Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 51


__ADS_3

Meli heran kenapa mobilnya bisa tak aman dia titipkan di kampus sebesar ini. Ia kemudian melapor kepada petugas keamanan lingkungan kampusnya. Saat di tunjukkan rekaman cctv di tempat parkiran, rupanya ada seseorang yang merusak mobilnya dengan sengaja. Pria bertopi memakai masker. Meli yakin pelakunya adalah mantan pacarnya sendiri.


“Keterlaluan Lo, Jo!” gumamnya di ruang keamanan.


“Pak, bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi di kampus semegah ini? Bagaimana sistem penjagaan yang berlaku di sini? Untung saya tahu pelakunya. Kalau tidak, saya akan menuntut ganti rugi ke pihak kampus!” Amarah Meli memuncak. Apa yang harus ia katakan pada Papanya nanti. Papa Meli sudah tidak suka dengan Jojo sejak awal mereka pacaran, tetapi Meli yang dibutakan cinta tetap saja menjalani hubungannya agak lama.


Sekilas terbesit ingatannya tentang perkataan Papanya.


“Mel, putuskan Joshua. Papa lihat dia hanya memanfaatkan kamu saja,” ucap Papa Meli ketika ia pulang dari kantor.


Papanya mendapati Meli sedang asyik chatingan di kursi ruang tamu sambil terkekeh. Meli langsung meletakkan telepon genggamnya dan menanggapi ucapan pria dewasa itu.


“Apa, Pah? Putus? Tidak, tidak. Meli tidak mau. Jojo itu baik loh, Pah. Dia selalu antar jemput Meli ke kampus, seperti yang Papa lihat.”


“Mel, Mel. Kamu tidak bisa mengartikan orang yang mau mengantar jemputmu itu baik. Tidak bisa hanya dinilai satu sisi begitu. Kalau begitu sopirlah orang paling baik di dunia ini.”


Meli merasa perkataan Papanya benar. Harusnya sopirnya orang paling baik selama ini, jika patokan kebaikan ada pada antar jemput. Meli kemudian mencari sisi baik yang lain dari Jojo.


“Oke-oke. Papa benar soal itu. Tapi, ada kebaikan lain juga yang Papa tidak tahu selama kami di kampus.”


“Kebaikan apa? Coba beritahu Papa. Walaupun Papa ini tak lagi muda sepertimu, tapi Papa pernah menjadi seusia kamu. Papa pernah punya cewek lebih dari satu. Papa pernah antar jemput cewek Papa. Kamu mau alasan apa, Papa bisa menilai Jojo itu tidak baik untukmu, Mel.”


“Apa yang Papa lihat sisi buruknya Jojo di mata Papa? Coba jelaskan pada Meli, Pah,” pinta gadis energik itu.


“Kenapa kamu tanya Papa? Harusnya kamu menyadari hal itu, payah kamu, Mel. Jadi gadis yang cerdik dong, sudahlah Papa mau istirahat dulu. Itu buat PR kamu, selidiki sendiri pacar kamu itu, apa yang belum kamu ketahui tentangnya. Okay?” Papa Meli melangkah masuk ke kamar. Suara pintu tertutup terdengar pelan di telinga Meli.


“Apa maksud Papa ini?”

__ADS_1


Semenjak Papanya memberikan PR untuk menyelidiki pacarnya itu, Meli jadi menjaga jarak dengan Jojo. Seiring berjalannya waktu satu persatu fakta mengejutkan ditemukan Meli.


“Maaf, atas kecerobohan kami, Neng. Memang tadi malam, satu petugas keamanan izin pulang lebih awal karena sakit. Sehingga yang berjaga sementara satu orang saja sembari menunggu sift berikutnya datang. Beritahu kami siapa pelakunya, biar kami tindak tegas,” tutur Pak Sodikin, ketua keamanan membangunkan lamunan Meli.


“Iya Pak, lain kali harus lebih diperketat ya, Pak. Tidak perlu cari pelakunya, Pak. Biar saya hadapi sendiri pelakunya.”


“Jangan, Neng. Nanti kami akan mendapat masalah dua kali jika Neng menghadapi sendiri. Jadi biarkan kami bertugas. Karena mobil Neng masih dalam lingkungan kampus yang artinya masih tanggung jawab kami,” jelas Pak Sodikin lagi.


“Tapi ini urusan pribadi saya, Pak. Dan saya sebagai korban, saya yang meminta sendiri untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik kepada pelaku.”


“Baiklah, Neng kalau begitu. Kami minta maaf sebesar-besarnya.”


