duduk disebelahnya.
Setelah puas memanjakan pandangannya,Kara teringat bahwa tujuan mereka kesini untuk membicarakan sesuatu.
"Pak Pandu,jadi bapak ingin berbicara apa dengan saya?"
Kara memulai berbicara.
"Miss Kara"
Ini untuk pertama kali Pandu memanggil nama Kara.Pandu memanggil sama seperti panggilan Kara di sekolah.
Kara pun menatap Pandu menunggu kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Pandu.
"Setelah saya pulang mengantarmu ibuku telepon,Ibu menyuruhku menikah"
"Lalu hubungannya dengan saya apa?"
Kara memelankan suaranya agar tidak terdengar pengunjung lain yang sesekali berlalu lalang.
Pandu menghela nafas.
"Setau ibuku pacarku itu kamu,jadi ibu semalam membicarakan rencana pernikahan kita"
"Maaf maaf kalau saya lancang"
Pandu segera meminta maaf karena melihat reaksi Lara sangat terkejut.
"Pak,sejak awal saya tidak mau berpura pura.Tapi bapak memintanya.Semuanya jadi rumut begini"
"Iya saya tau,saya minta maaf.Selama hidup saya tidak pernah mengecewakan ibu saya.Saya pun seakan terperangkap karena kebohongan semalam."
"Jadi apa bapak akan jujur sama bu Yunda kalau kita ini sudah putus atau rencana lain apa yang bapak rencanakan.Kita tidak akan menikah sungguhan kan pak?"
Tegas Kara.
"Saya tau kamu tidak menyukai saya,begitu juga dengan saya.Tapi bisakah kita bekerja sama lagi?"
"Iya jelas saya tidak mencintai bapak,berteman dengan bapak juga baru kemarin.Maksud bapak kerja sama seperti apa?"
"Saya mau kita menikah"
__ADS_1
Jawab Pandu singkat.
Kara membulatkan matanya benar benar terkejut.
"Apa?"
"Bapak pikir pernikahan hanya untuk permainan?bapak baru saja bilang tidak mencintai saya.Tentu saja saya juga tidak mencintai bapak.Tapi bapak mengajak saya menikah.Tidak saya tidak mau"
"Miss Kara,saya tau itu.Tapi saya mohon dipertimbangkan lagi,saya tidak akan memaksamu mencintai saya.Kita bisa menikah diatas perjanjian"
Pandu berbicara tegas
"Perjanjian"
Kara dan Pandu saling menatap.
"Iya perjanjian,semacam kontrak pernikahan"
"Saya tidak paham apa maksud bapak?Apa sebercanda itu pernikahan dimata bapak?"
"Bukan begitu Miss,jadi bagaimana kalau kita akan menikah paling tidak satu tahun atau kurang dari itu.Jika kita tidak bisa saling mencintai maka kita akan sepakat bercerai"
Lara melongo mendengar penawaran Pandu.
"Pak,kenapa bapak menggunakan cara itu?Bapak tidak menghargai saya sebagai wanita.Bapak menganggap pernikahan itu main main?Cari saja wanita lain untu pernikahan kontrak ini"
"Ibu sudah sangat menyukaimu sebagai calon menantunya,pembicaraan kami di telpon semalam hanya membicarakanmu terus.Saya sampai kwalahan karena saya belum terlalu mengenalmu.
Lagipula justru saya menghargai Miss Kara sebagai wanita.Saya tidak mau berpacaran.Lebih baik kita menikah untuk saling mengenal."
"Menghargai tapi sudah membicarakan perceraian.Menikah juga belum"
Jawab kara sewot.
"Bukan begitu,saya tidak mau memaksa Miss Kara mencintai saya.Jika dalam waktu satu tahun Miss Kara tidak mencintai saya,Miss Kara bisa meminta cerai dari saya"
Jawabnya datar.
Mereka terdiam Kara tampak kesal.
"Kurang ajar sekali bisa bisanya pernikahan ia anggap main main"
Batin Kara mengumpat laki laki disebelahnya itu.
Kara meraih ponsel di tas nya karena berbunyi tanda pesan masuk.
"Kara bagaimanapun aku akan mendapatkanmu kembali,tunggu saja apa yang akn kulakukan padamu"
Pesan singkat dari Arya.
Wajah Kara tiba tiba pucat karena langsung saja teringat masalalu kelamnya bersama Arya.Disisi lain masih ada Arya dihati Kara.Namun Kara sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melepaskan Arya demi kebaikannya.
"Saya tidak bisa menjawabnya sekarang,akan saya pertimbangkan.Tapi saya tidak bisa menjanjikan apapun.Yang jelas saya akan memberi keputusan apakah saya menerima atau tidak penawaran ini"
Jawab Kara setelah merasa sakit dihatinya kembali terasa saat membaca pesan singkat dari Arya.
"Ya,baik tidak masalah.Saya akan menunggu apapun keputusan Miss Kara"
__ADS_1