
"Mas,kamu kenapa?"Melihat wajah Pandu yang tiba tiba tegang setelah Kara bercerita.
"Nggak,nggak apa apa"Pandu berusaha sebiasa mungkin.
Kasian juga kamu Ra.
"Mas"
"Iya"
"Waktu abi ninggalin ibu aku sedih banget.Meskipun aku nggak deket sama abi tapi aku merasa kehilangan kehadirannya yang hanya sesekali itu.Tapi setelah itu dengan cepat aku bisa ceria lagi.Nggak mlngerasa kalau abi pernah bareng sama aku dan ibu"
Kara menghela nafasnya pelan.Tampak ingin mengutarakan sesuatu lagi.
"Aku harap aku juga bisa gitu lagi"Kara ragu untuk meneruskan ucapannya.Lidahnya kaku apalagi Pandu lalu menatap wajahnya.Tapi dorongan hatinya lebih kuat.
Tatapan Pandu seolah memerintah Kara untuk melanjutkan maksudnya itu.
Pandu pun merasa berdesir saat ucapan Kara menggantung.
Lagi?Apa maksud Kara?
"Maksudku,aku bisa cepat ngelupain rasa sakitnya ditinggalin"
Ucapan Kara terjeda.
"Ditinggalin sama kamu nanti mas"
Lidah Kara tak mampu berkata panjang lebar.Kaku sekali rasanya,sesak didadanya.Rasa sayang yang sudah mulai tumbuh selama hampir tiga minggu pernikahan ini.Berhasil mengikat hatinya untuk Pandu.Meskipun belum sepenuhnya.
"Kamu keberatan menjalani ini?"Ucap pandu menelisik.
Dengan cepat Kara menggelengkan kepalanya.
"Oh enggak mas enggak.Aku ikhlas kok,lagian aku bisa ngerasain ditengah tengah keluarga kamu.Aku cukup terima kasih sama kamu.Sudah menikahi aku,meskipun pernikahan ini mungkin nggak akan lama kan?"Ucap Kara dan disertai senyum tipis yang tampak kaku.
Mas sebenarnya aku nggak mau pernikahan ini hanya sebentar.Aku mau selamanya sama kamu.Aku pengen kamu jatuh cinta sama aku mas.
Batin Kara penuh dengan kepiluan.
Pandu terpaku mendengar itu.Rasa kasian muncul begitu saja diliputi rasa bersalah.
Kara,kenapa kamu sebodoh itu.Kenapa mau menikah kontrak begini.Aku juga salah.Maafin aku Ra.
__ADS_1
Tapi aku nggak cinta sama kamu.Rasanya sulit buat aku untuk jatuh cinta sama kamu.
Pandu dan Kara dikejutkan oleh Saka yang tiba tiba berdiri didepan pintu.
Keduanya melongo menatap Saka.
Kali ini tatapan Saka tidak seperti biasanya.
Ini Saka yang sangat menyeramkan tatapannya.Kedua tangannya bersidekap didepan dadanya.
"Mas,udah daritadi disitu?"Ucao Pandu yang berusaha menutupi keterkejutannya.
"Kenapa Ndu?udah lama atau belum itu nggak penting"Jawabnya ketus dan benar benar serius.Bukan Saka yang seperti biasa,yang sedang melawak.
Kara melihat Saka lebih menyeramkan dibanding Pandu saat sedang marah tadi siang.
"Mas,silakan duduk dulu mas"Kara berusaha mencairkan suasana.Tapi usahanya sia sia.
Saka tetap berdiri di tepi pintu menatap Pandu penuh ironi.
Kara menjadi takut.
Apa mas Saka sempat mendengar percakapan kami?
Jangan jangan mas Saka mendengar semuanya.Kalau begitu mas Saka tau pernikahan kami hanya sebuah sandiwara.
Lalu kami berdua harus bagaimana?
"Ndu,aku nggak mungkin bakal diem aja.Aku nggak mau bikin keributan dirumah ibu.Selesai sarapan besok kamu cepat pulang.Kita selesaikan dirumah"
Ucap Saka,benar benar lebih menusuk daripada tutur kata Pandu.
"Nggak usah campurin urusanku mas.Biar aku sama dia yang nyelesaiin"Pandu menunjuk Kara menggunakan ekor matanya.
"Oh jadi kamu berani main main ya Ndu.Kamu melibatkan ibu disini"
Saka menekan nada bicaranya.Berusaha memelankan suaranya agar tidak terdengar dari dalam.
"Inget Ndu,setitik aja kamu nyakitin hati ibu.Habis kamu Ndu"
"Nggak akan mas,aku bakal bisa nyelesaiin urusanku sendiri"Pandu menahan emosinya.
"Tanpa membuat hati ibu terluka"
__ADS_1
"Seharusnya seperti itu.Tapi aku benar benar ragu sama kamu.Apa bisa tanpa melukai hati ibu?"
Timpal Saka ketus.
Sedangkan Kara mematung tak berani berkata kata.
Saka pun lalu pergi.Ia merasa muak.Tak menyangka adiknya tega membohongi ibunya.Jika ibunya tau,akan teramat sakit hatinya.
Pandu dan Kara saling melempar pandangan.Dan melihat Saka yang pergi menggunakan mobilnya.Entah kemana ia akan pergi.
Saka bukan lelaki kurang ajar.Kepergiannya itu hanya ingin menghindar bertatapan dengan Pandu.
Saat ini berbagi udara diruangan yang sama dengan Pandu pun terasa jijik.
Ya,Saka sangat jihik dengan tingkah laku Pandu.
Mencerminkan lelaki pengecut.
"Dasar cah guoblok"Teriak Saka di dalam mobil.Dan memukul keras setir mobilnya.
Saka sangat emosi mendengar kenyataan itu.
Adiknya telah menikah,namun pernikahannya ini mereka rencanakan tidak akan lama.Mereka tidak saling mencintai.
"Apa maksud si goblok itu?"Saka meluap luap penuh emosi.Dan memarkirkan mobilnya di pinggiran alun alun Wates Kulon Progo.Mengomel sepanjang jalan.
Saka berhenti disana dan duduk dikursi kayu.Disana terdapat warung kecil penjaja minuman hangat.
"Mbak,wedang jahe satu"
Ucap Saka pada gadis penjual minuman itu.
Tak lama gadis itu datang mengantar secangkir wedang jahe.
"Silahkan mas ini wedang jahenya"Gadis itu menyapa ramah.
Wajah gadis itu seperti tidak asing.
"Makasih"Saka memindai gadis itu.
"Kamu Risty anaknya bu Wanti itu kan?"
Saka sedikit lupa lupa ingat dengan wajah gadis yang kenal itu.
__ADS_1
Gadis desa yang ayu dan sopan.Penampilannya yang sangat sederhana.