Gadis itu memberikan senyum getir. Ia menghela nafas kuat. Langkahnya terburu mencari pelaku yang merusak mobilnya itu. Namun, Meli sudah berniat tidak akan memperpanjang masalah ini. Ia hanya ingin menegur Jojo, sang mantan pacar.


 


Meli seperti sudah hafal dimana Jojo bersembunyi. Langsung saja gadis itu menuju ruangan kosong di sebuah bangunan tak begitu berguna di ujung kampus. Dia berjalan ke arah tempat itu dengan langkah santainya tanpa rasa takut dan marah. Meli berdiri tiba-tiba di hadapan Jojo yang sedang asyik ngobrol dengan teman-teman CS-nya. Tangannya bersedekap. Matanya menatap tajam mantan pacarnya.


Meli menampar keras wajah laki-laki yang merasa tak berdosa itu.


“Ber*ngs*k Lo! Lo kira gue cewek apaan? Pernah gak gue mau Lo sentuh dengan bebas sesuka hati Lo? Gak pernah kan? Jangan macem-macem sama gue! Lo kira gue bakalan takut sama Lo?”


“Ayolah Sayang, ikut denganku. Aku pesankan kamar untuk kita. Aku hanya mencintaimu. Tidak ada wanita lain.”


“Gak sudi gue sama Lo! Laki-laki gak punya harga diri. Lo peres harta gue buat muasin nafsu bej*t Lo sama wanita-wanita panggilan itu? Sudah berapa kali? Hah?” Meli sudah berada di titik emosi yang tinggi. Ia mencoba mengendalikan diri, dengan menarik nafas kuat lagi dan membuangnya perlahan.


“Tapi cintaku hanya milikmu, Mel. Kembalilah denganku. Aku akan ganti mobilmu.”

__ADS_1


“Mau ganti pake apa? Pake daun?”


“Gue ingetin sekali lagi ya. Jangan pernah ganggu hidup gue lagi. Gue gak mau hidup sama manusia topeng kaya Lo. Laki-laki bermuka dua kaya Lo pantesnya dapet wanita yang sama seperti Lo!”


“Mel, aku ngerusak mobilmu karena aku kesal atas pertunanganmu. Aku dengar dari teman kampus. Berita di lamarnya kamu oleh cowok miskin bekas sahabatmu itu udah nyebar kemana mana. Malam tadi aku mabuk, Mel. Jadi aku gak sadar mecahin kacanya. Maafkan aku, Meli. Aku bakal ganti rugi. Kamu mau kan balikan sama aku?” pinta Jojo memelas. Jojo memegang tangan halus Meli.


Namun, rupanya Meli mendorong sangat keras tubuh laki-laki itu hingga terjatuh ke tanah. Jojo kembali menarik tangan Meli. Ia membawanya ke dalam pelukan yang memaksa. Cengkeraman kuat tangan Jojo membuat Meli tak bisa melepaskan tubuhnya dari Jojo.


Gadis pintar itu kemudian menendang bagian sensitif Jojo, dan akhirnya Meli berhasil kabur dari mantan pacarnya. Joshua masih kesakitan memegang bagian tubuhnya yang di tendang Meli.


“Awas kau, Mel. Gak akan aku biarkan kamu berhasil menikah dengan laki-laki itu!”


Bersambung.....


Hai Reader setia, terima kasih atas dukungan kalian semua 🥰🥰🥰


Author berharap kalian bisa memberikan komentar demi kemajuan novel ini..


Tekan love dan favoritkan yaa 😍😍😍


Lope lope sekebun buat kalian 😍😍❤❤❤😘😘😘


 


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Promo novel teman ❤

__ADS_1


Karena penghianatan pacar dan sahabatnya, Zianna memutuskan untuk pindah sekolah. Namun siapa sangka kepindahannya ke SMA Galaxy malah mempertemukan dirinya dengan seorang cowok bernama Heaven. Hingga suatu ketika, keadaan tiba-tiba tidak berpihak padanya. Cowok dingin itu menyatakan perasaan padanya dengan cara yang sangat memaksa. "Apa nggak ada pilihan lain, selain jadi pacar lo?" tanya Zia mencoba bernegosiasi. "Ada, gue kasih tiga pilihan. Dan lo harus pilih salah satunya!" "Apa aja?" tanya Zia. "Pertama, lo harus jadi pacar gue. Kedua, lo harus jadi istri gue. Dan ketiga, lo harus pilih keduanya!" ucap Heaven dengan penuh penekanan.



__ADS_2